MENUJU SURGAMU

MENUJU SURGAMU
Eps 35


__ADS_3

Mamah hana dan alatif pamit pulang, karena kalandra tertidur dengan fiya dan sauqy juga, sedangkan risa menginap di rumahnya hanif.


hanif meminta rina untuk mengantar risa lke kamar tamu yang sudah di siapkan oleh bibi.


Risa masuk kedalam kamarnya dan kagetv melihat kamar super mewah dan sangat modern.


''Semoga mba risa nyaman yah di kamar ini dan cocok juga. '' ucap rinna saat risa menatap sekeliling kamarnya.


''Ini ma bukan bikin nyaman lagi tapi bikin betah deh rina, makasih udah mau antrn saya. '' jawab risa.


''Sama sama ,mba ridsa, neng hanif memang sangat baik hati loh, selamat untuk pernikahannya yah mba risa. '' ucap rina.


''Makasih rina. '' jawab risa.


''Oh iya, nona hanif kenapa bisa cerai dengan mas alatif, trus punya anak gak dari pernikahannya, kamu tau gak rina?? '' tanya risa dan membuat rina diam.


''Pokonya ceritanya sangat berbelit deh mba dan semua sangat saling terkait, intinya pernikahan neng hanif dengan tuan alatif itu hanya sepuluh hari dan itu semua karena orang ketiga mba dan neng hanif gak punya anak dari pernikahannya dengan tuan alatif, semua anak dari tuan danil, suami kedua neng hanif. '' jawab rina.


''Kalau pengen banget tahu ceritanya, tanyakan langsung ke tuan alatif deh mba. '' jawab rina kembali karena melihat risa masih belum percaya dan penasaran dengan ceritanya rina.


''Makasih rina, nanti saya tanyakan langsung ke mas alatif deh. '' ucap risa dan rina langsung mengangguk dan pamit pada risa.


''Mas alatif sepertinya masih mengharapkan nona hanif dan mungkin sangat mencintainya, tapi suami neng hanif yang sekarang gak kalah ganteng sama tuan alatif dan nona hanif sangat beruntung, mendapatkan suami suami yang ganteng ganteng. '' gumam risa dalam hatinya sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.


''Saat ini hanif sedang di kamar dan menidurkan dira di box tidurnya, karena dira terlelap di pangkuannya hanif,


''Mas alatif semoga kamu benar benar mencintai dan menerima risa dengan tulus dan tidak ada kontrak pernikahan di pernikahan kamu, agar mas danil tenang dan tidak memikirkan kamu yang selalu terobsesi mas latif. '' ucap hanif sambil memilih pakaian untuk risa ganti.


Hanif berjalan keluar kamarnya dan menuju kamarnya risa untuk memberikan pakaian ganti .


Hanif masuk setelah risa mempersilahkannya dan hanif langsung memberikan pakaian ganti untuk risa, risa menerima dan berterimakasih, hanif langsung keluar kamar risa karena dia harus ke kamartnya, dira tidur dan tidak ada yang menunggu.


Di kediaman alatif.....


Alatif menidiurkan kalandra di ranjangnya dan langsung masuk ke kamar mandi setelah menidurkan kalandra.


Alatif melamun saat merendam tubuhnya dan terus memikirkan semuanya, karena alatif menikahi risa dengan kontrak pernikahan dan ingin memberi pelajaran untuk risa yang membuat alatif kesal karena risa selalu melawan semua ucapan alatif dan alatif menganggap risa menanntangnya.

__ADS_1


''Hanif saat ini kamu sudah tidak bisa aku gapai, kamu begitu mencintai suami kamu dan melupakan aku, melupakan pernikahan kita dulu. '' ucap alatif sambil merenung dan menangis karena sakit di hatinya.


Alatif segera menyelesaikan mandinya kamrmena kalandra memanggilnya.


''Ayah kaka mau pipis. '' ucap kalandra saat menggedor pintu kamar mandinya alatif.


Alatif langsung keluar kamar mandi dan kalandra langsung masuk.


Kalandra keluar kamar mandi setelah buang air kecil dan alatif langsung membawa kalandra menuju kamarnya dan meminta suster untuk memandikan kalandra.


Alatif turun ke lantai satu karena mendengar suara fatih dan saat alatif turun, ternyata ada patih dan anisa di ruang keluarga.


''Sombong sekali kamu fatih, baru datang kesini setelah di suruh. '' ucap alatif saat menghampiri fatih.


''Fatih sibuk kak, makanya gak bisa kesini dan kehamilan nisa juga rewel, makanya fatih gak bisa kemana kemana, mana jagoan fatih kok belum terlihat?? ucap fatih.


''Kalandra lagi dimandikan susternya. '' jawab alatif.


''Kamu seriusan menikah kak dan gak ada perjanjian atau kontrak pernikahan lagi kan?? '' tanya fatih dan membuat alatif menghembuskan nafas kasarnya.


