
Pagi hari menjelang.......
Di rumah sakit saat ini baby dira telah selesai di mandikan dan di tidurkan kembali di box tempat tidurnya, hanif juga telah selesai bersih bersih dan siap untuk pulang.
Danil tersenyum melihat putrinya saat ini, dengan fose tidur seperti nyaman.
''Assalamualikum.....'' ucap salam bunda saat masuk ke ruangan hanif.
''Walaikumsallam bunda.....'' jawab hanif.
''Udah siap kan kamu sekarang sayang, mobil di lobi sudah siap soalnya?? '' ucap bunda.
''Udah bunda, ini juga nunggu bunda datang. '' jawab hanif sambil merapihkan barangnya.
''Yaudah kita berangkat sekarang, biar baby nya bunda yang gendong yah. '' ucap bunda dan menghampiri cucunya.
''Bunda gendong dira dan danil membantu hanif. '' ucap danil.
bunda langsung menggendong baby dira dan langsung keluar meninggalkan ruangan hanif, danil langsung meminta hanif duduk di kursi roda dan danil mendorongnya, barang barang di pangku oleh hanif sambil duduk di kursi roda.
Bunda sudah sampai di mobil dan duduk memangku baby dira, linda langsung membantu membawa barang nya dan danil membantu hanif duduk nyaman di kursi mobil.
Setelah danil masuk, linda langsung menjalankan mobilnya menuju rumah utama, sepanjang perjalanan baby dira sangat tenang dan tidak rewel.
''Dira beda sama fiya loh hanif. '' ucap bunda dan membuat hanif langsung menoleh pada bunda.
''Beda wajah nya maksud bunda. '' jawab hanif.
''Iya itu salah satunya, tapi dira lebih tenang dan kalem loh, kalau fiya dulu kan gak setenang dira, fiya kan selalu menangis kalau dia terusik dan ada gerakan di sekitarnya, kalau dira tenang banget. '' ucap bunda dan hanif hanya mengangguk.
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai di pekarangan kediaman rumah hanif, bunda lebih dulu masuk menggendong baby dira, hanif d bantu danil untuk berjalan, di rumah sangat ramai karena membuat tulisan ucapan selamat datang.
''Semua kumpul hanif senang deh. '' ucap hanif saat duduk di sofa.
''Kan sengaja menyambut baby dira, ini juga kalandra ga sabaran pengen lihat dede bayi. '' ucap mamah hana.
Hanif tersenyum senang melihat kebahagiaan semuanya dan tak lupa hanif mengucap syukur, karena banyak orang yang menyayanginya.
Danil langsung ke ruang kerja menyusul ayah mertuanya, karena akan ada meeting online.
''Anisa kenapa ga ikut mamah?? '' ucap hanif karena tidak melihat anisa.
''Anisa sama fatih lagi ke bogor sayang, datangin acara launching hotel keluarga anisa. '' jawab mamah hana.
''Oh, pantas ajah. '' ucap hanif.
Anak anak langsung bermain di dampingi rina, bunda dan ibu rosa menyiapkan makanan untuk makan siang, baby dira di jaga oleh mamah hana.
__ADS_1
Hanif merebahkan tubuhnya di sofa dan tak lama hanif terlelap, mamah hana hanya senyum melihat hanif tertidur.
''Kamu wanita hebat sayang, walaupun kamu hanya sebentar menjadi menantu mamah, tapi mamah senang karena kamu tetap menganggap mamah adalah mamah kamu. '' ucap mamah hana dalam hatinya.
Satu jam kemudian ibu rosa menghampiri ruang keluarga dan kaget melihat hanif tertidur pulas.
ibu rosa langsung mengganjal kepala hanif dengan bantal dan menyelimuti tubuh hanif.
''Hanif memang wanita hebat dan saya sangat senang karena hanif tetap menganggap saya mamah nya, padahal hanif sudah bukan menantu saya. '' ucap mamah saat ibu rosa menghampiri dan duduk di sebelahnya.
''Iya mba hana, saya juga senang karena hanif wanita luar biasa, dua kali melahirkan tapi gak bikin semua orang panik dan dia tenang, hanif juga mengurus anaknya dan mendidiknya dengan baik, sauqy dan fiya saat ini menjelma jadi anak yang cerdas dan hebat. '' jawab ibu rosa dan mamah hana tersenyum.
''Jaga hanif yah mba rosa, saya sangat menyayangi hanif sekali, dulu saya rela mencoba hal ekstrim agar alatif mau menikahinya dan setuju dengan perjodohannya, tapi sayangnya mereka berjodohnya tidak lama, tapi sekarang saya senang karena hanif tidak membuang saya dan tetap menyayangi saya. '' ucap mamah hana dan ibu rosa mengiyakannya.
