
Aku yang melihat Reni berganti mobil pun hanya bisa memandang nya ,karna dia dan Oma pasti opa sama ibu,akupun tidak ada pilihan selain masuk ke mobil Ter akhir bersama dengan Om Hendry,kamipun duduk bersebelahan ,dan kecanggungan pun terlihat di antara kami.
"RENO ,kenapa kamu jadi canggung gini sih kaya kita baru kenal saja ,biasa saja dong REN "ucap om Handry .
"maaf pak .....ah ... om kalo saya agak Canggung ,saya bingung juga mau gimana nyebut om ato pak ,saya benar bingung dan kali bapak enak disebut dimana pak "ujar ku dengan muka ku yang bingung pastinya
Diapun memandangku dengan penuh sayang ,terlihat di mata nya kalo dia menyayangi ku dengan tulus nya seperti seorang bapak pada anak nya ,sejak dulu akupun merasakan nya itu ,ketulusan pak Hendry padaku yang notabene hanya lah maha siswa nya tapi kurasakan kasih sayang pak Hendri begitu nyata saat di kampus dulu .
"kamu bisa memanggilku bapak saja REN ,aku juga sudah terbiasa dipanggil dengan sebutan itu dan akupun lebih suka sebutan itu ,aku senang bisa memiliki putra ,terlebih aku juga bangga kalo punya putra yang berprestasi seperti kamu Ren ",ucap pak Hendry padaku.
Aku yang mendengarnya pun menjadi lega karena sudah tahu bagai mana aku menyebut nya nanti ,dan dalam hatiku pun aku merasa beruntung karna dia mau aku sebut bapak di luar gelar guru besar nya di fakultas ,aku merasa senang karena aku bisa merasakan punya bapak yang tak pernah hadir di masa - masa saat aku membutuh kan nya di hidupku,dan tempat bertukar pendapat dengan laki - laki untuk memberi masukan padaku ,dan pak Hendry hadir dengan menggantikan sosok ayah di jalan hidup ku mendampingiku ,menasehati dan membimbingku dalam segala hal saat di kampus dulu ,beruntung nya aku bertemu dengannya,mungkin itu adalah keberuntungan yang paling baik dalam hidupku karna tanpa bimbingan nya tak mungkin aku bisa menjadi dokter yang baik seperti sekarang bahkan dia juga yang mencarikan ku biasiswa untuk kuliahku sekarang ,sungguh aku bersyukur mengenal nya.
Pada saat itu tiba-tiba ada mobil yang dengan kencang nya mendahului mobil kami dengan cepat nya ,bahkan akupun tak bisa melihat dengan jelas mobil itu karna saking cepat nya ,tak berapa lama kami pun mendengar benturan keras di depan karena panik kami pun meminta menambah kecepatan mobil kami untuk melihat nya,dan benturan pun terdengar lagi dan lagi ,kamipun menyuruh melaju lebih cepat lagi , fikiran ku sudah tak bisa tenang aku takut terjadi sesuatu dengan Reni atau ibu yang berada di depan ku .
__ADS_1
Dan waktu pun berjalan begitu lambat ,mobil yang melaju cepat pun seperti melambat bagiku ,seperti berjalan di tempat dan tak sampai-sampai rasanya mobil yang kami kendarai ini,dan saat sampai , aku pun ter kaget melihat di depanku dengan cepat dan tak bisa di elak kan lagi mobil kami dengan keras nya menabrak mobil di depan kami , kamipun dengan terhuyung mencoba keluar dari mobil dengan saling membantu , akhirnya kami dan pak sopir pun bisa keluar dengan selamat setelah perjuangan yang cukup melelahkan itu .
Pak Hendrik dan akupun dengan masih terhuyung-huyung mendekati mobil di depan kami.
opa dan ibu pun kami bantu keluar dari mobil Yang terlihat lebih parah dari mobil kami tapi mereka masih bisa sadar walaupun terlihat shock yang tergambar di wajah mereka .
"buk, ibu apa yang ibu rasakan ?...,yang sakit dimana buk?... ,"
dengan panik aku me meriksa ibuk ,aku lega melihat luka ibu yang tidak terlalu serius walaupun lebih parah dari aku dan pak Hendry.
