
Di kediaman hanif malam ini....
Hanif saat ini tertidur di ranjangnya dengan fiya dan dira, tepat pukul dua dini hari danil sampai di kamarnya dan tersenyum melihat anak dan istrinya sedang tertidur lelap, sebelumnya danil menidurkan sauqy di kamarnya dan barulah danil masuk ke kamar nya.
Danil langsung mandi dan menyegarkan tubuhnya, setelah selsai dia langsung memakai piyama tidur dan segera tidur di sisi samping hanif.
Danil memeluk erat tubuh hanif dan membuat hanif kaget dan danil langsung mencium bibir hanif yang akan menjerit.
''Kamu nakal sekali mas. '' ucap hanif.
''Habisnya kamu mau menjerit sayang, makanya mas cium ajah biar gak berteriak, nanti fiya sama dira bangun jadinya. '' jawab danil sambil tersenyum.
''Ini jam berapa memangnya?? '' tanya hanif.
''Jam dua tiga puluh sayang, kenapa memangnya?? '' ucap danil dan membuat hanif melotot.
''Udah kita bobo lagi yah, mas ngantuk dan sangat lelah sekali. '' ucap danil.
''Mana sauqy nya mas, kamu pulang sendiri tanpa ayah sama sauqy?? '' tanya hanif.
''Ayah udah ke kamarnya dan sauqy udah mas tidurkan di ranjang di dalam kamarnya, sayang pliis mas ngantuk mau bobo yah dan jangan nanya terus. '' ucap danil dan hanif mengangguk.
Hanif langsung pindah di samping danil dan danil maju sebelah dira.
''Kurang satu deh jadinya, kan kalau sauqy ikut tidur disini jadi pas deh. '' ucap hanif saat berdiri dan menatap suami dan kedua putrinya yang tertidur lelap.
Hanif langsung keluar kamar untuk melihat sauqy dan hanif begitu rindu dengan sauqy padahal hanya sehari gak bertemu.
''Mas danil, kenapa jas nya sauqy gak di lepas sih, kan jadinya susah gerak sauqy nya. '' ucap hanif saat melihat sauqy tertidur dengan memakai jas yang senada dengan suaminya.
Hanif dengan hati hati membuka jas yang di gunakan sauqy dan hanif pun mengganti pakaian sauqy dengan piyama tidur.
''Anak mamah yang paling ganteng, semoga kelak kamu menjadi anak yang membanggakan mamah dan papah yah kaka dan membanggakan ibu kamu yang ada di surga, kamu akan tetap menjadi anaknya mamah dan tidak akan pernah ada yang tahu kamu bukan anak yang di lahirkan mamah, kamu anak sulung nya mamah. '' ucap hanif sambil mencium kening sauqy.
Hanif langsung membawa pakaian kotor sauqy dan memasukannya ke keranjang cucian.
Hanif mematikan lampu utama dan menyalakan lamou tidur agar sauqy nyaman dengan tidurnya.
Di kediaman alatif saat ini....
Alatif baru kembali ke rumah tepat pukul tiga dini hari dan saat masuk ke kamarnya, alatif tersenyum melihat risa yang masih tertidur lelap dan tanpa busana.
''Wanita bar bar ini benar benar seperti mayat tidurnya, dari aku tinggalkan dia belum bangun juga. '' ucap alatif.
Alatif langsung membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya, alatif hanya menggunakan celana bokser pendek dan tanpa pakaian atas.
Alatif langsung tertidur karena memang tubuhnya begitu lelah dan alatif sedikit mabuk.
Pagi hari menjelang....
Di kediaman hanif saat ini sedang ramai karena fiya yang kegirangan melihat kakanya dan papahnya sudah pulang.
''Opah nya boongin kaka fiya loh mamah, bilangnga mau lama sekali di pantai, itu cuma sehari. '' ucap fiya dengan antusias nya dan membuat hanif dan bunda tertawa tawa.
''Kamu iti, makan nya di kunyah terus di telan dulu baru bicara, ini malah bicara dulu, nanti kaka fiya malah tersedak jadinya. '' ucap bunda.
__ADS_1
''Iya omah, kaka fiya mau makan dulu. '' ucap fiya dan bunda langsung tersenyum.
Hanif sedang fokus menggendong dira yang sedang meminum susu dot nya.
''Mamah aku nitip anak anak dulu yah, aku mau ngurusin sengketa unit apartement milik dina dan suaminya, kasihan mereka gak bisa masuk karena dimas memblokirnya. '' ucap hanif.
''Kamu baru selesai lahiran tiga minggu dan mau kerja kembali, istirahat dulu hanif biar dimas yang urus semuanya. '' ucap bunda.
''Gak bisa bunda, karena hanya hanif yang bisa membuka segelnya, biarkan gak apa apa lah, da gak akan lama juga hanif disana, cuma ngurisin sama buka pintu ajah bunda, habis itu hanif ke butik kirim stock sama disain juga untuk olive. '' ucap hanif.
''Terserah kamu ajah, susah di ajak bicaranya. '' ucap bunda.
''Kaka fiya mau ikut mamah yah. '' ucap fiya yang sudah rapih dengan pakaiannya dan bando di kepalanya.
''Jangan lah kak, mamah kan kerja bukan jalan jalan, kaka di rumah ajah yah, kan ada papah sama kaka sauqy juga loh di rumah. '' ucap hanif.
''Pokonya kaka fiya mau ikut mamah. '' ucap fiya dan dengan terpaksa hanif mengajak fiya.
''Aku titip dira yah bunda, hanif pergi dulu. '' ucap hanif saat memberikan dira pada bundanya dan menuntun fiya menuju mobil.
