
Ardian pun mematung melihat kejadian didepan nya dia sungguh tak menyangka ,kalau kejadian yang terjadi didepan nya hanya seperti mimpi buruk yang akan hilang setelah ia bangun tapi saat ia sadar ini bukan kah mimpi diapun menjadi panik dan segera bergegas untuk menuju ke bibir sungai yang telah menelan kekasih nya itu ,diapun sudah mengayunkan kaki nya untuk segera mengikuti terjun ke bawah satu yang ia mau dia ingin menyelamatkan Reni dengan terjun dan menolong nya .
"Gila kamu Hah ,apa kamu juga ingin terbunuh dengan terjun sembarangan tanpa memperhitungkan semua nya .ujar Rudy yang dengan sigap memeganginya .
Mendengar itupun Ardian masih meronta ingin dilepaskan dia memang tak peduli lagi dengan dirinya yang ia pedulikan hanya keselamatan Reni dan Reni .
"Om ,dia putri om tapi kenapa om malah mencegahku untuk menolong nya apa karena dia tak mau mengakui om jadi om membiarkan dia tenggelam. Ardian pun dengan emosi dan tangis nya yang meledak mengatakan yang reflek ia katan.
cpok .......cpok ......
Tamparan keras pun mendarat di pipi Ardian.
"kamu kira hanya kamu yang sedih Hah ,disini aku juga sedih ,bagaimanapun aku ayah nya ,dan dia adalah putri ku satu -satunya .tapi aku bukan orang bodoh yang hanya melakukan kegilaan yang akan membahayakan nyawa ,kalau kamu memang mau menolong nya harus nya kamu lihat dulu situasi nya , kalau kamu sembarangan apa kamu kira kamu bisa menyelamatkan dia hah ,yang ada kamu bukan menyelamat kan nya tapi kamu juga yang meminta di selamatkan .Rudy pun dengan tandas dan marah mengatakan nya.
__ADS_1
Ardian pun seolah tak punya tenaga lagi , lututnya pun segera merosot seakan tak berdaya,diapun hanya meraung menangisi apa yang terjadi dengan Reni ,sungguh dia tak menyangka akan melihat dengan mata kepala sendiri mobil itu jatuh ,dan melihat Reni kekasih nya dalam bahaya dan dia tak bisa berbuat apa-apa ,dia sungguh tempuruk memikirkan semua yang terjadi di depan nya .
Setelah seperempat jam akhirnya tim SAR pun datang Rudy yang masih waras memang memanggil nya ,dia sadar dengan tenaga dan keahlian nya dia tak mungkin bisa menyelamatkan putri nya ,dan kalau pun dia nekat terjun dia yang akan terbawa arus dan akan tenggelam karena dia bisa berenang hanya di kolam renang sementara ini ada lah sungai dan air nya deras pula yang tak mungkin untuk nya bisa bertahan melawan arus yang ia harap semoga putri nya selamat dari musibah ini ,bagi manapun juga Rudy juga mengharapkan Reni bisa memanggil nya dengan sebutan ayah atau papa ,sungguh dia ingin mendengar nya dari mulut putri cantik nya itu .
Tim itupun segera melakukan tugas mereka ,mereka pun ada yang menyusuri sungai dan ada yang menaikkan mobil yang di kendarai oleh Reni tadi ,tapi di mobil sudah tak ada seorang pun ,hanya onggokan besi yang terlihat dan penyok sana sini .
Mereka pun terus mencari dan berharap bisa segera menemukan mereka ,karena dilihat dari keadaan arus mereka akan tenggelam bila tak bisa berenang di aliran sungai yang berarus deras ini ,meskipun tipis harapan untuk hidup bukan kah keajaiban pun juga bisa muncul dalam hidup ini ya walau kecil harapan nya mereka tetap berharap yang terbaik untuk korban yang sedang mereka cari itu .
...----------------...
"mas sebenarnya apa yang terjadi antara kita kenapa kita menjadi seperti ini ,padahal aku melihat cinta kamu masih ada untukku tapi kenapa kamu meninggalkan aku dan kedua anak mu , sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dariku .dalam hati wanita itupun bersuara dengan isak kan lembut nya memenuhi ruangan itu.
"Tante kenapa ,kok malah nangis sih apa ada barang yang sangat berharga dan hilang karena pembobolan itu."sontak Leni pun ingin tahu apa yang membuat wanita di depan nya itu menangis .
__ADS_1
Laras pun hanya menggeleng dan segera mematikan gambar rekaman cctv itu,diapun tersenyum Mandang Leni ,tapi hatinya tidak tenang entah apa yang terjadi dari tadi pikiran nya pun khawatir memikirkan putrinya yang hilang dan belum ada kabar nya itu.
"Len apa dah ada kabar tentang Reni Tante kok merasa tidak tenang sebelum mendapat kan kabar kalau dia baik -baik saja .ujar Laras dengan lemah nya .
Leni yang di tanya pun hanya menggeleng dia memang belum mendapatkan kabar apapun dari Ardian ,setelah melihat Tante Laras yang tak tenang dia pun jadi tak tenang Leni segera menghubungi Ardian dengan ponsel nya .
Setelah panggilan nya berkali kali akhirnya panggilan itu di terima juga .
"Ar dimana keadaan nya disana baik-baik saja kan ,Tante dari tadi gelisah memikirkan kalian ,bahkan rumah nya pun dibobol oleh seseorang .ujar Leni.
Tapi tak ada jawaban yang ia dengar ,isak tangis Ardian malah yang terdengar di telinga Leni ,dan itu malah membuat nya bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Katakan ada apa disana ,kamu laki -laki jangan cengeng kamu kira dengan menangis semuanya selesai hah ,apa yang sebenarnya ter jadi hah? cepat katakan" .leni pun dengan tak sabar ingin segera tahu apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Dengan kaget leni pun menjatuhkan ponsel di genggaman nya ,dia sungguh tak percaya dengan apa yang ia dengar ,dia sangat tahu betapa hebat nya saya bat nya itu ,dia tak mungkin mati dengan mudah hanya dengan masuk ke sungai bahkan dia kalau masuk ke lautan pun akan tetap punya harapan hidup apa lagi itu hanya sungai yang lebih kecil dari lautan .dengan mencoba percaya pada sahabat nya dan menepis kegelisahan nya itulah dia membuang rasa takut nya ,saat ini dia sungguh yang ia inginkan hanyalah datang ketempat itu dan ikut mencari sahabat baik nya itu ,tapi bagai mana siapa yang akan menemani Tante Laras.
Saat semua kegelisahan itu memenuhi pikiran nya akhirnya dia pun bisa menemukan seseorang untuk menggantikan nya menemani Tante Laras ,diapun segera menghubungi nya ,dan berharap setelah dia datang Leni bisa segera menyusul ke tempat sahabatnya itu.dia sungguh tak tenang dan tak bisa tenang bila dia hanya duduk tanpa melakukan apapun untuk Reni sahabat baik nya itu