MERANGKAI KEBAHAGIAAN

MERANGKAI KEBAHAGIAAN
104.pertemuan yang tak di sengaja


__ADS_3

Ardian pun dengan cepat berjalan keluar dari rumah sakit tempat Laras yang telah ia anggap sebagai ibu nya , dia sungguh tidak bisa menahan ingin segera pergi untuk mencari Reni,tapi disaat dia hendak meninggalkan ruangan ,belum sampai halaman di belakang nya sudah ada orang yang yang berlari mengikuti nya .


"Len kamu harus nya tetap disini , jaga Tante dengan om ,biar aku yang mencari Reni ,aku berjanji akan menemukan nya dan membawa nya pulang bersama ku."ujar Ardian yang tetap berjalan walau dengan santai berbeda dari tadi yang tergesa-gesa.


Tapi tidak ada sahutan yang ada , akhirnya Ardian pun segera menoleh tapi belum sempurna ia menoleh kepalanya samping nya telah dijitak oleh orang yang menyusul nya itu .


"Aduh om ,kenapa sih om ,sakit tahu ,lagian kenapa om kesini ,kan sudah ku suruh untuk jaga Tante kan .ujar Ardian dengan mengaduh putus asa untung dia melihat kalo dia bukan Leni tapi laki-laki di depan nya yaNg tak lain adalah Rudy itu .


"Kenapa hah ,kamu mau bersaing dengan ku dihadapan Laras ,lagian aku ayah Reni kamu mau melarang aku mencari nya ,memang berani kamu sama aku hah ,ujar Rudy yang entah mengapa selalu saja menjadi panas bila di samping nih cowok .


Ardian akhirnya tidak menjawabnya dia pun memutuskan untuk terus berjalan menuju parkiran tempat kendaraan nya diparkir ,dengan segera dia pun mempersilahkan Rudy untuk naik karena Ardian akui dia sungguh tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk melihat Reni ,harapan nya hanya satu ia berdoa semoga bisa segera menemukan nya .


"Really, I have to go with that ride"ujar Rudy dengan kaget

__ADS_1


"iya lah om ,ini lebih cepat om , dari pada dengan mobil lebih lebih efisien bisa lewat walau jalan kecil om,lagian kita juga harus cepat ini sudah lima hari lho om , saya tidak mau menunda lagi om .ujar Ardian dengan mantap tanpa berfikir .


"ya lah ,cepet sih cepet lalu nanti Anak om mau di taruh dimana ,jangan bilang kamu bawa anak om lalu om ditinggal ya "ujar om Rudy dengan marah .


Ardian hanya bisa nyengir ,dia baru ingat kalo dia gak bisa bawa 3orang dengan motornya,tapi belum sempat ia berkata om Rudy telah memberikan kunci mobil nya ,Ardian pun dengan cepat meninggalkan motornya segera mencari mobil om Rudy untuk dibawa nya dia tidak mau berurusan apalagi bentrok dengan papa Reni ini dalam hati ia lebih baik menghindar dia sungguh takut kalau nanti laki-laki ini akan membuat hubungan nya dengan Reni berantakan hanya karena pertengkaran nya jadi dia lebih baik menghindar untuk saat ini ,itulah yang terbaik kan kawan.


...************...


Sementara itu di mobil yang lain Reni dan laki -itupun masih saling diam mereka pun berjalan renipun yang tak tahu mau dibawa kemana pun juga tidak banyak bertanya yang jelas ia tahu kalau dia sudah berjalan menjauh dari tempat itu .


"pinjam ponsel dong ,aku mau kasih kabar ke ibu aku takut dia khawatir pada keadaan ku ",ujar Reni


dengan spontan .

__ADS_1


"La kenapa kamu bisa gak bawa ponsel sih ,diapun segera mengeluarkan ponsel nya dan memberikan nya kepada Reni seperti permintaan wanita ini .


Renipun dengan gembira menerima ponsel itu ,diapun segera menulis nomer ibu nya yang ia hafal di luar kepala ,dengan semangat dia memencet panggil tapi alangkah kecewanya dia ,ternyata nomer ponsel laki -laki disamping nya hanya operator seluler yang menyambutnya.


"kamu ponsel bagus gak punya pulsa atau kuota ,ah dasar Lo ,masak beli pulsa saja gak bisa percuma kamu punya ponsel bagus dan secanggih ini kalo cuma buat gaya doang ,"ujar Reni yang sangat kecewa.


"mending lah bisa gaya ,la lho ada banyak pulsa dan kuota tapi ponsel Lo mana ,tinggal dirumah kan ,ato karena kamu jangan -jangan juga takut tu pulsa lho dihabisin anak orang .ujar laki -laki itu.


"diam lho, mang kamu kenal aku, kamu mengenalku baru seumuran jagung,kamu gak berhak menilai ku lagian ponselku juga jatuh tadi kalo gak mana mungkin aku Sudi pinjem punya Lo ". ujar Reni dengan marah .


"Alah bilang saja mau gratisan masa anak jaman sekarang bisa ponsel sampai jatuh tak ditemukan ,klise tau ,itu tak mungkin ."ujar vlaku laki itu menyebalkan.


"ka ....kamu ya ,untuk apa aku minta gratisan apa lagi hanya kuota ato pulsa bahkan untuk beli pabrik nya bisa ya kalau aku mau .ujar Reni dengan marah entah lah kali ini dia sungguh marah pada laki -laki ini,diatak habis pikir kalau ada laki -laki yang super duper nyebelin seperti dia .

__ADS_1


Akhirnya laki -laki itupun hanya diam tapi di wajah nya terdapat senyum ,senyum yang sulit diartikan bahkan mungkin Reni pun tak tahu maksud dari senyum itu ,yang jelas senyum di wajah itu penuh warna mungkin kalau ada banyak warna 100warnapun tak cukup menggambarkan kemisteriusan cowok yang semobil dengan nya itu.


__ADS_2