Fiya langsung duduk di depan samping linda dan hanif duduk di kursi belakang, linda langsung menjalankan mobilnya menuju apartement.
Tiga puluh menit kemudian hanif sampai dan langsung menghampiri dina dan titto yang menunggunya di lobi, dimas menghampiri hanif dan menyapanya.
''Kita ke kantor yah, biar santai kan mengobrolnya. '' ucap hanif dan dina pun mengangguk.
''Hey cantik, apa kabarnya?? '' ucap dina saat fiya bersalaman dengan dina.
Hanif langsung berjalan menuju kantornya, di ikuti dimas dan yang lainnya.
Hanif mempersilahkan dina dan titto untuk duduk dan menyajikan minuman juga yang di sediakan oleh dimas.
''Maaf hanif, aksel,riko dan alatif mau ikutan hadir diaini boleh gak?? '' tanya titto.
''Silahkan mas titto gak apa apa, lagian ini juga kan bukan masalah serius, sekalian silaturahmi juga. '' jawab hanif dan titto mengangguk.
Titto langsung menghubungi teman temannya untuk menyusul ke apartement.
Dina langsung memberikan berkasnya dan hanif langsung mendiskusikannya dengan dimas, karena memang semua kendali ada di tangan hanif, namun hanif tidak gegabah.
''Unit ini bisa di buka nona dan code segel nya kan hanya nona yang bisa membukanya, tapi barang barang di dalamnya sudah kosong gak tersisa. '' ucap dimas.
''Gimana dina, gak apa apa kamu mulai dari nol lagi barang barang nya?? '' tanya hanif.
''Gak apa apa hanif, malahan saya aku sangat berterimakasih ke kamu, karena bersedia membantu dan unitnya tidak hangus, kan masih sisa cicilan tiga tahun lagi unit nya. '' jawab dina.
''Gak usah, udh di lunaskan kok dina, itung itung kado pernikahan dari saya, saya akan buka segelnya dan nanti dapat kunci baru nya, tapi untuk isi perabotannya maaf, saya gak bisa menggantinya, gak apa apa kan?? '' ucap hanif dan dina langsung berterima kasih begitu juga dengan titto.
''Gak apa apa hanif, malahan aku sangat berterima kasih ke kamu, makasih yah. '' ucap dina.
''Iya, sini surat surat dan kunci lamanya, mas dimas akan meregistrasi dan memberikan sertifikat unit nya ke kamu dan memberikan kunci barunya. '' ucap hanif dan dina langsung memberikan berkas dan dokumen lainnya.
Dimas langsung mengerjakannya dan hanif mengobrol ringan dengan dina dan juga titto.
__ADS_1
Di kediaman alatif saat ini.....
Alatif baru membuka matanya dan mencari keberadaan lisa namun tidak ada, alatif langsung ke kamar mandi dan bersiap untuk menuju apartement titto.
Alatif keluar kamarnya setelah selesai mandi dan berganti menggunakan pakaian santai nya.
''Kaka mau ikut gak sama ayah, kita ketemu fiya di rumah nya om aksel. '' ucap alatif saat menghampiri kalandra yang sedang bermain dengan risa.
''Mau ayah mau banget, ada mamah hanif juga kan disana nya?? '' ucap kalandra dan alatif mengangguj.
''Ayo kamu siap siap, ikut dengan saya dan sekalian ganti pakaian kalandra dan kamu juga ganti pakaiannya. '' ucap alatif pada risa namun saat risa akan menolaknya alatif langsung melototkan matanya dan dengan terpaksa risa menyetujuinya.
''Kamu mau kemana, tumben santai banget style nya dan kenapa ngajakin risa dan kalandra?? '' ucap ayah yang melihat alatif lebih santai.
''Latif mau ke apartement nya titto, hanif lagi mengurus nya karena unit milik titto di blokir dan hanya hanif yang bisa membukanya. '' jawab alatif sambil memakan cemilan di hadapannya.
''Oh jadi titto punya unit di apartement nya hanif?? '' tanya ayah kembali.
''Iya ayah, makanya hanya hanif yang bisa membuka segel nya. '' jawab alatif.
''Hanif memang pengusaha wanita sukses di bidang properti dan fashion, sempurna sekali dia. '' ucap ayah dan membuat alatif terdiam dan memakan kembali makanannya.
Kalandra dan risa sudah siap, alatif langsung pamit kepada ayah dan mamah hana, risa dan kalandra pun ikutan pamit.
Setelah masuk ke mobil, alatif langsung menjalankan mobilnya menuju apartenent nya hanif.
Selama dalam perjalanan risa hanya diam dan hanya menatap jalanan di sampingnya, alatif pun jadi ikutan diam dan tidak berbicara, hanya kalandra yang berceloteh dan sesekali alatif menjawab pertanyaan kalandra.
Dua puluh menit kemudian alatif sampai di parkiran apartement dan langsung masuk.
Alatif berjalan di depan dan risa menuntun kakandra berjalan mengikuti alatif.
''Fiyaaaa.....'' teriak kalandra saat melihat fiya sedang berjalan.
''Kalaandraa......'' jawab fiya dan ikut berteriak.
Kalandra langsung berlari dan menghampiri fiya, kalandra langsung mencium tangan hanif dan hanif mengelus kepalanya kalandra.
''Hai hanif.... '' ucap alatif dan hanif hanya mengangguk.
''Risa apa kabarnya, terlihat lesu begitu wajahnya. '' ucao hanif dan risa hanya tersenyum dan menunduk.
''Ayo kita susul ke unit milik titto. '' ucap hanif dan alatif kangsung mengikutinya, fiya dan kalandra saling berpegangan tangan dan risa berjalan di belakang hanif dan yang lainnya.
.
.
.
.
......
__ADS_1