
Mereka pun segera mengikuti mobil om Rudy yang mendapatkan petunjuk dari orang yang memberikan kabar tadi ,tak butuh waktu lama mereka pun sampai pada sebuah rumah yang terlihat banyak orang disana ,bahkan tak hanya satu dua orang ,tapi banyak orang yang telah memenuhi halaman rumah yang dikatakan milik pak RT itu .
Halaman yang luas itu pun dipenuhi para warga yang terlihat bagaikan orang yang sedang antri BBM ,tapi melihat dua mobil itu para perangkat desa pun segera mengusir orang-orang yang berkerumun ,dan hanya menyisakan beberapa orang saja disana .
Pak RT pun segera menghampiri orang yang baru datang ,dan tak berapa lama Ardian dan kawan-kawan nya itu pun segera keluar dari mobil yang telah di sambut pak RT di sana ,dengan tak sabar ,tante Laras pun segera mendekati pak RT itu.
"Pak ,dimana mayat yang kalian temukan apa dia perempuan pak ,dan umur berapa dia , ciri-ciri nya gimana pak ,apa rambut nya panjang apa pendek .Laras pun memberondong pertanyaan nya.
"Mari Bu ,saya antar ,kalau dilihat dia menang masih remaja ,dan diapun berparas sangat cantik Bu ,tapi silahkan di lihat dulu ,semoga bukan keluarga ibu ,dan kalaupun dia wanita yang ibu cari semoga ibu dan keluarga diberikan kekuatan untuk bisa menerima nya ."kata Pak RT dengan mencoba menenangkan juga .
Tapi mendengar itu Tante Laras pun terlihat tak bisa tenang ,sungguh siapa yang bisa tenang bila mendengar atau bahkan akan melihat putri nya yang ia kandung ,ia lahir kan ,ia sayangi dengan sepenuh hati tiba - tiba menjadi mayat yang dingin,yang bahkan takkan pernah bisa tersenyum lagi ,ceria dan memanggil nya ibu lagi .
Laras tak pernah menyangka kalau anak yang ceria ,kuat di hidup nya akan berakhir seperti ini ,tapi dia pun sadar dia hanyalah manusia biasa ,dan diapun tak bisa mengatur umur apalagi menghidupkan lagi orang yang telah mati , akhirnya suara pak RT pun memecah keheningan .
__ADS_1
"Silah kan Bu ,pak ,silahkan masuk disana juga sudah ada polisi yang ikut kami datangkan karena kami takut juga bila ada sesuatu yang tak diinginkan nanti nya".ujar pak RT dengan tak enak karena dia sudah memanggil polisi.
Sebenar nya dia memanggil polisi karena pak RT takut ini bukan kecelakaan tapi pembunuhan ,dia takut kalau orang yang meninggal tak bisa tenang hanya karena tak diberikan pengusutan pada kasus nya maka dari itu dia pun segera menghubungi polisi untuk datang dan menyelidiki semua itu.
Sementara itu Laras ,Rudy ,Ardian ,Leni dan tak lupa Sinta pun dengan langkah yang pasti segera mendekati mayat itu ,mereka pun dengan berdebar juga takut saat mereka sadar tinggal sedikit mereka sampai ke hadapan mayat yang akan mereka lihat dan ketahui siapa yang ada di depan mereka itu
Leni pun di belakang Tante Laras ,diapun segera membuka tempat mayat yang telah di tutup oleh petugas polisi ,dengan berdebar wanita itu membuka nya ,Leni yang melihat dibarengi oleh Laras pun tak bisa bernafas juga ,dan saat semua itu tersibak ,sebuah wajah pun terpampang disana ,wajah yang dengan bibir yang membiru terpampang disana ,bahkan wajah itupun membuat mereka segera meraung tak bisa di tahan .
Ardian dan Rudy pun tahu apa yang terjadi ,dan diapun juga tak bisa menyembunyikan tangis mereka ,apalagi Ardian ,diapun segera tertunduk kaki nya pun terjatuh dia tak punya daya apa lagi tenaga untuk berdiri .
