
Hari pun berganti ,Reni baru teringat kalo dia ingin bertemu Tante Ranti mama Leni , akhirnya sore itu diapun memutuskan untuk pergi kerumah Reni sekalian bermalam disana ,dia harus tahu siapa sebenarnya orang yang telah mencampakkan nya dan keluarganya itu .
Reni sudah tidak bisa menahan lagi rasa penasaran nya dia sudah lama memendam perasaan nya yang penasaran akan orang yang harusnya ia panggil ayah itu dan dia sangat ingin tahu sosok itu,bila ibu nya tak bisa mempertemukan nya ,maka dia harus mencari sendiri orang yang selama ini menolak nya itu ,dia takkan meminta penjelasan lagi kepada ibunya, sekarang dia sudah saatnya untuk tahu kenapa laki -laki yang harusnya menjadi pelindung baginya itu malah menelantarkan nya , dia bukan anak kecil dan diapun akan siap dengan semua itu .
tidak butuh waktu lama Reni pun segera sampai di rumah Leni ,Leni yang sudah di beri tahu kalo dia akan datang pun sudah menunggu nya di depan rumah untuk menyambut nya ,Renipun segera masuk bersama Leni.
Sampai di dalam , Reni tak melihat Tante Ranti di dalam ,Renipun segera melihat sahabat nya yang dengan pandangan nya dia tahu kalo dia menyuruh Reni mengikutinya , tanpa banyak bicara segera mengekor sahabat yang sangat ia sayangi itu .
Sampailah mereka di bangunan atas tepat nya teras yang mengarah ke luar yang terlihat pemandangan yang indah taman Tante Ranti itu , walau sudah sering kesini ia taktahu kenapa masih terpukau dengan pemandangan yang indah itu ,bunga mawar yang indah pun bermekaran disana dan tumbuhan bunga yang aku taktahu namanya pun tertata rapi dan menawan .
"Ren ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" ,ujar Leni dengan Ragu .
"Eh ,apa Len ,maaf aku masih selalu terpukau dengan pemandangan ini Len,kamu bilang apa Len sekarang aku sudah siap mendengar apa yang akan kamu bicarakan ,"ujar Reni.
""gini REN , keluarga ku akan pindah ke luar negri , papa saat ini akan membuka cabang di Singapura ,jadi dia akan berada disana untuk sementara waktu,dan mama gak mau bila berpisah dari papa ,mama memilih ikut pindah dan akupun juga harus mengikuti keinginan mama untuk ikut mereka kecuali aku bisa hidup sendiri di negara ini,"ujar Leni dengan serius nya .
"APA ,kenapa kamu baru bilang sih Len,apa kamu harus ikut Len. ?.. ,tidak bisa kah kamu tetap tinggal ?... ,aku kan jadi gak punya temen nanti,kamu tahu kan temen aku hanya kamu di sini" .ujar Reni muka nya memelas.
__ADS_1
"Ren aku sudah mengatakan ingin tinggal ,tapi mama menolak untuk melepaskan aku sendiri,dan diapun tak tenang bila tidak bersama ku ,"ujar Leni dengan sedih pula .
"wah nanti hanya aku dong yang lulusan dalam negri , sementara kamu ,Ardian Mad in luar ,tapi gak papa Len soga kamu lancar dan sukses disana ,itu mungkin yang terbaik untuk kamu lagian kamu anak semata wayang,kamu pun di harapkan akan mewarisi bisnis papa kamu nanti nya jadi kamu harus bisa menjadi anak yang di banggakan nanti ,jadi smoga sukses mari kita bertemu lagi nanti saat kita sudah menjadi orang yang berhasil ,sudah saat nya kamu meniti dan memilih jalan hidup kamu Len ."ujar Reni dengan mantap nya walau ada rasa kehilangan dalam hati nya .
"Kamu kebangetan deh , masak REN cuma indo -singapura kita gak bisa ketemu ,awas saja kalo kamu gak mau mengunjungi ku di sana ,eh REN apa kamu juga gak ingin tu mengunjungi pacar kamu ini kan sebentar lagi juga liburan disana kan ,bagai mana kalo kita liburan kesana sambil lihat tu cowok kamu masih utuh gak tu cowok,ujar Leni mengalihkan perhatian .
