MENUJU SURGAMU

MENUJU SURGAMU
Eps 58


__ADS_3

Di rumah sakit saat ini...


Danil membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya, danil langsung tidur di samping hanif yang tenang dengan tidurnya.


Tak lama danil langsung tertidur dan memeluk hanif dengan erat, tubuh hanif menjadi lebih kurus, karena tidak ada asupan makanan pada tubuh hanif selama koma satu bulan lebih.


Pagi hari menjelang......


Hanif membuka matanya dan merasakan tubuhnya berat karena danil memeluk tubuhnya dengan erat.


Hanif tersenyum saat memegang tangan danil yang melingkar di perutnya.


''Mas danil bangun udah pagi, kamu gak sholat subuh dulu, nanti kesiangan. '' ucap hanif sambil memegang tangan danil namun danil tidak membuka matanya dan betah dengan pelukannya.


Hanif hanya menghela nafasnya dan terdiam menunggu suami nya bangun.


''Aku merasakan pergerakan di perut sangat kuat waktu hamil dan perut menonjolnya sangat besar, ternyata babby nya aku laki laki, alhamdulilah ya allah dan sauqy ada teman sekarang. '' ucap hanif sambil tersenyum dan memegang tangan danil.


Di rumah hanif saat ini.....


Fiya dan sauqy sudah bersiap dan sedang sarapan pagi, anak anak hanif begitu giat untuk bangun pagi, karena pagi ini anak anaknya hanif akan bertemu hanif dan danil.


Ayahnya hanif sedang menggendong dira yang rewel karena di bangunkan pagi pagi oleh fiya dan hanya ayah fadil yang bisa menenangkan dira yang sangat rewel.


Babby nya hanif sedang di mandikan oleh bunda di kamarnya hanif.


''Assalamualaikum.....'' ucap salam ibu rosa saat masuk kedalam rumah.


''Walaikumsallam...... omah sini sarapan dulu. '' ucap sauqy dan ibu rosa langsung tersenyum.


Sauqy dan fiya langsung mencium tangannya ibu rosa.


''Omah udah sarapan di rumah tadi, kaka makan yah dan yang tenang makannya. '' ucap ibu rosa.


Bunda selesai dengan memandikan babby nya hanif dan memakaikan pakaian dira waktu bayi karena pakaian dira gak semua di pakai dan saat ini terpakai oleh babby hanif.


Bunda membawa babby nya hanif turun dan menghampiri cucunya yang lain.


''Mba rosa udah sampai, saya kira anak anak mengobrol dengan siapa. '' ucap bunda saat menghampiri ke meja makan.


''Gimana bunda, babby nya rewel gak semalaman?? tanya ibu rosa.


''Alhamdulillah babby nya gak rewel dan tidur nya nyenyak, malahan yang rewel dira tuh. '' jawab bunda.


''Dira kenapa rewel, biasanya dira paling kalem kalau apa apa. '' ucap ibu rosa.


''Dede dira tadi di ganggu bangunnya sama fiya tuh, makanya jadi rewel. '' ucap sauqy.


''Kaka fiya bukan fiya kak, lagian kan kita mau ketemu mamah, jadinya kan bangunkan dede dira juga. '' ucap fiya.


''Iya banguninnya di ganggu jadinya dede dira rewel. '' ucap sauqy.

__ADS_1


''Biarin ajah. '' ucap fiya.


''Udah kalian makan nya jangan sambil ngobrol, lanjutkan makannya. '' ucap ayah yang menghampiri ke meja makan dan membuat anak anak terdiam dan melanjutkan makannya.


Dira langsung ingin di gendong oleh ibu rosa dan ibu rosa langsung menggendong nya.


''Dede dira jangan rewel yab sayang, kan mau ketemu sama mamah dan sama papah juga. '' ucap ibu rosa dan dira langsung mengangguk tersenyum.


Dira di suapi makan oleh ibu rosa dan dira menerima suapannya, ayah fadil langsung bersiap siap untuk ikut ke rumah sakit.


Bunda memberikan susu pada babby nya hanif dan bunda juga sudah bersiap tinggal menunggu ayah dan makanan yang di packing untuk danil.


Di rumah sedang sibuk dengan persiapan, sedangkan di rumah sakit danil terlihat masih nyaman dengan tidudnya, hanif hanya bisa diam dan menunggu danil membuka matanya.


Tepat pukul tujuh pagi danil membuka matanya dan tersenyum saat hanif menatapnya.


''Bangun mas danil dan mandi sana udah siang loh ini, anak anak keburu datang loh. '' ucap hanif.


''Iya istri ku yang bawell, mas mau mandikan kamu dulu yah baru deh mas mandi. '' ucap danil dan hanif setuju.


Sebelum memandikan hanif Danil memeriksa keadaan hanif dan tekanan darah hanif sudah normal, danil melepaskan infus di tangan hanif, karena kondisi hanif sudah stabil.


