
Hanif sudah di pindahkan ke ruangan dan saat ini di ruangan begitu ramai oleh anak anak.
Mamaah hana datang bersama anisa dan hanif senang karena anisa saat ini sedang hamil muda.
fiya begitu senang karena adiknya perempuan, tapi sauqy terlihat biasa, karena bagi sauqy adik laki laki atau perempuan akan sama sama merepotkan.
''Hanif gimana rasanya melahirkan?? '' ucap anisa saat sedang bersama hanif.
''Ga ada rasanya nisa, aku juga gak tau gimana, tau tau udah brojol ajah. '' ucap hanif sambil tersenyum.
''Kok gitu siih, kamu hebat berarti hanif. '' jawab anisa.
''Udah jangan fikirin gimana rasanya melahirkan, sekarang kamu fokus sama kehamilan kamu, supaya sehat. '' ucap hanif dan anisa langsung tersenyum.
''Danil, siapa nama baby cantik kamu yang ketiga ini?? '' ucap mamah hana.
''Namanya DIRAYA FITRIANI SABILA, artinya perempuan yang bisa mengetahui dan memilih jalan yang suci dan benar. '' jawab danil dengan sangat percaya.
''Cantik sekali namanya, mirip sama baby nya deh, tapi baby sekarang mirip danil banget yah. '' ucap mamah hana saat menggendong baby nya.
''Kan danil papahnya. '' ucap danil sambil tersenyum.
''Panggilan nya boleh dira ga papah?? '' ucap sauqy.
''Boleh sayang, dira juga bagus dan pas untuk panggilan dede bayinya. '' jawab danil sambil tersenyum dan sauqy langsung senang.
''Kaka sauqy, nanti aku juga mau punya adik loh, ayah bilang kalau aku mau punya adik nanti. '' ucap kalandra saat sauqy menghampirinya dan membuat semua kaget.
''Ayah yang mana sayang yang bilang kalandra mau punya adik?? '' ucap bunda.
''Ayah fatih.'' jawab kalandra.
Dan semuanya bernafas lega karena bukan alatif yang bilangnya.
Mamah hana pamit pulang dan kalandra pun terpaksa langsung ikut pulang, padahal kalandra masih ingin tinggal dengan hanif.
''Sauqy sama fiya juga pulang yah, besok kesini lagi buat jemput pulang mamah. '' ucap danil dan kedua anaknya mengangguk.
''Ibu juga pamit pulang yah, besok ibu nunggu di rumah kalian ajah dan gak ikut jemput ke rumah sakit, biar anak anak gak ikut jemput ke rumah sakit. '' ucap ibu rossa.
''Iya ibu, biar bunda dan ayah yang ke rumah sakit, anak anak pasti ga akan ikut kesini kalau ada yang di rumah menunggunya ibu. '' ucap hanif.
''Iya sayang, kamu istirahat yah dan jangan banyak gerak dulu, biar danil yang membuat susu untuk baby dira. '' ucap ibu rosa dan danil langsung tersenyum.
Kamar hanif sepi kembali saat bunda dan kedua anaknya pulang dan ibu rosa juga ikut pulang, danil saat ini tak hentinya memandang anak ketiganya, walaupun danil mendapatkan baby perempuan kembali, namun danil begitu bersyukur.
__ADS_1
''Kelak jadilah wanita yang baik hati dan sempurna seperti mamahmu sayang, terimakasih telah hadir di tengah keluarga besar papah. '' ucap danil sambil mencium kening baby dira.
''Mas mandi dulu sana, biar bisa jaga dira, aku ngantuk soalnya. '' ucap hanif dan danil mengangguk.
Danil langsung membawa peralatan mandinya, pakaian gantinya juga dan segera masuk kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian danil selesai mandi dan langsung melaksanakan sholat magrib.
Hanif sedang mengganti popok babby dira yang basah dan hanif juga membuatkan susu untuk di berikan pada baby dira.
Danil langsung mengambil alih dan menggendong baby dira, lalu meminta hanif untuk istirahat.
Hanif merebahkan tubuhnya di ranjang dan terlelap, danil hanya tersenyum melihat hanif yang terlelap.
Baby dira pun sudah tertidur kembali dan danil langsung menidurkannya di box bayi.