"Ndok,bangun dhok ,banyak yang belum kita kerjakan ,bahkan kamu belum membuktikan pada ibu kalau kamu bisa sukses dan akan menyombongkan nya pada ayah kamu,dhok kamu gak sayang sama ibu ,ayo bangun ,ibu akan menyiram kamu sama kak Reno lho kalau kamu tidak bangun -bangun ,dan lihatlah sayang bahkan ayah yang kamu rindukan pun juga telah berada di sini ,bangun dhok ibu sudah lelah lhoh apa kamu tak kasian pada ibu hah ,bangun cepat dhuk ".ujar Laras dengan bodoh nya .
Tangis pun terdengar di sana ,Laras yang sangat kehilangan pun tak bisa dan tak kuasa menumpahkan tangis nya ,diapun masih berusaha membangunkan Reni dengan bodoh nya ,sementara Leni pun juga tak kuasa tapi dia masih terlihat agak tenang meskipun dada nya pun naik turun menahan Isak tangis nya .
__ADS_1
Sementara Rudy pun juga menangis dan mencoba menenangkan Laras dengan memeluk nya ,tapi Laras pun masih lah heroik seperti orang gila ,diapun masih dengan menangis mencoba membangunkan putri tercintanya itu.
"Tenang sayang,kamu harus bisa mengiklaskan spemua nya ,tak ada yang bisa kita lakukan sekarang ,hanya doa yang bisa kita panjatkan sekarang .dengan lembut rudy mencoba menenangkan wanita itu.
Tapi Laras malah memandang laki-laki yang ada di depan nya itu dengan garang bahkan dia pun seakan dengan pandangan nya ingin membunuh mangsanya ,benar saja wanita itu pun segera memukul Rudy lagi ,bahkan kali ini diapun dengan tendangan yang keras menghantam tubuh laki -laki itu.
Suara bak buk pun terdengar ,Ardian yang melihat itu pun segera mendapatkan kekuata nya yang sempat hilang tadi ,diapun segera menghalangi Laras yang dengan garang memukul Rudy ,tapi naas Ardian pun terkena pukulan tepat di perut nya juga karena ingin melerai,diapun segera tertunduk memegangi perut nya yang tentu nya sakit ,Leni pun segera turun tangan sementara Sinta yang bingung hanya bisa melihat nya .
"Tenang tante apa Tante kira dengan membunuh Om Reni bisa bangun lagi dan bergabung dengan kita lagi ,tidak Tante itu hanya akan membuat tante tambah kehilangan dan bahkan Tante akan merasa bersalah bila melakukan nya .ujar Leni dengan keras dan tajam .
Akhirnya mendengar itu Laras pun menangis dan tak kuasa terjatuh dan diapun pingsan seketika ,sementara Rudy yang dipukul lagi pun sudah bengkak sana sini ,yang tadi malam pun belum lah baik dan sembuh ,malah ini di tambah lagi membuat diri lebam sana sini di semua tubuh nya .
Sungguh dia tak menyangka kalau Laras bisaaeganas ini di umur nya yang tak lagi muda ,saat dulu ia menampar wanita itupun dia hanya menangis tak melawan tapi kenapa sekarang Laras seperti kuda yang tenaga nya tak habis lagian jarak tadi malam dan pagi ini juga tak terlalu jauh ,tapi kenapa wanita ini bisa membuat nya sakit di seluruh tubuh nya bahkan bisa menghancurkan tulang nya .
__ADS_1
"Apa ini kekuatan hati seorang ibu yang terluka ,dan kesedihan yang berubah menjadi tenaga.atdian pun berbicara dalam hati nya.
Rudy pun juga sadar semua ini tidak luput dari ketidak becusan nya ,maka dari itu dia pun takkan melawan ,memberontak walaupun wanita itu akan membahayakan nyawanya, atau bahkan membunuh nya pun dua akan menerima semua itu .