
Sepeninggalan Reni, laki laki -laki itu pun menlanjut kan masuk keruangan yang tadi buat pertemuan oleh Reni dan pak Simon ,disana terlihatlah pak Simon yang masih duduk menyantap makan siang nya .
Dengan masih penasaran yang terlihat dari wajah nya ,laki -laki muda itu bertanya memastikan pada orang yang tak peduli dengan kedatangan anak ini.
"pa ,apa yang papa lakukan dengan RENI AURORA,mereka sudah akan jatuh karena aku telah mengambil kru yang berpengaruh disana" ,ujar laki -laki itu.
Dengan muka yang mengejek ,dan merendahkan laki -laki itu ,pak Simon pun mencecar nya dengan lidah nya yang sangat tajam dan menyakitkan .
"Dasar kamu memang Anak tak berguna ,kamu lah yang akan hancur Seon ,karena kamu menampung sampah yang memang harus nya mereka buang ,bahkan kamu tidak sadar itu ."dengan marah dan menampar anak laki -laki itu dia melampiaskan kekesalannya.
Seion pun tak mau kalah dia pun merasa dia sudah bagus dan benar ide nya.
"Apa yang papa pikirkan, mereka bukan sampah pa ,bukan kah mengambil orang yang berpotensi dalam perusahaan orang saingan kita lebih baik pa ,bukan kah itu juga mem per tipis pertahanan mereka" ,ujar anak itu masih membela diri .
Tapi pak Simon yang tak mau kalah pun masih teguh dan tidak melunak sedikitpun disana.
"kamu memang sangat bodoh ,apa karena kamu mirip ibu kamu sehingga otak pun kamu tak punya hah ,kita disini mau merekrut otak dari perusahaan bukan menghancurkan perusahaan bodoh ,karena sekarang dengan mereka bergabung dengan kita ,dan mereka mau berdiri masuk bersama kita itu akan membuat semakin baik bagi kita dan mereka kan.
Seion pun tak terima karena ibu nya yang telah melahirkan nya dengan susah payah pun ikut di jelekkan oleh papanya ,diapun segera menyahut nya.
"Bukan kah mereka juga orang yang bodoh dan tidak punya otak bila dia mau bergabung dengan perusahaan papa ,karena dengan itu mereka hanya jadi alat untuk papa ,"ujar laki -laki itu.
__ADS_1
"Apa kata kamu ,dasar anak sialan ,kalo bukan karena ibu kamu aku tidak akan pernah mau membesarkan mu dasar anak pembawa sial "pak Simon pun dengan marah nya .
Dan semakin marah pak Simon mendengar anak nya menyahuti dan terus menyahuti tanpa jeda ,dan diapun juga bersuara dengan semakin membentak dan kerasnya .
"yang bodoh tu kamu ,kalo mereka mau, mereka pun tidak usah memikirkan gaji karyawan cukup bekerja dengan baik , mereka yang akan mendapatkan gaji ,dan perusahaan papa pun juga punya tenaga yang ahli disana ,sehingga bisa membuat keahlian mereka terasah dan berkembang ,papa gak mungkin membuang ketrampilan yang bagus dan otak yang cemerlang seperti mereka .
Mendengarnya pun Seion hanya bisa memendam kekesalan yang ada di hatinya ,dia pun tidak mau memperpanjang masalah yang ada antara dia dan papa nya .
",Iya pa Sampai kapan pun aku akan menjadi anak yang bodoh dan tidak punya otak di mata papa ,aku tahu itu tapi apa papa gak bisa menghargai ku sedikit saja pa ,aku sudah berjuang demi papa dan membuktikan semua ini untuk papa ,aku ini bagai manapun juga tetep anak papa
kan ".ujar anak laki-laki yang di sebut Seion itu .
Mendengar itu tak ada sedikitpun hati nya tergerak dan menunjukkan antusias pun tidak ,mungkin Dimata pak Simon laki-laki itu tidak lah ada apa -apa nya ,bahkan pandangan pak Simon tetap dingin melihat anak itu ,dan tidak mau menyambut atau mengakui kehebatan anak nya ,yang seakan sudah putus asa itu.
