
Untung saja walau sudah tengah malam lebih tim rumasakit tetep ada dan tangkas ,bahkan ambulan juga siap siaga sehingga kami dengan cepat dapat di tangani .
Oma yang terluka paling parah pun harus dioperasi karna ada pembekuan darah yang serius dikepalanya,kemungkinan saat kecelakaan berlangsung Oma terkena benturan yang keras dan tidak hanya satu kali benturan itu terjadi,ruang operasi pun segera di siapkan dan Oma pun segera di bawa ke ruang oprasi itu dengan dokter yang terbaik di rumasakit ini .
Reni pun masih di ruang UGD untuk di tangani,kami pun dengan cemas menunggu dokter yang bertugas di ruangan itu,dengan perasaan dan hati yang takut kehilangan kami hanya bisa diam saja dan berdoa di dalam hati kami karena saat ini hanya itu yang kami bisa .
Saat itulah aku merasa menjadi dokter yang tak berguna ,andai saja aku lebih bisa di andal ,bisa lebih baik dari pada sekarang pasti aku bisa menjadi orang yang berada didalam menyelamatkan keluargaku,dalam dadaku bergejolak ,pada saat itu terasa ada yang menepuk punggung ku .
"Sabar Reno ,kita memang tak bisa menolong dengan menjadi dokter yang berada di dalam sana ,tapi kamu harus yakin kita sudah melakukan yang kita bisa dan semaksimal mungkin REN ",dan kita pun hanya bisa menolong dan setelah nya kita hanya bisa berserah pada yang di atas ren." ucap pak Hendry yang seperti tahu apa yang aku pikirkan.
Saat semua nya terlarut dalam keheningan, ku dengar ponsel Reni berbunyi ,memang tadi aku sempet ambil ponsel Reni dan Oma yang berada di tas nya masing - masing sebelum kami ke rumasakit tadi .
"Sayang kenapa lama sekali kamu jawap telepon aku ,aku khawatir sekali kenapa gak kamu angkat dari tadi ,sejak pagi aku merasa gak enak tapi ku pertahanin kok semakin gak karuan hatiku ,dan akupun memutuskan untuk menelepon kamu ,dimana kamu baik saja kan sayang "dengan suara tanpa jeda dan terdengar khawatir Ardian pun bertanya.
Aku pun tersadar ini nomer luar negri dan suara ini pun dia masih ingat dengan suara laki -laki ini .
"Ardian kamu kah ini?.. ,ini aku kamu dah berangkat keluar negri kan?... ,kok kamu masih belum aktivitas jam segini? "sambung Reno dengan suara menyembunyikan tangis kesedihan nya.
__ADS_1
terdengar suara di sebrang yang Ter dengar kaget mendengar suara Reno kakak nya Reni .
"Eh mas Reno maaf mas saya kira Reni mas,iya mas saya memang sudah di luar negri ,tapi kok bisa mas ponsel nya Reni di bawa mas ,Reni lagi mandi ya mas kok bukan dia yang jawap sih mas".dengan bodoh nya Ardian bertanya pada Reno .
"Awas ya kamu berani membayangkan Reni mandi ,aku congkel mata kamu tanpa Anas tesi Lo"ujar ku yang agak kaget juga fikiran yang berkelana cowok di sebrang ".
"Ma....as bu......kan gitu,ah mas pokok nya bukan gitu mas ,mas kan tahu kan , biasanya kalo cewek gak bisa angkat telepon kan karna ada akti fitas yang lama terutama mandi cewek kan lama mas "jawap suara telepon disebrang dan pas ti dengan takut juga ,terdengar dari suaranya yang gugup dan panik .
Reno yang di sebrang pun segera bilang .
"Ah ....jangan gitu dong mas ,mas tolong mas jangan biarin Reni punya cowok lain ya mas ,aku akan berusaha untuk cepet selesai kuliah ku ,tapi aku seneng mas syukur mas kalo begitu,kalo Reni baik -baik saja ,aku takut terjadi sesuatu mas sama Reni ,ya sudah mas kalo begitu aku tutup dulu mas,salam mas buat ayang Reni ya mas"jawap Ardian
"iya ku coba tapi aku gak yakin 100persen lho
Reno pun berusaha dengan sekuat tenaga untuk terlihat baik di suara itu ,untung saja dia memiliki jiwa ekting yang bagus tak sulit untuk berakting seperti yang ia inginkan walau itu terbilang sulit untuknya dia akhirnya bisa melalui itu .
Reno yang menahan tangis pun segera tumpah setelah memutus sambungan telepon itu ,ibu Laras pun hanya bisa memeluk tubuhku dan berusaha menenang kan ku ,aku pun juga sadar bukan hanya aku yang merasakan nya karna diapun juga merasakan hal yang sama dengan semua orang disini termasuk Opa dan Om Hendry pun merasakan kesedihan yang mendalam dan berusaha tegar untuk melalui cobaan ini .
__ADS_1
****""******
di sebuah rumah .
pyaar ............
suara pecah pun terdengar di dapur tempat nya di dapur milik sebuah rumah yang terbilang mewah di komplek itu, seorang wanita yang tidak terbilang muda tapi masih terlihat cantik itu terperanjat setelah mendengar berita di televisi yang mengabarkan keluarga Atmojo yang lagi anget beritanya sejak kemarin tadi malam kecelakaan dan semua mobil yang di kendarai nya terlihat rusak dan ada satu mobil yang terlihat paling hancur di sana .
Apa yang terjadi ,bertahanlah kalian,jangan tinggalin aku , kita hanya tinggal bertiga bertahan lah kalian kumohon .dengan menangis histeris wanita itu meraung - raung tak karuan.
Oma apa yang terjadi kedua cucunya pun mengkhawatirkan nya,diapun tak bisa berkata apa-apa hanya tangan nya yang menujuk televisi yang menayangkan acara berita di televisi itu ,saat itu kami pun melihat berita kecelakaan yang ada di berita itu dan korban jiwa pun ada hanya nama korban tak di ikut sertakan disana .
"Reni ,Oma bagai mana keadaan mereka ,aku akan Segera kerumasakit Oma "aku pun segera mengambil kunci mobil tapi tak kusangka di belakangku adik dan Oma mengekor kepadaku .
Aku pun menyuruh Oma untuk tak ikut kami tapi Oma dengan keras kepala ingin ikut serta ke rumasakit ,Oma tak mau hanya menunggu kabar tanpa melihat sahabat yang telah melakukan semuanya demi dia dan kelurga nya itu .
Tanpa pikir panjang pun kami segera menuju ke ruma sakit ,setelah kami memastikan alamat ruma sakityang di tempati keluarga Atmojo ,dan kami pun menembus jalan pagi yang dingin walau masih pagi tapi sudah rame memenuhi jalan dan beraktifitas.
__ADS_1