
Alatif saat ini sedang kesal, thender nya tidak di dapatkan dan dia malah harus berurusan dengan wanita super bawel, dua puluh menit kemudian alatif sampai di kantornya dan segera menuju ruangannya.
''Jelaskan, kenapa thender itu tidak bisa kita dapatkan, perusahaan mana yang mengambil alih?? '' ucap alatif saat sampai di ruangan kerjanya.
''Perusahaan tuan amir yang telah mendapatkan thender kali ini tuan, karena perusahaan tuan amir bekerja sama dengan nona hanif, makanya pihak perusahaan itu menjatuhkan pilihannya kepada tuan amir. '' ucap bobi asisten pribadi alatif.
''Hanif lagi, segitu pengaruhnya dia di bidang property, semua nya selalu jatuh pada hanif. '' ucap sauqy.
''Yang saya tahu, nona hanif selalu membuat gebrakan pada property nya tuan, setiap nona hanif lauching pasti semua akan sold dan tanpa sisa. '' ucap boby.
''Iya sih, kita pernah merasakan keuntungan saat bekerja sama dengan dia. '' ucap alatif.
''Kamu atur semuanya, saya akan datang menemui hanif dan kamu pastikan kalau saya bisa langsung bertemu dengan hanif. '' ucap alatif kembali.
''Maaf tuan, saat ini nona hanif sedang tidak bisa di ganggu. '' ucap bobi.
''Bukannya hanif sudah kembali, kenapa tidak bisa di ganggu, apa masalahnya?? '' ucap alatif.
''Putri kedua nona hanif sedang di rawat tuan dan nona hanif tidak mau di ganggu. '' ucap bobi.
''Pantas ajah kalandra langsung mau saat di ajak pulang sama mamah, ternyata kalandra akan bertemu langsung dengan hanif. '' ucap alatif.
''Saya permisi tuan. '' ucap bobi dan alatif mengangguk.
Di villa saat ini.....
Hanif membuka matanya dan tersenyum saat melihat wajah danil tertidur dengan tenang.
Hanif langsung menuju kamar mandi, karena akan melaksanakan sholat ashar, danil membuka matanya saat hanif masuk kamar mandi dan dia tersenyum.
Sepuluh menit kemudian hanif selesai mandi, saat keluar kamar mandi hanif melihat danil sedang duduk menyandar pada ranjannya.
''Mandi sana mas, kita sholat berjamaah. '' ucap hanif dan danil mengangguk.
Danil langsung masuk kedalam kamar mandi dan membuat hanif teriak karena danil tidak memakai pakaiannya dan langsung menuju kamar mandi.
''Mas danil itu kebiasaan sekali sih. '' ucap hanif sambil merapihkan ranjangnya.
Hanif terpaksa memakai pakaiannya kembali, karena di villa saat ini tidak ada pakaian ganti.
Hanif memakai mukena dan duduk di atas sajadah menunggu danil selesai mandinya.
''Ayo sayang, biar kita bisa cepat pulang. '' ucap danil menghampiri hanif dengan style sarung dan baju koko.
__ADS_1
Hanif dan danil langsung melaksanakan sholat berjamaah, setelah selesai hanif mencium tangan hannif dan danil mencium kening hanif.
Hanif merapihkan alat sholatnya dan danil keluar kamar ntah kemana, karena hanif tidak bertanya.
Hanif duduk menunggu danil dan tak lama menunggu, danil datang membawa kotak berisi pakaian untuk hanif.
Hanif langsung memakainya dan tidak bertanya darimana danil mendapatkan pakaiannya.
Saat hanif akan memakai pakaiannya, danil menghampiri dan mencegah hanif untuk memakai pakaiannya, danil berjongkok di depan perut hanif dan mencium nya.
''Semoga kamu sehat selalu dan lahir nya juga tanpa kekurangan apapun, mau laki laki atau perempuan gak masalah, yang penting kelak kamu jadi anak yang membanggakan. '' ucap danil dan hanif tersenyum.
''Lima bulan tapi perutnya ga terlalu menonjol yah, buncit sedikit. '' ucap danil sambil berdiri dan langsung mencium kening hanif.
