
Setelah kejadian itu kami pun pulang setelah mengambil beberapa gambar dengan kamera ponsel ku ,kami berfoto bersama di sana bahkan mbc Tiwi pun ikut masuk di foto kami,setelah puas kami segera pulang ,walau sudah kelihatan terang dari pada saat berangkat tadi ,disini masih tetap dengan udara dingin yang tercipta di desa ini belum mau beranjak pergi .
"Makasih REN kamu sudah mau ikut andil dalam sebagian hidupku, aku berterimakasih atas semua yang kamu lakukan,"Suara Anton terdengar di telinga ku
"sama sama mas ,aku gak papa karna aku disini hanya sebentar ,nanti buntutnya panjang itulah yang harus mas urus setelah nya "dengan senyuman tulus aku arahkan pada nya dan berharap buntutnya tak mengenaiku saja ,itu harapan ku.
Mobil melaju pelan dan semakin pelan akhirnya berhenti ,kulihat Ardian dengan tampang sangat dingin nya berdiri bagai tiang listrik yang menjulang di depanku ,akupun hanya bisa diam dan mau berlalu dari hadapan nya ,aku masih dongkol dengan kajadian tadi pagi tepat nya soal dia yang berbicara dengan cewek itu ,entah mengapa menjadi kan hancur nya mutku pagi ini.
Aku kaget dengan apa yang terjadi Ardian dengan tangan nya menarik tanganku hingga aku Ter dampar di pelukan nya .
"Ada apa Yang kok kamu menghindar dari ku ,bukan kah kita baik -baik saja ,kok kamu berbeda apa yang kamu sembunyikan dariku yang "dengan memohon dia meminta penjelasan dariku .
"kurasa kamu yang harus nya bilang ada apa dengan kamu dan wanita itu Ar ,asal kamu tahu saja aku bukan cewek yang mau di duakan ,camkan itu Ar"
dengan marah Reni pun segera melepas kan pelukanku dan pergi meninggalkan ku sendirian di halaman depan . dan aku pun hanya bisa mematung menatap kepergian nya dari depan mataku ,kenapa momen yang kuharap kan menjadi indah tapi malah berubah jadi suram begini ,aku agak menyesal atas kejadian ini belum lagi dia pergi dengan laki -laki lain walau dengan Aisah aku masih cemburu ,dengan apa yang mereka laku kan di luar sana .
*****""""*******************
"santai bro ,jangan marah -marah nanti cepet tua lho "anton pun berbicara dengan menepuk punggung Ardian .
Tanpa rasa bersalah telah mengajak cewek ku pergi dari pagi buta padahal dia harus nya mengajakku ,tapi kenapa malah cowok itu yang diajak .
__ADS_1
"kamu tadi juga mau diajak si Reni tapi kamu katanya lagi sibuk telefonan ,jadi dia hanya datang sendiri , sementara aku yang mengajak Aisah bukan Reni tenang saja dia cewek baik dia tak mungkin menduakan cintamu ,ya kecuali "
Anton hanya senyum -senyum tidak melanjutkan kata -kata nya ,membuat aku penasaran dengan apa yang ia pendam di muka mesum nya itu .
"kecuali apa yang mau kamu katakan ,walau kamu lebih besar dariku jangan harap aku memandang mu bagiku kamu sama saja dengan cowok lain nya ,yang hanya bisa mengganggu tahu ."Ardian yang tak bisa mengontrol lagi rasa kesal nya pun sudah hampir meledak karna panas dihatinya .
Dengan beranjak pergi tanpa menjawab dia meninggalkan Ardian yang marah dan ingin memakan Anton seandai nya dia makanan pasti dah si telan tu orang saking dongkol dan panas nya hati Ardian yang semakin membara karna cemburu di dadanya.
*******************************************
Akhirnya akupun selesai mandi dan berkemas untuk ke taman kopeng tempat motor Ardian di tinggalkan kemarin, aku agak malas sih sebenar nya bila berkuda dengan Ardian ,aku masih marah dengan apa yang ia lakukan kemarin ,tanpa sepengetahuan ku dia masih berhubungan dan berbicara manis dengan cewek itu ,ah aku malu sebenarnya kenapa aku harus cemburu seperti ini sih .
Aku berjalan dengan enggan keluar dari kamar yang aku tinggali ,kulihat Aisah sudah berada di luar menungguku, aku menjadi terhibur bisa melihat dia yang tersenyum padaku ,rasa marah ku pun segera terbang entah kemana .
