
Malam hari menjelang......
Setelah sholat isya berjamaah, hanif dan semua keluarga langsung memakan makan malam nya, sauqy dan fiya pun ikut makan bersama dan membuat meja makan menjadi ramai karena fiya saat makan selalu berceloteh sedangkan sauqy seperti biasa fokus pada makanan dihadapannya.
Ayah dan bunda senang dengan kabar kehamilan hanif dan membuat semua antusias dan danil lah yang paling bahagia.
Hanif membawa kedua anaknya ke kamar, menggosok giginya dan menidurkannya.
Tiga puluh menit kemudian hanif masuk ke kamarnya dan bersih bersih.
Danil masuk ke kamar dan tersenyum melihat hanif sedang terlentang di ranjang, danil langsung ke kamar mandi dan bersih bersih.
''Sayang......'' ucap danil saat merungkup tubuh hanif dan membuat hanif kaget.
''Ya allah, mas danil ngapain sih. '' ucap hanif.
''Kamu yang kenapa, tidurnya seperti ini. '' ucap danil sambil tersenyum.
''Awas mas, nanti perutnya kepencet loh. '' ucap hanif.
Danil langsung mencium kening, kedua pipi hanif dan terahir mencium bibir hanif.
Hanif terbawa suasana dan melawan ciuman dari danil, namun saat danil menyentuh bagian pavoritnya, hanif langsung tersadar.
''Stop, ga boleh sebelum janin berusia enam belas minggu mas. '' ucap hanif dan danil langsung tidur di samping hanif.
''Maaf sayang, keasikan sih jadinya gak ingat kalau kamu lagi hamil muda. '' ucap danil dan hanif tersenyum.
Danil mencium kening hanif dan danil membawa hanif tidur di dada nya, danil langsung memeluk erat tubuh hanif dan tertidur lelap.
Pagi hari menjelang......
Tepat pukul lima pagi, hanif membuka mata dan membangunkan danil untuk sholat subuh berjamaah.
Di lantai satu rumah, bunda sedang mengurus sauqy dan fiya yang meminta makan.
Bunda di bantu rina menyiapkan makanan untuk sauqy dan fiya, bunda begitu senang karena kedua cucunya tidak pemilih makanan, asalkan makanan itu enak, fiya dan sauqy pasti memakannya.
Hanif selesai sholat subuh langsung turun, untuk membuatkan teh hangat untuk danil.
''Kaka sama adee lagi makan apaa?? '' ucap hanif yang menghampiri meja makan.
''Anak kamu ini, bunda baru selesai sholat udah minta makan, jadinya di bikinin makanan sama bunda, di bantu rina jadinya cepet jadi makanannya. '' ucap bunda dan hanif langsung senyum.
''Yaudah kan ada bunda sekarang, hanif mau buatkan teh hijau hangat buat mas danil yah. '' ucap hanif dan bunda mengangguk.
Ayah datang dan ikut sarapan bersama kedua cucunya, yang super ribut kalau sudah bersamaan.
Hanif langsung ke lantai atas membawa teh hangat nya untuk danil.
Danil baru selesai mandi saat hanif masuk ke dalam kamar.
Hanif langsung membantu danil memakai pakaiannya dan terahir memakai kan dasi nya.
''Ini minum nya mas. '' ucap hanif memberikan teh dan mengambil handuknya dari danil.
__ADS_1
Danil langsung duduk dan meminum teh hangat yang di buatkan hanif.
''Sayang Kamu mau ke butik hari ini atau ke kantor?? '' ucap danil.
''Mau ke kantor kayanya, kalau butik udah sama olive semua di hendle, lagian disainer nya udah bisa di andalkan sekarang mas. '' ucap hanif.
''Mau mas antar atau berangkat barengan linda?? '' ucap danil.
''Barengan linda ajah, aku mau aga siangan juga mas berangkatnya. '' ucap hanif dan danil hanya menganggukan kepalanya.
Danil langsung mengajak hanif untuk sarapan dan hanif langsung mengikutinya.
''Loh anak papah udah makan, pinternya. '' ucap danil sambil mencium pipi kedua anaknya.
''Belum pada mandi loh, malah udah makan. '' ucap ayah.
''Gak apa apa ayah, bagus buat kekebalan tubuhnya juga sih. '' ucap danil.
''Kamu itu, bukan bagus tapi jorok. '' ucap hanif dan membuat kedua anaknya diam.
''Kaka sama adee mandi yah, biar mba rina yang membantu memandikan kalian yah. '' ucap danil dan kedua anaknya mengangguk karena hanif terus menatap kedua anaknya.
''Kamu ke anak jangan seperti itu hanif, mereka anak kecil loh, harus di maklumi. '' ucap ayah dan hanif mengangguk.
Danil dan hanif sarapan berdua, karena ayah dan bunda sudah sarapan dengan kedua anak hanif.
Selesai sarapan, hanif mengantar danil ke pintu depan.
''Hati hati yah sayang kamu nanti di kantornya, ingat ada janin di perut kamu. '' ucap danil.
''Udah sana pergi, kalau mas danil disini terus nantinya mesum. '' ucap hanif.