Hanif langsung memakai pakaiannya kembali dan setelah itu, danil menuntun hanif menuju keluar villa dan membimbingnya masuk kedalam mobil.
Setelah hanif duduk dengan nyaman, danil langsung masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
''Sebenarnya villa itu punya siapa mas?? '' ucap hanif.
''Punya almarhum abah, dulu abah pernah bercita cita kalau dia ingin menghabiskan masa tua nya di villa itu dengan ibu, tapi allah berkendak lain, abah meninggal dan villa itu kosong, ibu sengaja gak menjual villa nya, ibu bilang kalau villa itu untuk acara kumpul sama cucu cucu ibu dan ibu akan mewujudkannya nanti setelah fiya di perbolehkan pulang dan keadaan nya membaik. '' ucap danil dan hanif hanya mengangguk.
Tiga jam kemudian mobil sampai di parkiran rumah sakit, harusnya dalam dua jam sudah sampai, namun mobil berhenti saat adzan magrib dan isya, karena hanif dan danil melaksanakan sholat dahulu.
Tepat pukul sembilan malam, hanif dan danil sampai di rumah sakit dan ada ibu yang menunggu fiya, ayah dan bunda membawa sauqy untuk pulang.
''Habis darimana kalian?? anak lagi sakit malah jalan jalan ajah yah. '' ucap ibu.
Danil dan hanif hanya tersenyum menjawabnya dan membuat ibu rosa geleng geleng kepala.
Hanif masuk menghampiri fiya dan mencium keningnya.
''Maafkan mamah yah, ga pamit sama kamu sayang. '' ucap hanif setelah mencium kening fiya.
''Kalian ini sebenarnya habis darimana, anak dua duanya sampai nangis nanyain kalian. '' ucap ibu rosa.
''Hanif ga tau itu dimana ibu, mas danil yang bawa paksa hanif kesana. '' ucap hanif.
''Kalau gak di paksa pasti ga akan lengket lagi kan sayang, makanya mas paksa. '' ucap danil sambil tersenyum.
''Danil kamu itu, ibu nanya seriusan ke kamu. '' ucap ibu rosa.
''Danil tadi habis nyulik hanif ke villa nya abah. '' ucap danil dan ibu rosa langsung kaget.
__ADS_1
''Kamu itu, jauh banget itu tempatnya loh. '' ucap ibu rosa.
''Emang jauh bu, makanya danil sampai lagi kesininya malam deh, maaf udah repotin ibu jagain fiya. '' ucap danil.
''Fiya juga cucu ibu, jadinya yah gak apa apa, cuma ibu kasian ajah tadi fiya sampe nangis nyari kalian. '' ucap ibu rosa.
''Mas danil tuh salahin bu. '' ucap hanif.
''Ko aku sih, kita berdua lah, kamu juga menikmatinya kan tadi. '' ucap danil.
''Mas danil ihh, bicaranya ngawur. '' ucap hanif kesal.
''Udah udah, yang penting sekarang kalian udah datang dan ingat yah, kalau kalian harus bilang dan pamit kalau mau pergi lagi. '' ucap ibu rosa dan membuat hanif dan danil mengangguk.
''Ibu pamit pulang ya, kalian hati hati disini. '' ucap ibu rosa.
Danil mengantar ibu rosa ke lobi utama dan hanif menyiapkan makanan untuk dimakan oleh danil.
Dua puluh menit kemudian danil masuk kedalam ruangan dan langsung ke kamar mandi untuk mencuci tangannya.
''Makannya satu bungkus berdua sayang?? '' ucap danil.
''Kamu ajah mas, aku ga mau makan. '' ucap hanif.
''Makan berdua, biar mas yang suapi kamu, sini duduk samping mas. '' ucap danil dan hanif langsung menurut dan menerima suapan makanan dari danil.
''Udah mas danil perut aku kenyang loh. '' ucap hanif.
''Oke, yang penting kamu kan makan barusan. '' ucap danil.
Hanif langsung minum dan danil melanjutkan makan nya sendiri.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
..........