
Satu minggu sudah kejadian itu berlalu ,kami pun sudah menjalani aktifitas kami seperti biasanya ,dan mbc sinta pun belum bisa dan belum mengambil orang baru untuk menggantikan kru lamanya ,dia masih berfikir dua kali untuk membuat kru yang baru dia sangat takut kejadian itu akan terulang kembali ,yang membuat nya enggan untuk mencari nya lagi ,maka dari itu untuk bidang makeup kami membatasi dulu ,karena mbc Sinta menghandle sendirian sekarang ,akupun sadar sangat lelah juga mengerjakan semua itu sendiri.
Diapun meminta maaf atas itu , karena kalo dia bisa mempertahankan loyalitas di kru yang di bimbing nya terjaga ,perusahaan kami takkan mengalami penurunan sebesar sekarang di bidang per makeup pan,tapi aku pun gak mempermasalahkan hal itu ,bagiku mbc Sinta masih mau setia disini itu sudah cukup urusan kru bisa di cari nanti .
Melihat mbc Sinta terus merasa bersalah akhirnya aku pun mengajak Leni dan mbc Sinta untuk pergi ke salon ,untuk menghilangkan penat kami ,akupun mencoba menghiburnya dengan memanjakan diri ku disana .
Kamipun menggunakan taksi di sini ,karena kami memang masih suka pakai motor kebiasaan kami , dan untuk pergi rame -rame kami memilih taksi sebagai pilihan kami agar kami bisa bercanda ria bersama tanpa menyetir sendiri tentu nya,aku di sini merasakan kesederhanaan tanpa pengawal dan bebas menjadi Reni yang aku inginkan disini ,ya bagai manapun aku sudah dari kecil hidup di sini berbaur bersama masyarakat yang sederhana dan saling pengertian ,saling membantu dengan tetangga tak seperti di kota dengan tetangga pun belum tentu kenal ,dan di sana akupun tak bisa sebebas disini apa lagi setelah kejadian kecelakaan itu ,opa semakin gencar menjagaku ,bahkan mau gerak saja pasti juga di perhatiin sama penjaga gak bisa bebas pokok nya .
Aku coba menikmati hidup ku disini,aku ingin menikmati hari ini seperti gadis seusia ku yang kerjaan nya bermain dan meminta uang , menghambur kan nya ,akupun memilih salon yang banyak di kunjungi cewek seumuran kami ,dan disana banyak cewek yang hobi nya bersalon ria sudah berjajar disana menempati kursi yang telah tersedia di depan cermin untuk mendapat kan servis yang memuaskan tentunya bagi mereka .
Kamipun segera menempati kursi yang kosong disana ,untung tiga kursi kosong dan berdekatan masih ada ,siap diduduki oleh kami ,kamipun sudah menentukan untuk parawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki , mencoba menikmati hidup dan memanjakan diri disini .
Baru mau dimolai perawatan nya kudengar suara yang pernah aku kenal dan mengusik hidupku ,dia dengan sombong nya meminta ku untuk segera pergi dari tempat duduk yang ia inginkan .
Aku yang merasa terganggu pun tidak memedulikan itu ,aku yang memang merasa mendapatkan tempat ini lebih dulu pun merasa tak masalah dengan itu ,aku pun tetap menikmati duduk dengan manis disini mempertahankan tempat duduk ku.
__ADS_1
Tak kusangka tangan cewek itu mencoba membuatku terjatuh ,dari tepat peweku yang sudah nyaman ini ,untung saja aku bisa menguasai tubuhku sehingga aku tak terjatuh dengan tak elit nya ,hanya mau jatuh saja ,tapi itu tetep membuatku gerah juga ,dan malu pun pasti ,anak ini kenapa kalo ketemu hanya bikin malu saja sih ,aku gak tahu isi kepalanya apa kenapa dia selalu dengan bodoh nya melakukan hal yang kekanakan dan bodoh pula .
Aku yang tak kuat pun segera ku keluarkan suaraku.