Aisah berkata dengan menyodorkan sebuah gantungan kunci yang indah dari kayu berbentuk rumah pondok yang terdapat nama kami disana .
"bagus nya,imut lagi sah beneran nih kamu yang buat gantungan ini ,mbc suka pake banget deh makasih ya ,aku akan menyimpan nya sah ,terimakasih ya". akupun segera menerima gantungan itu aku segera masukkan dalam tas ku .
"Sah mbc juga Ada sesuatu buat kamu sah"
Aku pun memberikan dia sebuah bola kristal yang didalam nya Ada nama RENI AURORA ,nama perusahaan ku, ada sepasang pengantin disana dengan gaun dan senyum yang indah menghiasinya ,aku serahkan pada nya .
__ADS_1
"RENI AURORA,mbc itu nama lengkap mbc ya ,tapi bagus aku suka ini mbc kaya sofenir nikahan mbc tapi cantik sekali ,makasih mbc " .
Aisah terlihat bahagia disana, aku senang melihat itu.
"Sah kamu mau jadi apa ,punya cita-cita kan kamu ,mbc Reni ingin tahu penasaran mbc sama kamu".aku pun bertanya pada Aisah ,aku ingin tahu apa yang ia cita cita kan .
"Mbc Reni ,aku suka menggambar baju ,aku mau jadi desainer mbc ,tapi apa bisa ya aku kan hanya orang gunung ,mau gimana aku promosi nya nanti ."
"kamu jangan pikirin itu ,kalo kamu beneran suka maka jalani saja pasti nanti ada jalan nya kamu meraih cita-cita kamu itu,lagian aku lihat desain kamu juga bagus ,maaf kemarin aku lihat sketsa kamu gak sengaja sah ."
Reni pun meminta maaf karna kelancangan nya sebenarnya sih dia tidak sengaja melihat nya ,dia melihat buku gambar yang di dalamnya terdapat sketsa baju yang cantik Ter onggok di meja ruang tamu ,dasar Reni kan gak tahan bila melihat desain cantik di depan mata nya dia akan melotot bagai mau keluar tu mata kalo ada sketsa yang cocok dengan mata dan hati nya .
"ih mbc Reni ,pasti mau ngolok -olok gambar aku kan ,aku malu tahu mbc kan itu hanya iseng aku saja untuk mengisi waktu luang ku mbc ,eh mbc tahu juga ya dengan sketsa ,aku jadi tambah penasaran deh dengan mbc Reni ."
"ya tahu lah, sketsa dah jadi sahabat nya bahkan mungkin kembaran dia ssaking akrap nya ,asal kamu tahu Reni calon istri ku itu desainer terkenal di negara ini ,ya walau belum sampai luar dah bagus kan ." Ardian menyahut pembicaraan kami .
"mbc Reni aku bisa ikut masuk perusahaan mbc kan ?....,aku juga mau ikuti jejak mbc Reni ,aku sangat suka dengan kain dan desain apapun mbc ,tapi aku masih bingung mau memulai dari mana soal nya gak ada yang bisa membimbingku disini ."
"oke nanti kalau kamu sudah layak mbc Reni janji akan memperhitungkan nya kedalam perusahaan ku ,jadilah calon desainer yang pantang menyerah tekun belajar ,agar tercapai nanti cita cita kamu ,mbc akan menunggu kamu di RENI AURORA ,oke ."
"jadi ini nama perusahaan mbc Reni ,ih mbc Reni masih belia sudah punya bisnis sendiri ,hebat deh mbc aku sampai tersepoa dengan mbc ,eh terpesona dengan mbc ,kalo aku cowok pasti dah aku rebut mbc dari mas Ardian deh ,beneran mas aku gak bohong lho cius,"
__ADS_1
Ardian pun melotot dan menjitak kepala Aisah ,Senda gurauannpun terdengar lagi di sini ,rasa kesal yang tadi hilang berganti dengan keceriaan yang datang ,tapi di sisi lain ada seorang cowok yang tak bisa ikut nimbrung malah hanya menahan cemburu berdiri jauh disana ,melihat keakrapan dan senyum mereka disana ,dia hanya bisa diam menerima itu karna apa lah dia Dimata cewek itu ,dia hanya angin yang hanya akan berlalu di depan matanya,itulah dia ,dia tak ada arti apa-apa untuk cewek yang ia kagumi dalam hatinya itu.