
Hanif membawa turun baby dira dan menidurkannya di box bayi di ruang keluarga, sedangkan ayah, bunda, suami dan kedua anaknya hanif saat ini sedang sholat magrib berjamaah.
''Neng hanif, ini ada kurir anterin kado. '' ucap bibi saat menghampiri hanif yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.
''Dari siapa bibi?? '' ucap hanif dan bibi menggelengkan kepalanya.
Hanif langsung menerima kado dan melihat pengirimnya dan ternyata alatif lah yang mengirimkannya.
''Ternyata dari mas alatif dan ini gede banget kadonya, apa isinya yah?? '' ucap hanif sambil menerka nerka isi didalam box kadonya.
Hanif menyimpannya di meja dan membuka iped nya dan ternyata ada kiriman pesan email dari alatif.
''Mas alatif sampai kapan pun aku gak akan bisa menjadi milik kamu, saat ini hanya mas danil yang ada di hati dan fikiran aku. '' ucap hanif didalam hatinya dan langsung menghapus pesannya.
Dari arah mushalla danil dan semua nya menghampiri hanif.
''Ini kado buat siapa mamah, buat fiya yah. '' ucap fiya sambil memegang kadonya.
''Itu kado dari siapa sayang?? '' ucap danil.
''Dari mas alatif, barusan di antar kurir kesini. '' jawab hanif dan danil hanya mengangguk.
Box kado pun di buka oleh sauqy dan fiya, ternyata di dalamnya itu hadiah nya banyak dan semua untuk bayi perempuan.
''Ini untuk dede dira semuanya, gak ada buat aku nya mamah. '' ucap fiya sambil cemberut.
''Udah jangan cemberut, besok papah ajak fiya ke toko mainan dan nanti fiya boleh memilih apapun yang fiya mau yah. '' ucap danil yang menghampiri fiya dan fiya langsung senyum gembira.
''Kaka juga ikut dong papah, masa adee ajah yang di ajak terus di beliin mainan. '' ucap sauqy dan membuat semua geleng geleng kepala.
''Kaka juga di ajak dong, besok papah jemput di sekolahnya kaka dan kita berangkat bersama sama yah, oke kaka. '' jawab danil dan sauqy langsung senyum.
''Udah jangan bahas mainan, kita makan dulu yah. '' ucap bunda dan semua langsung menuju meja makan.
semua makan dalam keheningan sampai selesai makannya, danil langsung menghampiri dira saat terdengar suara dira menangis dan danil langsung memberikan botol susu yang sudah di siapkan oleh hanif.
Hanif sedang nyemil buah buahan dan menyuapi kedua anaknya, hanif tenang karena danil bisa di andalkan untuk menjaga baby nya.
''Ingat yah besok jangan minta mainan yang aneh aneh, kalian mainannya sudah sangat banyak dan kalau kalian membeli mainan yang ga sesuai, mamah akan sumbangkan semua mainan ke panti asuhan. '' ucap hanif dan membuat kedua anaknya mengangguk.
__ADS_1
Hanif terbilang ketat pada sauqy dan fiya, beda dengan danil yang selalu memanjakan nya, bahkan danil selalu melindungi kedua anaknya kalau sedang di marahi oleh hanif.
Setelah slesai memakan buahnya, hanif membawa satu piring buah potong untuk di makan oleh danil.
''Suapin mamah, papah kan susah loh makannya. '' ucap danil saat hanif membawa buah buahan dan membuat hanif langsung kaget.
''Kenapa kaget gitu, kan kita harus mulai memanggil mamah dan papah, biar anak anak kita terbiasa. '' ucap danil kembali.
''Gak mau mas, geli aku dengernya. '' jawab hanif dengan penolakannya dan membuat danil menyetujui keinginan hanif.
''Awas yah mas kalau besok beliin mainan yang aneh aneh buat anak anak, lihat ajjah. '' ucap hanif mengancam pada danil.