Danil menggendong hanif dan membawanya ke kamar mandi, dengan telaten danil memandikan tubuh hanif dan hanif menerima setiap danil membersihkannya, dua puluh menit kemudian danil selesai memandikan hanif dan segera membawa hanif keluar ruangan, hanif di pakaikan pakaian gamis oleh danil dan hijab instan nya tanpa cadar.


''Kamu duduk dan minum susunya yah, mas mau mandi dulu, takut pasukan rindu mamah dan papah datang kesini kan berabe karena mas belum mandi. '' ucap danil dan hanif hanya tersenyum.


Hanif meminum susu yang di siapkan danil, hanif juga memakan buah buahan yang di potong potong oleh danil.


Pintu ruangan hanif di ketuk dan pihak perawat yang masuk untuk memberikan makanan ke hanif, setelah selesai mereka keluar kembali.


''Mamah kapan pulang?? '' tanya fiya saat berada di pelukan hanif.


''Tanya ke papah, dia kan dokternya dan mamah akan patuh semua ucapan dokter yang menangani mamah disini. '' jawab hanif dan fiya mengangguk.


Ayah mendekat dan memeluk hanif dengan erat.


''Ayah senang sekali, putri kesayangan ayah bisa sadar dan membuka matanya kembali, makasih sayang karena kamu mau berjuang untuk sadar. '' ucap ayah dan hanif mengangguk.


Hanif berpelukan dengan bunda dan ibu rosa, dua ibu yang membantu hanif merawat anak anaknya.


''Danil mana, kok gak terlihat sih?? '' tanya ayah.


''Mas danil lagi mandi dan ayah tau sendiri mas danil kalau mandi itu sangatlah lama. '' jawab hanif dan ayah tersenyum.


''Dira gak kangen sama mamah, kenapa dira dieum ajah sayang. '' ucap hanif saat dira hanya diam dan menatap hanif.


Namun dira langsung menangis kencang dan memeluk erat tubuh hanif.


''Anaknya mamah ko nangis, nanti cantiknya ilang loh sayang, berhenti yah menangisnya. '' ucap hanif dan dira pun tangisnya reda.


Danil keluar kamar mandi, fiya dan sauqy langsung menghampiri dan memeluknya erat.

__ADS_1


''Fiya kangen papah, kenapa papah gak pulang pulang ke rumah?? '' ucap fiya.


''Papah kan jaga mamah di rumah sakit, kalau papah pulang nanti mamah sendirian di rumah sakit. '' ucap danil dan fiya mengangguk.


Danil mencium tangan ayah mertuanya dan berpelukan erat.


''Tubuh kamu jadi kurus gini sih, ini brewok nya di pangkas dong, terlihat tua sekali. '' ucap ayah dan danil hanya tersenyum.


Danil mengahmpiri dira dan menggendongnya, dira langsung memeluk erat leher dani dan menciumi wajah danil.


''Anak papah cantik banget siih, gak rewel kan ke omah dan ke opah?? '' ucap danil dan dira menggeleng.


''Rewel papah tuh, nangis ajah panggil panggil nama papah sama mamah tiap mau bobo. '' Jawab fiya dan dira menggeleng.


''Gak pappah, dira gak nangis. '' ucap dira.


Danil hanya tersenyum dan mendudukan dira di samping hanif, danil membawa babby cowonya dan memberikan pada hanif.


''Mammah, ini dede bayinya dira yah?? '' tanya dira saat hanif memangku babby nya.


''Iya sayang, ini dede bayinya dira dan dira jadi kaka sekarang. '' jawab hanif dan dira langsung senang.


''Kasih nama babby nya, kasihan sudah empat puluh hari belum di kasih nama. '' ucap ayah dan hanif mengangguk.


''Mas danil kasih nama buat anak kita yang sekarang, biasanya namanya bagus bagus kalau mas danil yang memberikannya. " ucap hanif dan danil langsung berfikir.


''Baiklah, mas lagi yang akan memberikan nama untuk babby junior kita sekarang, bismillah nama yang mas berikan DAFFA DZUHAIRI ALFARIZI, panggilannya daffa dan artinya itu adalah anak laki laki yang berakal cerdas dan selalu bersemangat dalam bekerja, semoga nama ini cocok untuk babby nya. '' ucap danil dan semua nya tersenyum.


''Nama babby nya dede daffa, kaka jadi punya teman sekarang dan gak cewe lagi adiknya. '' ucap sauqy senang dan hanif tersenyum.


''Ingat yah, kalian semua harus sayang dan selalu saling menyayangi dan harus akur sesama saudara, kaka sauqy juga harus jadi kaka yang baik untuk adik adik kaka mencontohnya. '' ucap hanif dan ketiga anaknya mengangguk.


Semuanya mengobrol tenang dan seperti biasa, fiya dan dira selalu berceloteh dan membuat semua tertawa tawa.


.


.


.



.


.


.


.


.

__ADS_1


.


..............


__ADS_2