MERANGKAI KEBAHAGIAAN

MERANGKAI KEBAHAGIAAN
73.Lion group


__ADS_3

Setelah mendapat kan keputusan aku dan Leni pun segera pergi ke Lion group,kami tak mau menunda lagi,kami harus segera memberitahu kan keputusan kami kepada Lion group.


Sampai di depan kantor kamipun terbelalak , sungguh mencengangkan betapa megah nya kantor ini ,tergambar ke elegan dan sungguh mewah desain nya .


kami pun menikmati dulu pemandangan itu ,sebelum masuk ,dalam hati pun aku merasakan penasaran juga,bagaimana dalam nya ,dilihat dari luar sudah membuat kami penasaran.


Saat itulah terlihatlah seorang bapak yang berjalan dekat dengan kami ,kamipun ber iringan dengan nya ,saat sampai di lif dia pun mengajak kami untuk barengan dengan dia ,kamipun mengucapkan terima kasih atas semua itu.


tak berapa lama akhirnya kami pun sampai di ruangan yang akan kami tuju ,saat itulah pandangan orang-orang pun tertuju pada kami,dan tanpa kami duga para karyawan itumenyapa bapak itu .


"pak ,wah putri bapak cantik sekali ,bahkan dia sangat mirip dengan bapak ,siapa pak namanya kenalin dong pak ",ujar kariawan itu sambil bercanda .


"Boleh tapi kalo putri bapak tidak keberatan silahkan ,saya ada muting jadi maaf ,kalo kalian mau kenalan saja ,bapak tinggal dulu ya nak ."ujar nya pada Reni dan Leni .


Reni dan Leni pun terbelalak ,antara tak percaya dan terbengong kenapa bapak itu mau mengakui kami sebagai putri nya ,bahkan kenal pun tidak .

__ADS_1


"Beres pak saya akan menjaga putri bapak sampai bapak keluar nanti ".ujar laki -laki itu.


"Maaf mas gak usah ,kami juga mau bertemu dengan pak Simon kok,dan kami juga bukan putri bapak itu ,jadi gak usah sungkan dengan kami."ujarku dengan penuh kemantapan .


Tapi melihat ku bicara seperti itu dia malah tertawa ,tak tertahan seolah apa yang ku bilang itu lucu ,padahal itu kebenaran nya ,aku bahkan kenal pun tidak sama laki -laki itu .


saat itulah terlihatlah pak Simon meng hampiri kami, dan mengajak kami untuk ikut masuk keruangan yang telah ia tuju , setelah sampai aku pun segera tersadar kalo ruangan yang kami tuju adalah ruangan rapat mereka , saat itulah keraguan merasuk kedalam pikiran ku ,kenapa pak Simon mengajak kami masuk ,apa sebenarnya yang ia rencanakan .


pemikiran -pemikiran pun berkelebat di kepalaku,tapi aku dan Leni pun segera mengikuti mereka untuk masuk dan duduk di kursi yang telah dipersilahkan oleh pak Simon .


Tanpa kusadari aku pun memperhatikan nya,saat itulah akupun terkaget juga dia memang sungguh mirip dengan kakakku ,mas Reno , kalo mereka di dekatkan pasti plek tak terbantahkan kemiripan nya ,ah apa benar ya kembaran kita tu ada tuju ,kata nya ya orang Jawa dulu bilang gitu ,terlebih embhah -embhah di kampung .


Saat itulah pak Simon pun memperhatikan kami juga bergantian ,aku yang diperhatikan pun salah tingkah juga ,soal nya aku pun juga tahu diri,kalo aku bukan lah apa -apa disini ,aku hanyalah perwakilan dari Reni Aurora kantor kecil kami .


bapak yang katanya pak Rudi itu pun mengembangkan senyum nya ,dia pun segera mengatakan hal yang tak pernah kuduga .

__ADS_1


"Apa kalian menebak dia putriku ,kenapa kalian tidak mengatakan nya ,aku pun juga senang kalo dia mau menjadi putri ku ,aku sangat merindukan seorang anak perempuan di kehidupan ku juga ,"ujar nya tanpa aku kira .


"maaf pak Rudi dia memang sangat mirip dengan Andha ,bahkan saya mengira dia sungguh putri Andha ."ujar laki -laki yang dari tadi juga memperhatikan kami .


Reni yang merasa di perhatikan pun segera berucap ,dia sungguh tak mau menjalani drama yang membosankan seperti ini .


"maaf pak Rudi bila kedatangan kami mengusik ketenangan bapak disini ,saya disini perwakilan dari Reni Aurora pak,terlebih pak Simon kami meminta maaf ,karena berhubung kami mau memikirkan ke pelajaran dulu ,kami mau fokus ke kuliah pak belum mau fokus ke karir kami ,jadi dengan berat hati kami tidak bisa mengabulkan permintaan bapak untuk kami bergabung dengan perusahaan andha"ujar Reni dengan mantap nya.


Pak Simon yang mendengarnya pun Ter belalak,dan responsnya pun tak pernah bisa aku duga.


"Sungguh di sayang kan ternyata kalian masih kuliah ,saya kira kalian sudah selesai ,dilihat dari performa kalian sungguh saya sangat tidak menyangka kalo kalian baru mau kuliah ".ujar pak Simon .


aku pun dengan tersenyum melanjutkan .


"kami masih SMA pak ,belum masuk kuliah ,jadi kami rasa belum layak dan pantas untuk bergabung dengan Lion group,dan tolong bimbingan nya pak bagi kami ,agar kami bisa menjadi layak untuk menjadi partner bisnis bapak kelak ",ujarku tentu saja dengan merendah karena kami ingin dikira tidak layak untuk mereka ,jadi mereka tidak merasa tertolak oleh kami ,kan memalukan perusahaan Yang besar seperti Lion group di tolak kerjasama nya oleh perusahaan semut seperti kami kan.

__ADS_1


Pak Simon pun terlihat tersenyum puas dan tidak terlihat direndahkan ,itu membuat ku tenang karena bagaimanapun juga untuk menjadi musuh Lion group lebih menyeramkan,akupun takkan punya daya untuk bersaing bila mereka memilih bermusuhan dengan kami ,tak bisa dihitung dengan waktu pun kami Akan Segera tumbang dan jatuh ,bagai manapun juga Lion group telah terlalu lama terbang ,dan merasakan manis asin kehidupan dibandingkan dengan kami RENI AURORA yang baru seumuran jagung kami terbentuk .


__ADS_2