MERANGKAI KEBAHAGIAAN

MERANGKAI KEBAHAGIAAN
78.Melihat Adik ponakan


__ADS_3

Saat ini Reni pun segera pergi ke rumah mbc Nita kariawan ibu yang mengurus butik mama nya ,dia pun sudah bekerja dengan ibu nya saat dia masih muda ,aku pun juga sangat mengenal nya dia sudah seperti keluarga bagi ku bahkan dia dulu yang merawat aku saat masih kecil sebelum ibuku membuka butik nya ,aku pun sebagai wakil dari ibu dan dekat dengan mbc Nita pun harus melakukan tugasku.


Sampai disana pun aku disambut dengan mbc Nita yang tersenyum kepadaku ,mbc Nita memang hanya tinggal dengan suami nya , keluarga nya dari kampung mungkin sudah pulang karena sudah tidak terlihat di sekitar rumah mbc Nita .


"REN kamu akhirnya ada waktu nengokin ponakan kamu ,kukira kamu dah gak ingat sama mbc REN "ujar mbc Nia yang berkata sambil bercanda .


"Ya gak lah mbc , masak Sih mbc aku lupa mbc itu sudah aku anggap sebagai kakak aku yang paling cantik dan baik ,masa aku gak datang nengok ponakan aku sih mbc."sarkas Reni dengan sungguh -sungguh.


Terlihat dari mata Reni yang membenarkan perkataan nya itu , merekapun terlihat memasuki rumah yang walaupun kecil tapi terlihat nyaman itu ,mereka seolah menumpahkan rasa kangen yang selama ini mereka pendam dan tanpa bisa mereka tumpahkan saat mereka tak bisa bertemu seperti sekarang .


Setelah memberikan bingkisan pada mbc Nia ,Reni pun segera menengok keponakan cantik nya, Reni segera tahu setelah melihat dari telinga anak itu yang dikasih anting-anting,jadi diapun segera tahu jenis kelamin anak itu .


Melihat anak cantik itu tertidur dengan pulas nya ,Reni pun hanya bisa melihat nya dengan gemas melihat wajah anak itu yang lucu , tanpa berani menyentuh nya,melihat itu mbc Nita pun tertawa .


"Kamu menggendong ponakan kamu REN ,Sini biar mbc bantu ,"ujar mbc Nita dengan beranjak mengambil anak nya yang sedang tidur .


"Boleh mbc ,gak takut jatuh kalo nanti saat digendong Reni gerak ,"ujar Reni dengan agak takut juga .


"gak jatuh lah REN Lagian kamu kan pasti akan menjaga nya ,aku yakin itu kamu takkan membiarkan dia jatuh."


mbc Nita pun dengan tersenyum dan segera memapakkan anak itu ke pangkuan Reni .

__ADS_1


Reni pun terlihat senang bisa memangku nya,dan anak itu pun tetap tertidur dengan pulas nya seakan tidak terganggu meskipun dalam pangkuan Reni ,Reni yang asik memangku pun Menik matinya ,saat itulah dia teringat akan sesuatu dan bertanya pada mbc Nita .


" Mbc apa mbc pernah lihat seorang laki-laki yang datang menemui Ibu saat aku masih kecil".ujar Reni spontan .


"maksud kamu ,siapa REN ,ibu kamu tu tak pernah berhubungan sama laki - laki selain klien nya ato pegawai nya ,bahkan kamu tahu sendiri ibu kamu itu gila kerja kan "ujar mbc Nita.


"Oh hanya penasaran saja aku mbc ,Yadah mbc gak usah di pikirkan itu gak penting ",ujar Reni dengan Santi nya .


Diapun segera mengalihkan perhatian mbc Nia ,Reni pun segera memberikan ciuman yang agak membuat anak itu bangun ,Reni pun tersenyum melihat bayi cantik itu bergerak malas dan mukanya yang lucu pun membuat nya semakin gemas melihat itu .