Disebuah ruangan telah berkumpul disana ,mereka pun saling berhadapan dan duduk membicarakan hal yang penting dilihat dari wajah yang mereka tampilkan.
"Reni dimana pendapat kamu soal tadi" ,ujar Leni yang menginginkan Nya untuk membuka forum itu.
Reni pun ter lihat terdiam di tempat nya ,dia yang dipandangi semua orang terlihat masih berfikir dan belum mengeluarkan suaranya.
Sampai Leni pun memegang tangan nya dia baru bisa membuka mulut nya disana .
__ADS_1
"Kita ber 7 mendapat tawaran yang bisa membuat kemajuan bagi diri kita ,tawaran itu datang dari perusahaan Lion group , mereka mau merekrut kita bertujuh ,kalo kalian bagai mana?..." ujar Reni dengan suara yang biasa saja.
Mereka yang di tanya pun masih dengan posisi yang diam saja ,dan Reni pun melanjutkan .
" Bagai mana apa kalian berminat ,dan mau menerima tawaran itu ,ini mungkin jalan kalian bila kalian ingin menjadi maju dan berpengalaman lebih untuk saat ini."ujar Reni dengan tetap menatap pada mereka semua .
Saat itulah Mbc Sinta pun memberi kan suaranya .
"REN maksud kamu kita bukan RENI AURORA kan lalu bagai mana dengan RENI AURORA ren ,apa kamu akan membubarkan RENI AURORA jika kami memilih mereka ?...,ujar mbc Sinta .
Reni pun seperti berfikir untuk apa yang akan ia katakan .
"Mbc mungkin ini jalan kita mbc ,
mbc Sinta Larasati, kamu hebat dalam makeup dan semua pun tahu itu ,mbc Rini wulan dari ,kmu sangat berpengalaman dalam mendesain ruangan dan memaniskan tampilan undangan tidak ada pelanggan yang komplain sampai sekarang karena kehebatan kamu ,mbc Rifa Setiana kamu dari dulu pun lihai dalam pengemasan produk sehingga kami pun masih berjaya sampai sekarang ,mbc Diah Pitaloka kamu ada lah bagian yang bisa me menej semua pemasukan dan pengeluaran kita dan kamu pun orang yang jujur ,mbc Diana dan mbc Dewi kalian pun juga menolong kami dalam pemasaran bersama Leni kalian pun sangat hebat di bidang kalian" .
"Kalian pun semuanya sudah selesai dengan kuliah kalian ,gelar kalian ,tapi mungkin ini saatnya kalian melebarkan sayap kalian ,aku sadar RENI AURORA tidak bisa mengantar kalian ke posisi puncak kalian ,kalian hanya akan jalan di tempat disini ,mungkin akan berbeda jika kalian bergabung dengan Lion group,mereka pun punya ahli yang akan membimbing kalian ,disini aku pun tak bisa melakukan nya ,bagai mana pun aku tidak berpengalaman disini dan umurku pun juga malah muda di banding kalian kan mbc .
"Akupun jadi ingat saat kita pertama bertemu kalian pun memanggilku anak kecil ,aku masih ingat itu ,ujarku dengan menitikkan air mataku ,aku tak bisa menahan nya melihat dan mengenang kenangan itu rasa trenyuh pun ada disana .
Senyum pun muncul di wajah kami ,kamipun saling berpelukan merasakan kebersamaan kami yang sudah seperti keluarga ini.
__ADS_1
Aku pun tahu mereka harus mendapatkan kebebasan dan kemajuan mereka ,aku yang masih hijau pun harus mengasah dan banyak belajar dan mungkin inilah saat nya RENI AURORA risain dulu ,mungkin waktu nya Aku dan Leni untuk belajar dan lebih fokus pada karir yang akan kami geluti nanti kedepan nya .
Karena pertama kali kami membuat nya memang hanya untuk menyalurkan hobi kami,untuk lomba yang berujung pada pertemanan dan menjadi keluarga ,itupun kami kerjasama dalam bidang membuat baju dan tanpa disengaja berbagai keterampilan kami berkumpul dan saling membantu disini ,dan jadilah kami sekarang ini .