
Pagi hari di desa, hanif dan danil ikut kepemakaman, sedangkan anak anaknya diam di rumah di jaga oleh rina.
Hanif meneteskan air matanya, karena dia mengingat saat hera di makamkan dan hanif begitu terpukul saat itu.
''Hera, semoga kamu tenang di alam sana, kaka mengingat kamu melihat pemakaman ini. '' ucap hanif dalam hatinya.
Danil yang mengerti pun langsung membawa hanif kedalam pelukannya dan hanif langsung menangis di pelukan danil.
''Mas tau kamu kenapa sayang, jangan menangis yah nanti ada yang mengira macam macam ke kamu. '' ucap danil dan hanif mengangguk.
Pemakaman selesai, hanif dan danil kembali ke rumah nya linda dan memberika amplop untuk membatu keluarga linda, asalnya keluarga linda menolak namun bukan hanif kalau sampai tidak bisa membuat mereka menerimanya, hanif meminta maaf tidak akan lama di desa karena besok ada acara pernikahnya anak dari tante nya danil.
Hanif dan danil sampai di rumah dan langsung mandi tanpa menyentuh anak anak dahulu, karena hanif baru pulang dari pemakaman dan belum sterill.
Semua sudah siap dan hanif memberikan kembali kunci pada bibi dan meminta bibi merapihkan rumah hanif dan sterilkan rumahnya,
Saat ini hanif sedang dalam perjalanan menuju pulang ke rumah utama.
Di yogyakarta saat ini.....
Risa sedang ikut jalan jalan dengan mamah mertuanya dan juga dengan kalandra, alatif tidak ikut dan alatif memilih bekerja dan membantu ayah nya.
Risa di ajak keliling kota yogyakarta dan membuat risa bahagia, karena kotanya begitu indah dan sangat bagus untuk di jadikan latar fotografi nya.
n
''Indah sekali pemandangan malioboro dan sangat bagus sekali. '' ucap risa saat melihat hasil fotonya.
''Lebih baik kita pulang sekarang risa, alatif terus terusan menelphone, minta kamu pulang. '' ucap mamah hana dan risa mengangguk setuju.
Selama dalam perjalana kalandra tertidur di pelukan risa dan membuat risa terus menjaganya dan memeluk erat kalandra.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai di kediaman mewah rumah keluarga mahardika, alatif menghampiri saat mamah hana memanggilnya dan alatif langsung menggendong kalandra untuk di tidurkan di kamarnya.
Risa masuk kedalam kamar dengan menenteng belanjaan yang begitu banyak, risa langsung menyegarkan tubuhnya.
Alatif masuk dan melihat belanjaan nya risa.
''Kenapa dia tidak belanja di toko berlebel dan ini semua tidak berleble kayanya. '' ucap alatif dalam hatinya dan langsung menyimpannya saat melihat risa keluar kamar mandi.
''Kamu kenapa berbelanja bukan di butik atau toko berlebel, malah belanja di pinggiran toko. '' ucap alatif.
''Saya cuma mampu membeli di pinggiran toko dan gak mampu membeli di butik atau toko berlebel. '' ucap risa.
''Kamu menghina saya sebagai suami kamu risa, kenapa bilang tidak mampu. '' ucap alatif.
''Kamu lupa mas kalau selama kita menikah, kamu gak pernah memberikan uang untuk berbelanja dan untuk kebutuhan aku, makanya aku hanya mampu membeli di pinggiran toko. '' ucap risa dan membuat alatif kaget.
''Benar juga, dia kan gak pernah aku kasih kemewahan yah, kenapa dia gak minta. '' gumam alatif dalam hatinya.
Alatif langsung mengambil dompetnya dan memberikan dua kartu untuk risa.
''Ini kartu untuk memenuhi kebutuhan kamu, pakai dan berbelanja lah sesukamu dan ingat urus semua keperluan kalandra dan pakai kartu itu untuk membayarnya, pin nya tanggal lahir kalandra dua duanya itu. '' ucap alatif dan risa menerimanya.
''Ayo kita makan dulu, mamah dan ayah sudah menunggu kita berdua. '' ucap alatif dan risa langsung mengikutinya menuju meja makan.