"Nona Feronica apa andha tak memiliki tata Krama ,tak bisakah anda tahu budaya kan mengantri di hidup Andha mbc ." dengan lantang dan sejelas jelas nya aku tekan perkata semua ucapan ku .
"Antri kamu bilang ,antri hanya untuk orang susah seperti kamu ,kamu kira kamu bisa membayar bersalon disini ,harusnya kamu memilih salon yang selevel dengan kamu ,jangan sok- sokan kesalon elit seperti ini .
feronica pun dengan sombong dan pongah nya memberikan kartu ke kariawan salon yang seharusnya mengurus permintaan ku , kariawan itu pun terperanjat karena kartu itu kartu special yang hanya bisa di punyai pelanggan setia di sini .
Aku pun terkaget juga mendengarnya ,tak kusangka ada pegawai yang tidak membeda -bedakan orang seperti dia .
Mendengar itu Feronica pun segera mengambil langkah ,kulihat dia pergi keruang an yang yakin itu tempat manajer salon ini ,tak berapa lama kulihat seorang wanita yang datang dengan wajah yang cantik dan berjalan dengan anggun kearah kami .
"Maaf mbc ,kalian boleh memilih kursi yang lain ,tapi maaf untuk kursi yang diinginkan oleh nona feronika saya harap Andha mau mengalah karena nona Feronica ada lah tamu FIP bagi kami ,dan kamu pegawai yang lancang kamu dipecat sekarang juga karena dengan lancang membuat keributan disini"katanya dengan penuh wibawa dan penekanan di sana .
__ADS_1
Aku pun hanya menatap pada pegawai itu ,aku penasaran apa yang akan ia lakukan.
"apa buk ,saya lancang apa buk ,bukan kah disana sudah tertulis kalo harus antri buk ,lalu apa guna nya itu dipajang buk kalo tidak buat pedoman ,apa itu hanya pajangan buk ".ucap pegawai itu dengan berani nya .
Wanita itu pun dengan marah menyeret pegawai nya ,tapi aku pun segera mencegah nya ,aku tak mau membiarkan anak itu di perlakukan tak baik seperti itu ,aku tak rela anak itu tidak membela dirinya tapi dia membela pelanggan dan itupun dia benar soal itu jadi aku pun tak bisa membiarkan nya tanpa keadilan seperti itu.
Tapi dengan galak dan pongah nya wanita itu membentak ku dengan keras nya bahkan ia pun memanggil sekuriti salon untuk mengeluarkan kami melihat keributan itu mbc Sinta dan Leni pun mendekatiku ,aku pun yang tak terima itu pun segera meminta ganti rugi karena sudah membuang waktuku ,waktu yang harus nya berharga untuk rilek saksi malah membut tegang semua otot kami ,bahkan aku juga tadi sudah memboking 3 tempat untuk itu ,tak mau aku kehilangan dengan percuma uang ku .
Aku sungguh tak terima dengan apa yang wanita ini lakukan ,kenapa dia hanya memikirkan orang kaya saja padahal akupun juga membayar dengan harga yang sama dengan yang lain apa dia kita kita pake disconan sehingga dia berhak membeda -bedakan kami ,aku rasanya ingin memakan nya deh kalo ia makanan
untung saja aku sadar dia bukan lah makanan yang bisa untuk dimakan.
Sungguh dia hanya seorang manajer tapi dia sudah menjadikan posisinya seolah dia yang memiliki tempat ini dan bahkan dia dengan seenak nya memecat pegawai yang hanya melaksanakan aturan yang ada saja.
Melihat ini sungguh miris aku ,bagai mana kalo aturan hanya di buat dan hanya berlaku untuk orang biasa saja ,apa itu bisa menjadikan negara ini tertip aku kira hanya akan ada penjilat dan penjilat yang akan hadir di negara ini ,karena hanya akan banyak orang penjilat yang mengharapkan dipandang dan di perhatikan oleh orang yang berpangkat dan beruang ,contoh nya seperti wanita ini .
__ADS_1