''Mas pergi yah sayang. '' ucap danil pamit dan mencium kening hanif.
Hanif masuk kembali dan menuju kamarnya untuk bersiap siap menuju kantor.
Dua puluh menit kemudian hanif keluar kamar mandi dan masuk kedalam ruang ganti pakaiannya.
Saat hanif keluar kamar ganti sauqy dan fiya menunggu hanif di sofa.
''mamah, kaka boleh ikut yah sama mamah. '' ucap sauqy.
''Fiya juga ikut. '' ucap fiya.
''Kalian boleh ikut, tapi ga boleh nakal di kantor mamah nanti yah. '' ucap hanif dan membuat anak anaknya bersorak gembira.
Hanif memakai cadarnya dan segera turun ke lantai satu.
''bunda, hanif ke kantor dulu yah, anak anak ikut sama hanif. '' ucap hanif saat menghampiri bunda nya.
''Loh ko kaka sama adee malah mau ikut, di rumah ajah sama omah yah, omah mau ke villa loh, kalian ikut ga sama omah. '' ucap bunda dan kedua anak hanif kompak menggelengkan kepalanya.
''Udah bunda, gak apa apa ko anak anak ikut sama hanif, kalau mereka nakal, hanif akan suruh linda mengantar mereka pulang. '' ucap hanif dan bunda pun setuju.
Hanif menuntun kedua anaknya menuju mobil dan linda langsung menjalankan mobilnya saat setelah hanif dan kedua anaknya masuk kedalam mobil dan duduk.
__ADS_1
Dalam perjalanan hanif sibuk dengan iped nya dan anak anak sibuk berceloteh melihat jalanan.
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai di kantor pemasaran komplek mewahnya dan hanif kaget karena semua sudah berkumpul, termasuk alatif dan presdir aldo.
Kedua anak hanif mengikutinya di belakang dan langsung duduk di sofa ruangan hanif.
Meeting pun di mulai dan berahir setelah dua jam karena hanif harus merombak semua berkas berkas yang begitu berantakan.
Sepanjang meeting alatif terus menatap hanif, sedangkan aldo terus memperhatikan alatif dan membuat semua yang menghadiri meeting merasa suasana tidak terlalu tegang.
''Meeting selesai dan saya akan mengirimkan berkas barunya pada email masing masing, selamat siang dan terimakasih. '' ucap hanif.
Hanif menuju pintu dan segera meninggalkan ruangan meeting, karena hanif sangat menghawatirkan kedua anaknya.
''Hanif bisa saya bicara?? '' ucap alatif dan membuat hanif membalikan tubuhnya.
''Bicara apa yah mas alatif?? '' ucap hanif.
''Mau gak kamu hari ini makan siang bersama saya, mumpung anak kamu ikut, saya akan hubungi mamah untuk membawa kalandra juga. '' ucap alatif dan hanif langsung mengiyakannya.
''Boleh mas, kamu hubungi mamah rosa dan bawa kalandra juga. '' ucap hanif dan alatif langsung tersenyum senang.
Hanif masuk ke ruangan nya dan alatif menghubungi mamah nya.
''Kalian lagi nonton apa?? '' ucap hanif saat masuk keruangannya dan melihat kedua anaknya sedang menonton di leptopnya.
''Nonton kartun mamah. '' ucap sauqy dan fiya mengangguk.
Alatif masuk dan memberitahukan kalau mamah hana duluan menuju restoran, hanif langsung membawa kedua anaknya menuju mobil.
Hanif menolak saat alatif mengajaknya bersama dan dengan sangat terpaksa alatif langsung menuju restoran terlebih dahulu.
Ternyata alatif mengajak makan siang di restoran hotel mewah milik hanif, jadi hanif tidak terlalu ragu untuk mengiyakannya.
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai di depan lobi hotel dan hanif kaget saat melihat mobil danil ada di parkiran.
''Ini mobil mas danil kan, kenapa ada disini yah dan kenapa ga ngabarin kalau ada meeting disini?? '' ucap hanif.
Hanif langsung masuk dan menuju restoran, hanif tersenyum saat melihat mamah hana dengan kalandra, kalandra langsung memeluk hanif saat hanif menghampirinya dan membuat alatif senang.
''Mamah udah lama sampai disininya?? '' ucap hanif.
''Gak ko sayang, mamah baru lima menit lalu sampai disini nya, kalandra senang banget mau ketemu kamu loh sayang. '' ucap mamah hana.
''Kalandra menganggap kamu mamah nya, makanya dia begitu senang bertemu kamu. '' ucap alatif.
''Kamu juga mas, harusnya lebih memperhatikan kalandra, dia masih sangat kecil dan masih membutuhkan perhatian kamu. '' ucap hanif.
''Iya hanif, saya janji akan lebih memperhatikan kalandra, apalagi kalau kamu mau jadi mamah nya, saya dan kalandra akan sangat senang. '' ucap alatif tersenyum membuat mamah hana memukul lengan alatif.
Makanan datang dan anak anak langsung antusias makan.
Hanif membuka ipednya dan membuka cctv hotelnya untuk mencari keberadaan danil.
''Mas danilll.......'' ucap hanif sambil berdiri dan menangis.
__ADS_1