''Bobo nyenyak sayang. '' ucap danil sambil mencium kening baby dira.
Danil menutup kelambu dan menyalakan lampu untuk baby dira, danil langsung menghampiri hanif dan merapihkan selimutnya.
''Bobo yang nyenyak sayang. '' ucap danil setelah merapihkan selimut hanif dan segera duduk di sofa.
''Kamu wanita sempurna sayang, kamu adalah wanita sempurna dan ibu terbaik, mas bangga dan sangat beruntung menjadikan kamu istri dan ibu dari anak anak mas, i love you hanifah anandina. '' ucap danil sambil mencium kening hanif.
Danil berjalan ke arah sofa dan langsung merebahkan kepalanya di sandaran sofa, hari ini begitu bercampur rasa, ada sedih, panik dan bahagia.
Alatif tiba tiba datang dan memberikan sertifikat kepemilikan ruko pada risa.
''Kamu aduan sekali yah, kenapa kamu memberitahukan semuanya pada hanif kalau kamu masih menyicil ruko ini pada saya?? '' ucap alatif.
''Kalau masuk ke tempat orang itu utamakan salam tuan dan jangan seenaknya sendiri. '' ucap risa yang kesal karena alatif main nyelonong masuk.
''Ingat yah kamu wanita bar bar, berani kamu mengadukan kembali le hanif, saya buat usaha kamu bangkrut. '' ucap alatif.
''Jadi tuan mengancam, saya gak takut yah karena rezeki itu sudah ada yang mengatur dan bukan anda tuan yang mengatur dan menentukan nya. '' ucap risa.
''Berani kamu bicara seperti itu, dasar wanita aneh. '' ucap alatif.
''Kamu laki laki gila dan gak punya otak. '' ucap risa dengan nada marah.
''Awas kamu yah. '' ucap alatif kesal.
''Apa apa apaa....'' ucap risa menantang dan membuat alatif geram dan alatif segera meninggalkan ruko milik risa.
''Wanita sangat aneh dan lama lama aku bisa gila dekat dengan wanita itu. '' ucap alatif kesal.
Alatif langsung masuk kedalam mobil dan melajukan kendaraanya menuju rumah nya.
__ADS_1
''Ada wanita seperti itu, biasanya wanita akan terpesona, ini malah melawan, mirip hanif dulu saat bertemu pertama. '' ucap alatif saat di perjalanan.
Beberapa menit kemudian alatif sampai di rumah, kalandra langsung lari menyambut alatif.
''Ayaaah.......'' teriak kalandra sambil berlari ke arah pintu.
''Jangan lari kak, ayah juga bakalan masuk kan, nanti kaka jatuh. '' ucap alatif saat menerima pelukan kalandra.
Kalandra langsung mencium tangan alatif.
''Ayah udah makan belum?? '' ucap kalandra dan membuat alatif tersenyum, kalandra mirip dengan hanif dan memang kalandra di ajarkan oleh hanif.
''Ayah belum makan kak, yaudah kamu sama omah dulu yah, ayah mau bersih bersih dulu. '' ucap alatif dan kalandra mengangguk.
Alatif langsung masuk ke kamar mandi dan merendam tubuhnya yang sedikit lelah.
Alatif tiba tiba teringat dengan risa dan membuat alatif langsung kaget.
''Kenapa wanita bar bar itu jadi ada di fikiran aku sih, gak etis banget mengingat wanita bar bar itu. '' ucap alatif dan segera membersihkan tubuhnya.
Sepuluh menit kemudian alatif turun dan ikut makan malam bersama keluarga lainnya.
Makan pun dalam keadaan hening dan tidak ada yang mengobrol.
Setelah selesai makannya, kalandra antusis menceritakan saat dia di rumah sakit pada alatif dan alatif dengan sabar mendengarkan ocehan kalandra.
''Pokonya kaka mau ke rumah mamah hanif yah yah besok ikut sama omah. '' ucap kalandra.
''Boleh, asal kaka jangan nakal yah di rumahnya mamah hanif dan nurut sama omah. '' ucap alatif dan kalandra langsung bahagia.
''Kamu adalah penyemangat ayah kalandra. '' ucap alatif saat melihat kalandra jingkrak jingkrak bahagia.
.
.
.
.
.
.
.......
__ADS_1