Risa dan semuanya mulai makan dalam keheningan dan setelah selesai ayah dan alatif mengobrol ringan di ruang keluarga, sedangkan risa dan mamah hana membuat cemilan ringan yang biasa hanif buat dan mamah hana mencobanya.
''Mamah tau dari siapa resep cemilannya?? '' tanya risa.
''Tau dari hanif, mudah mudahan ajah gak gagal rasanya yah. '' jawab mamah hana dan risa mengangguk.
Mamah hana langsung menghidangkan cemilannya dan risa ikut duduk di samping alatif.
''Kok rasanya beda, ini buatan siapa?? '' tanya alatif saat memakan cemilannya.
''Maaf kalau rasanya beda dengan buatan hanif, itu kan buatan mamah. '' ucap mamah hana dan alatif langsung tersenyum.
''Kalau bisa jangan mengikuti semua cemilan yang di buat hanif, jadi beda rasa kan. '' ucap alatif dan mamah hana mengiyakannya.
''Kamu emangnya besok gak di undang sama keluarganya tuan amir?? '' tanya ayah.
__ADS_1
''Gak tau ayah, yang pasti nya sih ga mungkin dan lagian lagi latif malas kalau harus berhubungan dengan si pita lagi, latif beruntung bisa lepas dari dia sekarang. '' jawab alatif.
''Iya latif, ayah juga senang kamu lepas dari wanita jahat dan nekad itu, karena wanita seperti itu sangat berbahaya, hanif ajah jadi sasaran terus kan waktu itu, mudah mudahan dia memang gak ada di dunia ini dan meninggal. '' ucap ayah dan alatif mengaminkannya.
Risa dan mamah hana hanya jadi pendengar obrolah alatif dan ayah nya, karena mereka tidak mau ikut campur dan risa juga memilih untuk memakan cemilannya.
Risa merasa sudah mengantuk dan memutuskan untuk tidur ke kamarnya, alatif mengikuti risa ke kamarnya.
Risa ke kamar mandi untuk bersih bersih dan mengganti pakaiannya, saat risa akan merebahkan tubuhnya dia kaget karena alatif langsung menarik tangannya.
''Gab perlu ganti pakaian kamu, nanti kan bakalan di buka lagi jadi percuma kan. '' ucap alatif dan risa mengetahui maksudnya.
Risa langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan alatif langsung menyerangnya.
''Mas alatif jangan sekarang yah, aku cape banget soalnya dan badan aku pegal loh. '' ucap risa menolak semua keinginan alatif.
''Kamu hanya diam dan menikmatinya ajah risa, biar saya yang akan memainkannya. '' jawab alatif dan risa hanya pasrah dan mengikuti kemauan alatif.
Alatif terus menyusuri tubuh risa, karena alatif merasa aneh dengan semua nya, tubuh risa seakan menjadi candu untuk nya.
Entah kapan alatif melakukannya atau memang risa menikmatinya, tubuh risa saat ini sudah polos dan tubuh alatif pun sama, setiap alatif melakukan penyatuannya, risa selalu menikmatinya dan tidak pernah berontak dan menerima setiap sentuhan alatif yang begitu memabukkan.
Desahan demi desahan terus tercipta dari mulutnya risa dan membuat alatif semakin bernafsu melakukannya.
Alatif saat ini akan mencapai puncak dan akan pelepasan, alatif terus menyatukan miliknya dengan hentakan hentakan yang lebih cepat dan benerapa menit kemudian alatif mencapai puncaknya dan mengerang bersamaan dengan risa, alatif mencium kening risa yang selalu tertidur setelah melakukannya dan alatif membawa risa kedalam dekapannya.
''Wanita ini selalu tidur pulas kalau sudah bermain, terimaksih untuk semuanya, kelak aku tidak akan membiarkan pita merusak pernikahan ini, karena aku akan menjaga kamu risa, semoga secepatnya kamu hamil dan melahirkan anak untuk pewarisku dan untuk menemani kalandra. '' ucap alatif dan tak lama alatif langsung tertidur pulas.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.........