
Dua tahun sudah Laras meratapi kepergian Reni Anggraeni putri tercintanya,setiap akhir pekan wanita itupun mengunjungi makam putri tercintanya itu, dua tahun sudah ternyata tak bisa menghapus kesedihan dan kepedihan wanita itu,Leni yang melihat itupun hanya bisa menangis meski tanpa air mata ,dia sungguh tak yakin dia masih lebih memilih percaya kalau wanita yang mereka kubur itu bukan lah Reni,tapi dalam sudut kecil hatinya dia pun juga bingung kemana sahabat nya,kalau dia masih hidup kenapa dia tak memberi nya walau pun hanya sekedar kabar.
"Reni kemana kamu,aku tidak akan pernah mempercayai yang terkubur ini kamu,pulang lah Ren aku merindukan kamu,sangat merindukan kamu.Leni pun dengan termenung mengatakan itu dalam hatinya.
Makan itupun sebagi tempat yang sangat ia gemari selama dua tahun ini buat nya, tentu bersama Laras,karena Leni selalu meluangkan waktu nya untuk datang ke tempat pemakaman yang bagaikan tempat untuk nongkrong mereka berdua itu,dia dan Laras sering menghabiskan waktu berjam-jam disana ,bahkan dia pun merinding bila memikirkan nya Leni sungguh tak pernah menyangka kalu dia akan betah berada di pemakaman itu.
"cepat pulang Reni aku tidak tahu wanita mana yang telah menggantikan kamu disini tapi aku pun berterima kasih karena itu,cepat pulang Ren dia tahun sudah lama kamu pergi kamu harus segera menempati posisimu,aku sudah lelah tanpa kamu,lihat aku bahkan sampai sekarang aku tidak punya pacar karena tidak ada waktu untuk sekedar ber kencan."ujar Leni masih sempat menggerutu dalam hati.
Sementara Laras pun selalu menghabiskan waktu di tempat itu dengan sibuk berdoa dan bahkan tak menghiraukan Leni yang sibuk dengan pikiran nya sendiri.
Ponsel pun berbunyi,Laras pun melihat siapa yang menghubunginya,Reni pun tersenyum melihat itu,sungguh dia juga merasa terhibur dengan panggilan itu.
"Halo ibu,aku akan pulang satu Minggu lagi dan kali ini aku kan menemani ibu sampai ibu bosan."ujar laki -laki di sebrang.
__ADS_1
"iya ibu tunggu kepulangan kamu,ibu senang kamu segera menyelesai kan kuliah kamu,hati -hati di jalan."ujar Laras dengan penuh sayang .
"Ibu aku naik pesawat bukan naik motor atau mobil bu.ujar laki -laki di sebrang dengan tersenyum.
"Baik lah, pokonya jaga diri baik-baik,ibu tunggu kepulangan kamu,Reni juga pasti senang melihat kamu kembali,dan diapun pasti bangga melihat kamu dari sana Ardian."ujar Laras dengan menitikkan air mata nya.
Ardian pun segera menghentikan suaranya,hatinya pun merasa tersayat mengenang kekasih nya itu,rasa itu pun entah tak bisa ia hapus,rasa sedih yang sangat itupun tak bisa ia buang bahkan setelah dua tahun lebih kejadian itu berlalu.
Sementara disebrang Laras pun merasakan hal yang sama,diapun seperti merasakan kesedihan Ardian yang seperti menjalar kedalam hati dan perasaan nya,wanita itupun menangis dan terduduk di atas pusaran putri nya itu.
"Mau sampai kapan Tante seperti ini,bahkan Ardian pun juga,apa kalian tak kasihan pada Reni,kita harus nya harus mencari nya,bukan malah menangisi jasad yang bukan dia."ujar Leni dengan muak tapi terdengar rasa sedih disana.
"Kamu apa tidak lihat ,putri tante telah Tante tidurkan disini,apa kamu lupa Len ,kita yang membawa nya pulang bahkan Tante yang melihat nya terbaring tak bernyawa,apa lagi yang kamu ragukan hah,jangan kamu membuat Reni sedih dengan perkataan mu itu,bahkan kamu teman nya Len kamu harus nya bisa merelakan dan menerima kenyataan ini."ujar Laras dengan menangis .
__ADS_1
Mendengar itu Leni sungguh sangat lah terpukul dengan apa yang ia dengar bukankah Laras yang belum merelakan Reni ,bahkan diapun masih berkabung setelah kepergian nya dua tahun lebih ini , bukan dia yang masih belum merelakan semua,dia sungguh tak bisa merelakan keterpurukan semua orang ini.
"Tante Reni masih hidup,cukup tante melakukan hal konyol seperti ini,mau sampai kapan tante terlarut dalam kesedihan,Reni perlu kita dia sendiri di tempat yang terasing buat nya,wanita itu bukan Reni tante,dia orang yang sama yang membuat masalah saat itu,dia bukan Reni tante percaya pada ku."ucap Leni dengan meraung menangis tak tertahan.
Laras menangis dengan memeluk wanita muda yang sedang menangis itu,Laras sangat tahu betapa wanita itu sangat mencintai dan menyayangi putri nya bahkan diapun tahu kalau wanita itupun seperti kembaran buat putri nya itu.dia pun berusaha menenangkan Leni dengan memeluk nya,dan mencoba meluruhkan rasa sedih nya juga disana.
Sementara itu Ardian yang di sebrang telefon pun juga merasakan sesak Tante Laras saat itu lupa mematikan ponsel nya atau memang dia tak sadar kalau ponsel itu masih lah terhubung dengan nya,dengan itu diapun bisa mendengar apa yang mereka perdebatkan diapun sangat jelas mendengar itu,Ardian semakin sakit mendengar nya dia yang belum bisa melepaskan Reni pun sedikit tersenyum dan berandai di kepalanya.
"Andai saja kamu memang masih hidup sayang ,aku akan merasa kan bahagia walaupun aku hanya bisa berjumpa satu kali dengan mu,sayang apa kamu memang masih di dunia ini,kalau memang iya,dimana kamu,kenapa kamu tidak menghubungi aku,dan kalau memang kamu masih hidup tetap lah sehat dan baik -baik saja,jumpailah aku bila kamu sudah bisa,atau sekedarlah hubungi aku bila kamu memang masih di alam ini.uajar Ardian.
Tapi dia pun tersenyum kecut,dia sadar kekasih nya itu telah terbaring disana dan diapun telah melihat betapa kekasih nya itu terbaring tak bergerak,bahkan diapun tak bisa membuka mata nya,dia tak memberikan senyuman untuk nya.
"Sadar kamu Ar dia sudah tiada,kamu harus lah bisa merelakan nya,dia sudah bahagia disana,kamu harus bisa melepaskan nya,sudah dia tahun lebih kamu menghambat perjalan Reni,sekarang saat nya kamu melepas nya,tatap masa depan kamu masih banyak hal mimpi kamu dan dia yang harus kamu perjuangkan.ujar Ardian dengan teriris meski ada rasa ketegaran disana.
__ADS_1
Ardian pun berinisiatif menutup panggilan nya,diapun tidak tahan untuk mendengar lebih lanjut lagi kesedihan kedua wanita yang ia sayangi disebrang sana,Ardian pun memilih untuk menidurkan punggung nya yang pegal dan mencoba memejamkan matanya untuk sekedar terlelap dan menghilangkan kesedihan nya itu.dab diapun sangat lah berharap bila nanti bisa bertemu dengan kekasih nya walupun hanya lewat mimpi indah nya itu,itu harapan laki -laki yang terlihat lelah di tempat tidurnya itu.