''Danil kamu beruntung mendapatkan hanif. '' gumam ibu rosa dalam hatinya.
Bunda selesai masak dan menata di meja makan, setelah selesai bunda menghampiri ke ruang keluarga.
''Hanif tidur nya nyenyak banget yah. '' ucap bunda saat melihat hanif di sofa tertidur.
''Udah biarkan ajah, kasian lagi nyenyak banget. '' ucap mamah hana dan bunda mengangguk.
Ayah dan danil menghampiri ke ruang keluarga.
''Loh, hanif tidur ternyata. '' ucap danil dan langsung menghampiri hanif.
''Kalian semua duluan ajah makannya, danil nanti ajah makan nya kalau hanif sudah bangun. '' ucap danil dan semua mengangguk.
Danil saat ini tak henti hentinya memandang wajah cantik hanif, hanif bertambah cantik setelah melahirkan anak keduanya.
Di kantor alatif saat ini.....
Alatif sedang mengerjakan kerjaannya dan tiba tiba handphone nya berdering.
Alatif kaget karena risa lah yang menelphone nya.
''Ada apa kamu nelphone nomer saya??, kangen yah kamu ke saya. '' ucap alatif dengan penuh percaya diri.
''Ngaca tuan, saya gak sudi merindukan anda yah. '' ucao risa dan membuat alatif kesal.
''Awas kamu yah risa, saya akan membuat kamu menikah dengan saya. '' ucap alatif kesal.
''Amit amit, mendingan nikah sama monyet dan andai di dunia ini gak ada laki laki selain anda tuan, mending saya ga menikah seumur hidup saya. '' ucap risa.
''Dasar wanita bar bar, saya juga gak sudi menikahi kamu yah, terus ada apa kamu menelphone kalau bukan kangen saya?? '' ucap alatif.
''Anda pede sekali tuan, gara gara tuan saya jadi lupa deh maksud saya telphone tuan. '' ucap risa sambil mengingat nya.
''Bilang ajah jujur kamu terlalu terpesona makanya kamu berkilah. '' ucap alatif.
__ADS_1
''Stop tuan saya mau tanya, ini tuh sertifikat atau apa siih, ko seperti surat perjanjian sih?? '' ucap risa.
''Maksud kamu apaan?? '' jawab alatif yang masih belum ngeuh dan risa langsung membaca lembar di amplop nya.
''Antarkan ke kantor saya sekarang, kaya nya tertukar karena sama sama pakai amplop. '' ucap alatif.
''Malas tuan, anda sajah yang kesini karena anda yang membutuhkan berkasnya. '' ucap risa dan berhasil membuat alatif kesal.
''Baik kalau kamu maunya saya kesitu dan jangan salahkan saya kalau saya berbuat lebih ke kamu. '' jawab alatif sambil menutup panggilannya dan segera menuju ruko milik risa.
Alatif berjalan dengan cepat dan tidak memperdulikan orang orang yang memanggilnya dan menyapanya.
Di ruko saat ini risa begitu kaget mendengar alatif akan datang dan risa langsung menyiapkan perangkap kalau alatif macam macam.
Ruko risa begitu ramai dengan pembeli dan membuat risa senang.
''Hey wanita bar bar. '' ucap alatif saat sampai di ruko dan membuat risa kaget, semua pengunjung di bubarkan oleh bobi dan hanya beberapa menit semua pengunjung bubar.
''Apa apaan tuan, itu semua pelanggan saya kenapa di usir woyy......'' teriak risa.
''Bisa pelan gak sih suara kamu, berisik sekali sih. '' ucap alatif.
''Mana sertifikat saya tuan, ini berkas nya. '' ucap risa sambil memberikan amplopnya.
Alatif langsung mengeluarkan sertifikat dan menukarnya, alatif maju dan terus menuju risa, risa terus mundur dan mentok di tembok.
Risa seakan tersihir oleh ketampanan alatif dan membuat dia bengong menatap alatif, alatif langsung mencium bibir risa dan risa tidak menolak, namun sesaat kemudian risa sadar dan langsung menendang milik alatif dengan kakinya dan alatif langsung mengerang kesakitan.
''Kamu yah, awas kamu wanita bar bar. '' ucap alatif sambil memegang miliknya yang sakit.
''Salah anda sendiri tuan, berani melecehkan saya dan anda lancang mencuri ciuman pertama saya. '' ucap risa kesal.
''Saya ga perduli dan lihat pembalasan saya dan kamu akan membayar nya dengan permohonan ke saya. '' ucap alatif sambil berlalu keluar ruko.
''Dasar laaki laki gila. '' ucap risa.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.................