
Wanita itupun tak bisa berkutik saat tangan laki -laki itu dengan sigap menggenggam tangan nya.wajah nya yang kaget karena terkejut pun tak bisa ia sembunyikan tapi diapun tak bisa menolak paksaan laki -laki itu, selain mengikuti nya karena dia tahu dia tak bisa lari dengan selamat bila pergi dari sini sekarang.
"Baik, sudah ,kalian sampai disini saja,aku bisa masuk sendiri,kalian tak perlu mengawal kami,kami takkan kesasar tenang saja."ujar laki -laki di depan nya itu.
Mendengar itu,para bodyguard itupun segera pergi dari sana,dan saat itulah laki -laki itu membisikkan sesuatu yang membuat wanita di dekat nya itu terbelalak, sungguh ia tak menyangka kalau laki -laki disamping nya itu bisa mengetahui kalu dia lah dalang kekacauan tadi,padahal dia tahunya tadi orang di samping nya ini tidur jelas tertidur di dalam mobil nya tadi.
"Baik apa maumu hah, kalau kamu mau laporin aku silahkan,aku juga mau tahu apa polisi bodoh itu bisa menangkap aku."ujar wanita itu.
Laki -laki itupun segera memasang senyum smirk nya,sungguh ia merasa tertolong kali ini bila wanita itu mau menolong nya,ya walaupun harus dengan sedikit ancaman sih.
"aku tak peduli dengan barang itu, aku hanya ingin kamu mau menjadi perawat mama aku,karena aku tidak bisa percaya pada orang lain selain kamu".ujar laki -laki itu.
Wanita itupun membelalakkan matanya,dia tak bisa menahan rasa tak sukanya dengan apa yang laki -laki itu inginkan darinya.
"Apa kamu bilang,apa mama mu bayi,atau dia struk sampai perlu perawat hah, aku disuruh merawat orang,aku tuh jagonya melukai orang dan merusak barang,jadi jangan kamu suruh aku deh, nanti malah bisa mama kamu yang rusak otak nya gara -gara aku nanti.ujar wanita itu dengan jutek nya.
"Ya boleh sih kamu menolak tapi kamu harus tahu kamu akan dalam masalah lho jika kamu diketahui melakukan hal itu,aku pun punya bukti transaksi mu saat di mobil dan bahkan aku melihat kamu memberikan barang itu."ujar laki -laki itu.
"Lho mang aku ngapain hah,aku kan memang, punya kerjaan jualan online,mang salah aku apa hah mengantarkan pesanan pelanggan ku." ujar wanita itu.
__ADS_1
Laki -laki itupun menjadi semakin melebarkan senyum nya walupun tanpa suara,itu pun membuat wanita itu bertanya dalam hatinya.
"sekarang siapa nama kamu,aku akan membayar kamu dengan mahal selain itu aku hanya ingin kamu menemani mamaku itu saja,mama ku bukan bayi dan kamu jangan menyumpahi mamaku sakit struk ya,aku ingin kamu menjadi pendamping sekaligus bodyguard nya terlebih saat nanti dia akan ke Indonesia untuk perjalan bisnis nya dengan ku sekaligus menemani dia pulang ke kampung halaman nya nanti."ujar laki -laki itu.
Wanita itupun terpana,sungguh dia ingin juga pulang ke negaranya itu tapi kenapa seolah semua jalan nya pun tertutup bila orang-orang itu mengetahui nya,bahkan diapun bisa membuat orang yang ia sayangi disana dalam bahaya bila dia nekat melakukan nya.
"Namaku Ronal finzen panggil aku Ronal,dan kamu?."ujar laki-laki itu.
"Reni....,eh...,Renata Mahendra ,panggil aku Rena."ujar wanita itu dengan gugup.
"Baik Rena,kamu bisa melihat ibuku dulu tapi saat kamu bisa memutuskan mau,kamu harus bicara padaku."ujar laki-laki itu yang menyebut nama nya Ronal itu.