''Bukan urusan kamu dan kamu hanya cukup jadi saksi pernikahan kaka sajah fatih. '' jawab alatif.


''Hanif memang wanita baik dan sangat gak tegaan, makanya hanif meminta risa untuk mau menerima keluarga hanif sebagai wakilnya. '' ucap alatif.


''Begitulah hanif, wanita baik hati dan idaman setiap ibu ibu yang ingin menjadikannya menantu. '' ucap mamah hana dan anisa hanya diam tidak ikut bicara, karena benar adanya hanif wanita dengan sejuta kesempurnaan di kehidupannya dan sangat di inginkan oleh setiap pria.


''Ayah fatih......'' teriak kalandra dan fatih langsung merentangkan tangannya dan kalandra langsung memeluknya.


''Jagoan ayah udah gede yah, tambah ganteng mirip ayah lagi. '' ucap fatih dan kalandra langsung tersenyum.


''Hay tante anisa, dede bayinya udah lahir seperti dede dira belum?? '' ucap kalandra dan anisa langsung tersenyum.


''Dede bayinya masih di perut tante dan lahirnya masih beberapa bulan lagi kaka. '' jawab anisa dan kalandra hanya menjawab oh.


''Nanti kalau tante risa udah jadi ibunya kaka, kaka may minta ibu risa buatin dede bayi yah, biar kaya fiya punya dede dira. '' ucap kalandra dan membuat alatif tersedak, karena alatif sedang minum.


''Pelan pelan alatif, kamu itu kebiasaan sekali. '' ucap mamah hana yang menepuk nepuk lengan alatif.

__ADS_1


''Boleh kan ayah, kaka minta dede bayi ke tante risa kalau nanti udah jadi ibunya kalandra, mamah hanif kan bilang kalau ayah menikah dengan tante risa, berarti nanti tante risa jadi ibunya kaka juga, berarti kaka bisa kan minta dede bayi ke ibu risa?? '' tanya kalandra dan alatif hanya tersenyum.


''Anak ini benar benar menjebak jadinya. '' gumam alatif dalam hatinya.


''Kaka sayang, nanti kalau tante risa udah menikah dengan ayah kaka dan tinggal di rumah ini, kaka tinggal bicara ajah ke tante risa, bicarakan semua permintaan kaka pada tante risa dan pada ayah juga, kaka mengerti kan ucapan omah. '' ucap mamah hana saat alatif hanya diam dengan pertanyaan kalandra.


''Yaudah nanti biar mamah hanif ajah yang bilang ke ayah, ayah kan nurutnya sama mamah hanif, kalau tante risa yang bilang, nantinya ayah malah berantem omah sama tante risanya. '' jawab kalandra.


''Boleh kaka, nanti kaka bilang ke mamah hanif, minta nasihatin ayah, biar mau buat dede bayi dengan tante risa yah. '' ucap mamah hana dan alatif langsung kesal karena semua ucapan yang di ucapkan hanif tidak akan bisa di tolak oleh alatif.


''Mamah stop, jangan ngomporin kalandara kaya gitu, nanti kalandra bicara ke hanif kan jadinya berabe dan latif nanti dapat masalah mamah. '' ucap latif dan mamah hana hanya mengangkat bahunya dan tidak mau meralat ucapannya.


''Nanti kaka mau bicara ke mamah hanif pokonya ayah dan nanti mamah hanif yang bicara ke ayah. '' ucap kalandra dan alatif langsung menuju ruang kerjanya, karena alatif malas dengan obrolan mamah nya dan kalandra.


''Mamah jangan gitu dong, mamah tau kan kalau kak latif gak akan bisa menolak semua ucapan hanif, gimana kalau hanif sampai mengiyakan permintaan kalandra dan latif nanti kena masalah. '' ucap fatih.


''Biarkan fatih, karena hanya hanif yang bisa membuat kaka kamu berubah dan hanya ucapan hanif yang akan di dengar oleh latif, biar hanif memberikan wejangan pada alatif dan mamah yakin ada sesuatu di pernikahan ini, mamah ingin yang terbaik untuk latif dan risa, mamah ingin latif benar benar berumah tangga dan tidak mengharapkan hanif lagi, kasihan kan latif akan selalu sakit hati melihat kebahagiaan hanif dan keluarga kecilnya. '' ucap mamah hana.


''Iya juga sih, tapi kan nantinya takut kalau malah jadi masalah dengan danil, itu yang fatih takutkan mamah, kita hargain perasaan danil, gimana kalau danil gak ijinkan hanif berbicara dengan latif?? '' ucap fatih.


''Itu nanti kita fikirkan yah fatih, yang terpenting saat ini, hanif mau bicara dengan latif, itu ajah dan soal danil, mamah yakin danil akan mengerti dan memberikan ijin pada hanif untuk berbicara dengan latif, ini semua kan untuk kebaikan danil juga loh. '' ucap mamah hana.


.


.


j



.


.


.


.

__ADS_1


..........


__ADS_2