''Iya sayang mas juga ngerti. '' jawab danil sambil memerima suapan buah dari hanif.
Dira sudah tertidur dan danil langsung menidurkannya di box bayinya.
''Sini biar mas yang makan sendiri dan gak usah di suapi sama kamu. '' ucap danil sambil mengambil buah buahan di tangan hanif.
Ayah menghampiri dan mengajak untuk sholat isya berjamaah, danil dan kedua anaknya langsung menuju mushalla dan sebelumnya danil menyimpan piring kosong ke dapur.
Dua puluh menit kemudian semua selesai sholatnya, semua menghampiri hanif, sauqy dan fiya langsung duduk di depan tivi dan di ikuti oleh bunda dan ayah, sedangkan danil menghampiri hanif dan duduk di samping hanif.
Hanif melihat jam ternyata sudah menunjukan pukul sembilan malam, dia langsung menghampiri anak anaknya dan meminta untuk tidur.
''Besok lagi nonton tivinya, sekarang kalian waktunya bobo yah. '' ucap hanif dan anak anaknya langsung menurut.
Fiya langsung minta gendong ke hanif namun danil langsung mengambil alih menggendong fiya, sauqy di tuntun hanif ke kamarnya.
Bunda langsung duduk di sofa menjaga dira yang tertidur, ayah langsung ke ruangan kerjanya.
''Bobo yah jagoannya mamah, besok kaka harus bangun pagi dan sekolah. '' ucap hanif setelah membantu sauqy gosok gigi dan langsung tidur di ranjangnya.
''Mamah, besok kaka boleh ikut kan ke ayah, kaka mau minta di beliin PS boleh ga?? '' ucap sauqy.
''Gak boleh sayang, nanti kamu malah malas untuk belajar, nanti mamah sediakan leptop di kamar kamu yah, buat membantu kamu belajar dan mencari pelajaran sekolah. '' ucap hanif dan sauqy mengangguk patuh.
Sauqy tak lama langsung terlelap, hanif langsung mengganti lampu kamar dengan lampu tidur.
''Met bobo jagoanku, semoga mimpi indah sayang. '' ucap hanif sambil mencium kening sauqy.
__ADS_1
Hanif keluar kamar sauqy dan turun ke lantai satu untuk memindahkan dira ke kamar.
''Loh, dira nya mana bunda?? '' ucap hanif saat sampai di ruang keluarga.
''Udah di bawa danil ke kamar kalian sayang. '' jawab bunda.
Hanif langsung merapihkan peralatan kerjanya dan segera menyusul danil ke kamarnya.
Hanif membuka pintu kamar dan tersenyum saat melihat danil sedang menidurkan dira di ranjangnya.
''Sekarang kamu tidurkan dira di ranjang barengan kita, nanti setelah dua bulan, pasti dira akan sering di pindah ke box. '' ucap hanif dan sukses membuat danil tersenyum.
''Itu jangan di tanya lagi laah, kan udah kebiasaan suami kamu untuk meminta jatah dan mas gak mau membuat dira gak nyaman nantinya. '' ucap danil dan hanif langsung menuju kamar mandi tidak merespon ucapan danil yang melantur.
Danil langsung ikut masuk kedalam kamar dan kaget melihat hanif tanpa busana dan sedang mengganti pembalutnya.
''Kamu itu sengaja sekali menggoda mas. '' ucap danil saat membuka pintu.
''Salah kamu sendiri laah, aku kan lagi bersih bersih juga kan. '' Jawab hanif.
Danil langsung menghampiri hanif yang telah selesai mengganti pembalutnya, danil langsung mencium bibir hanif.
''Lepas mas, nanti bisa bisa aku yang akan jadi korban kamu, sana gosok gigi. '' ucap hanif yang melepas paksa ciuman danil dan langsung keluar kamar mandi.
''Awas yah kamu sayang, mas akan buat kamu gak bisa berjalan setelah nifas kamu selesai. '' ucap danil dan hanif langsung tersenyum keluar kamar mandi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
............