"Ya ,aku ingin juga Len tapi aku akan mem plening nya dulu nanti kita bisa bersama kesana kamu ajak dong cowok kamu ,ya biar gak jadi obat nyamuk saja gitu .ujar Reni .
"oke aku gak perlu ajak cowok dari rumah cukup cari disana saja suasana baru gitu ,"sambar Leni dengan bercanda.
Saat itulah terdengar suara tante Ranti yang memanggil ku ,dia pasti melihat motor yang aku parkir di depan dan tahu kalo aku disini ,dengan segera pun aku berlari dan menuju kearah suara itu,tante pun segera memelukku,dia memang sudah seperti ibu bagiku ,dan akupun juga nyaman akan hal itu .
Belum sempat pelukan kami terurai suara bel pun berbunyi membuat kami pun segera melepaskan pelukan itu.
Tante Ranti pun Segera menuju ke pintu depan ,diapun segera membukakan pintu untuk tamu yang tak diundang nya itu ,terlihatlah disana seorang laki-laki yang tersenyum pada nya tapi dengan cepat tante Ranti pun terlihat akan segera menutup pintu itu ,tapi apa lah daya kekuatan seorang wanita tak sebanding dengan laki -laki.
Laki-laki itu tanpa menghilangkan senyum nya dia masuk dengan paksa ke dalam rumah ,Reni yang melihat laki-laki itu yang masuk secara paksa pun segera mengambil gagang pel dengan Leni yang membawa air ,mereka seolah akan mengerjakan tugas mengepel tapi berjamaah ,padahal semua itu hanya untuk memberi pelajaran orang yang tak tahu sopan santun itu ,Reni telah menceritakan semua dengan Leni bagaimana orang itu mencoba untuk masuk dengan memaksa mama nya , akhirnya mereka pun segera beraksi Reni memukul tu orang sementara Leni menyiram nya dengan Air ,laki laki itu pun menjerit ,dan menyuruh berhenti ,tapi Reni pun tak mau mengabulkan perintah laki -laki itu dia pun malah semakin keras menipuk laki -laki itu dengan ganggang pel itu.
__ADS_1
"Sudah hentikan dia itu temen mama tepat nya mantan temen , jadi berhenti ,mama gak mau dia mati dirumah ini ,walau mama senang bila melihat dia mati tapi mama tidak mau kalian jadi pembunuh ,itu sebandin.".ujar mama Leni
"Dasar kalian memang moster kecil sama dengan mama kalian ,untung saja aku gak punya anak seperti kalian .ujar laki -laki itu dengan sewot nya.
"Eh kalo om datang baik -baik tak mungkin kami memperlakukan om dengan seperti ini ,lagian om kaya orang mesum yang mau beraksi jadi kami juga akan melindungi mama jangan kira kamu akan takut pada Om ya ,kata Reni ,tanpa melihat wajah laki -laki itu.
"Ranti kamu harus tanggung jawab ini ,wajah ganteng ku jadi begini gara -gara putri kamu dan tubuhku pun sakit takkaruan .ujar laki -laki itu .
Reni dan leni pun terbelalak melihat nya laki -laki ini memang tak tahu malu sudah masuk rumah orang memaksa dan sekarang yang salah diapun minta ganti rugi dasar laki -laki kurang ajar,merekapun bersiap memukul nya lagi .
Saat itulah tante Ranti menghentikan kami laki -laki itupun dengan pongah nya dan sombong nya memandang kami,saat itulah kami baru bisa melihat wajah nya,terbelalak lah aku dan leni.
"Om Rudy kamu kah itu ?..,kenapa Om kesini dan seperti perampok lagi om ?..,untung kami gak menghajar dengan serius kalo kami serius pasti om sudah gak bisa berdiri lagi ."ujar Leni yang ditimpali Reni dengan mengacungkan jempol tanpa merasa bersalah mereka.
Yang di tanya pun seperti menggertak kan gigi nya diapun seperti mencoba mengendalikan amarahnya,dan memandang Reni dan Leni dengan tajam seolah siap menerkam nya .
.
__ADS_1