"Bilang saja kamu mau tahu gaji kamu gitu saja repot,pake bilang gak butuh uang padahal malah mau merampok aku."ujar laki -laki itu dengan sewot nya tak mau kalah .
Sungguh wanita yang mengaku Rena itu ingin sekali menerima tawaran laki -laki disamping nya itu,tapi rasa gengsi pun tetap ada di hati nya dan ditambah lagi ,dia mau kasih alasan apa sama papa dan mama nya yang telah merawat nya dua tahun ini,padahal mereka sangat menyayangi nya,bahkan merawat dirinya dengan sangatlah baik.
Dalam kebingungan nya itu itupun berjalan dibelakang Ronal dia pun menubruk nya karena tiba -tiba ia berhenti,ternyata pelayan yang ada di depan nya memberitahukan dia kalau dia disuruh istirahat dulu sekalian sama calon asisten mamanya itu ,dan kamar pun sudah dipersiapkan untuk mereka berdua.
Mendengar itu Reni yang sekarang berubah menjadi Rena pun menjadi tenang,ya paling tidak dia bisa memikirkan dulu rencana apa yang akan ia lakukan nanti kedepannya,diapun sadar dia tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini karena ini adalah jalan satu-satunya dia untuk bisa pulang ke tanah air nya saat ini.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar dia pun segera membuka ponsel nya dia pun terbelalak karena melihat panggilan dan pesan yang menumpuk di ponsel nya itu,diapun segea membuka satu persatu pesan itu,dengan ternganga diapun melihat nya sungguh ia tak menyangka kalu teman nya ini tahu tentang laki -laki yang bersama dirinya,menumpang untuk pulang itu,dan bahkan diapun menjabarkan semua yang ia tahu dipesan nya .
Renata yang melihat itu pun hanya bisa membelalakkan mata,untuk saat ini tak ada yang bisa ia lakukan dia telah telat mengetahui nya bahkan diapun telah masuk ke perangkap pemilik rumah yang ia kira pembantu dirumah ini.
Diapun segera mengirim balasan ke rekan tim nya itu.
"Maaf infomu tak bisa ku baca tepat waktu aku telah masuk dalam perangkap nya,tapi tenang saja aku takkan membiarkan dia tahu tentang hubungan kita,cukup aku yang terjerat kamu hiduplah dengan tenang,aku akan berusaha untuk lolos dari dia tapi kali ini aku harus menuruti apa yang ia inginkan".ujar Renata dengan emojin sedih disana.
Balasan pun datang dari sahabat nya itu.
"Renata,besok aku antar saja barang itu,aku tak mau kamu menderita disana,aku tak rela jika kamu di manfaatkan oleh laki -laki brengsek penikmat wanita itu,tunggu aku,aku takkan membiarkan kamu menderita sendirian,kita jalani bersama saja apa yang akan mereka lakukan kepada kita.ujar rekan Renata itu.
Membaca pesan itu diapun tersenyum sungguh dia sangat tahu teman nya ini sangatlah baik dan rasa setia serta loyalitas nya pun tak diragukan,itu sangatlah sama dengan sahabat nya di negara tempat ia di lahir kan.
Dalam hati Renata pun memikirkan sahabat nya yang jauh disana itu,tapi diapun segera menjawab,memberi balasan untuk teman nya yang ada disini.
"Tenang saja kamu gak perlu melakukan nya aku bisa menghandle semua disini,dia hanya ingin aku jadi asisten mamanya dan dia tidak akan memperkarakan kita,jadi tenang lah selamat istirahat ."balas Renata dan segera menon aktif kan ponsel nya.
Pikiran nyapun melayang pulang ke negaranya,dia tak tahu bahaya apa yang akan ia lalui,tapi dia pun akan bersiap karena dia tahu pasti musuh itu masih berada di sekitar keluarganya dan dia tak mau membiarkan keluarga nya terlalu lama melalui tanpa dirinya.
__ADS_1