"Mbc Nia , nama nya siapa nih adik cantik keponakan Reni ini ,gemes deh mbc aku ,"ujar Reni dengan sedikit mengalihkan perhatian dari mbc Nia.


Reni pun tidak menjawab hanya dengan senyum malu mendengar nya dan mengacungkan jempol kedua milik nya kepada mbc Nia.


Saat dia bersama dengan bayi cantik itu Renipun segera mengabadikan fotonya itu dan segera mengirim nya ke akun sosmed nya ,tak butuh waktu lama akun itu pun banyak yang merespon tak ketinggalan termasuk cowok Reni siapa lagi kalo bukan Ardian.


Reni yang melihat nya pun hanya tersenyum ,dia pun bisa menumpahkan rasa kangen nya dengan cara ini ,walaupun tidak bisa bertemu mereka masih bisa saling melihat dan berbicara lewat ponsel mereka.


"wah , cowok kamu REN ,oke juga tu , ganteng deh gak bosan Mandang nya,sambil tersenyum jail melihat Reni "ujar mbc Nia .


"Iya ya mbc ,memang dia itu cowok yang ganteng menurutku ,dan nanti kalo dia jadi suamiku baru dia terganteng mbc ,"ujar Reni menimpali .

__ADS_1


"wih dah yakin REN ,gak nyesel kamu kan di kampus nanti juga ada cowok yang ganteng banyak juga ".ujar mbc Nia .


Reni pun hanya tersenyum ,tapi dalam hati diapun berharap kalo Ardian orang yang akan menjadi jodoh nya ,dia pun akan berusaha setia untuk nya,walaupun nanti banyak godaan yang akan merintangi nya.


Setelah lama mengobrol kesana kemari Reni pun segera berpamitan ,dia mau kerumah Leni untuk bertemu dengan mama nya karena ada yang ingin ia segera ketahui soal Masalah yang mengganjal di hati nya.


Tapi saat dia ingin memutar motor melaju ke arah rumah Leni dia mendapatkan panggilan dari ponsel nya ,ada nomer yang tak dikenal masuk ke dalam panggilan nya .


"ya halo ,dengan sia..."belum sempat Reni menyelesaikan kalimatnya orang dari sebbrang pun memotong.


"He kamu ,kamu bohongin saya ,alamat ini alamat kantor tahu ,kamu gak mau tanggung jawab ya,sehingga kamu memberikan alamat palsu kamu "ujar Tante di sebrang .


" Itu memang alamat kantor buk ,tapi saya tidak bohong saya merupakan kariawan disana juga ,tapi saat ini saya baru saja keluar ,kalo ibu gak keberatan menunggu saya ,saya akan segera kesana ibu tunggu saja di sana bilang tamu saya ,nanti akan di tunjukkan ruangan saya ,jadi ibu bisa tinggal di ruangan saya sambil menunggu saya disana ."ujar RENI dengan ringan tanpa beban .


"Ya dah saya tunggu kamu, tapi cepat saya tidak punya banyak waktu untuk menunggu kamu" ,ujar Wanita di sebrang yang terdengar jutek itu.


"Ya buk saya akan segera kesana ,tenang saja saya akan tanggung jawab penuh kok buk ,saya gak akan lari dari tanggung jawab saya ".ujar Reni dengan mantap nya dan tanpa ada keraguan dari suaranya .


Dalam hati diapun juga ingin segera meng akhiri hubungan yang tidak sehat dengan wanita yang kasar itu ,dan diapun juga gak bisa diganggu karena walaupun di manapun wanita ini sangat mengganggu juga ,entah kenapa dia pusing juga mendengar wanita itu mengomel dengan perkataan nya yang kasar lagi ,membut nya tidak tahan .


wanita yang cantik walaupun tak muda lagi ,tapi suaranya itulah membuat kupingku meledak ,suara yang bagai petasan itu memekakkan telinga ku ,kalo bisa ku tinggalkan kuping pasti dah aku tinggalin ni kuping agar tak dengar dan sakit dibuat nya.

__ADS_1


__ADS_2