"RENO dimana Laras apa dia baik baik saja ?..,tolong ibu kmu dulu REN?.., Hendry bantu ponakan kamu menolong Laras ,papa gak papa ,dan paa gak bisa memaafkan diri papa Hendry kalo Laras kenapa -napa ", ujar Opa yang beruntun tak ada Jedah nya.
"Opa ibu sudah Rano tangani dan ibu sudah baik baik saj Opa , sekarang opa harus tenang menunggu bantuan datang ",ujar ku.
__ADS_1
Baru aku selesai berucap Kudengar suara ibu dari belakang ku .
"Reni ....,Reno bagaiman keadaan adik kamu ?..RENo ibu mohon ,adik kamu Reno tolong dia dan Oma RENO ,cepat RENO ibu gak mau Ter jadi apa - apa dengan mereka Reno,ibu memohon dan terus memohon dengan berteriak sambil menangis menyebut -nyebut mereka .
Aku pun segera tersadar kalo Reni dan Oma yang berada di mobil paling depan itu ,aku dan pak Hendry pun segera bergegas kemobil yang telah banyak orang di sekitar mobil dan kulihat tiga orang tergeletak di sana ,pak sopir terlihat mengenaskan sekujur tubuh nya bagaikan bermandikan darah,dan terlihat kalo dia tak bisa tertolong ,dan dengan cepat pandangan kami beralih dan terarah ke Oma dan Reni aku dan om Hendry segera tersadar dan dengan sigap sebisa kami memeriksa mereka ,aku pun menghampiri adik kesayangan ku ,air mata tak bisa ku bendung lagi ,tanganku pun mematung,melihat adik kesayangan yang selalu ceria dan selalu bandel dan tak bisa anteng diam saja tergeletak tak bergerak bahkan tak bersuara membuatku terguncang dan sedih diri ku melihat itu ,melihat itu menambah mencurahkan air mata ku,air mataku pun bagai air hujan yang deras mengalir tak kering membasahi pipi ku.
"Reno kamu dokter disini REN ,kamu gak boleh melupakan tugasmu walaupun kamu dalam kondisi yang tempuruk dan gak baik kamu harus segera sadar bahwa kamu telah mengambil sumpah janji tuk menyelamatkan nyawa sebisa dan sebaik mungkin,ingat itu Reno segera bangun dari tidurmu nyawa adik mu di tangan mu lihat lah dia RENo."kata pak Hendry dengan menegaskan kata -kata nya di setiap kalimat nya.
Aku pun segera tersadar dari ketempurukanku ,aku bergegas melanjutkan memberikan pertolongan kepada adikku yang di setiap kain yang ia gunakan penuh dengan darah disana ,aku yang melihat nya pun dengan terluka juga berusaha menolong nya ,tapi kami pun sadar pertolongan kami takkan bisa menyelamat kan mereka mereka membutuhkan banyak darah karna dari melihat keadaan mereka yang penuh dengan noda darah di sekujur tubuh mereka dengan itu sudah terlihat mereka kehabisan banyak darah, dan kami tidak bisa memberikan nya tanpa ada alat bantu disini .
"Dek bertahan lah dek , tetep temani kakak dek,kakak tahu kamu kuat dek ,kakak percaya kamu bisa bertahan dek ,tolong dek tetap bersama dengan kami ,kakak mohon dek "
Rasa takut pun menghantui diriku ,aku seolah tidak berguna disini bahkan gelar dokter yang ku sandang pun tak bisa membuat adikku segera sadar ,dan keluar dari masa kritis nya .
__ADS_1
Dengan terus memegang tangan adikku,dan tak lupa aku pun memanjatkan doa ,semoga kami di berikan keselamatan,dan segera datang pertolongan di tengah kmu ,dan kami bisa melalui cobaan ini dengan saling menguatkan sampai nanti berlalu cobaan ini .
Saat kami kesulitan dan seolah tak bisa berbuat apa -apa itu mobil ambulance datang dan kamipun merasa beruntung nya kami atas hal itu ,mereka datang tepat waktu ,aku pun bisa merasa lega walau pun disisi lain masih ketar ketir membayangkan apa yang kan terjadi nanti ,aku hanya bisa berdoa semoga semua selamat dan baik baik saja ,kamipun segera di bawa kerumasakit terdekat ,setelah sampai tim pun sudah siap menyambut kami disana ,kami pun segera mendapat pertolongan dan segera mendapat penanganan medis yang lengkap disini dan tentunya dokter yang handal pun yang menangani kami .