MERANGKAI KEBAHAGIAAN

MERANGKAI KEBAHAGIAAN
119.Barang yang berbeda


__ADS_3

Dalam kamar yang terbilang luas dan nyaman itu pun terlihat wanita yang masih tidur dengan selimut yang menutupi dirinya,diapun seolah enggan untuk bangun,bahkan diapun rasanya hanya ingin memejamkan matanya dan tidur untuk menghilangkan ngantuk yang ia rasa masih bergelayut di mata indah nya itu.


Sayup-sayup pun terdengar ketukan pintu di luar kamar nya itu tapi diapun merasa enggan untuk membukakan pintu yang memang ia telah mengunci nya dari dalam,saat itu suara pun terdengar marah dari luar pintu kamar yang memang tak ada respon dari sang penghuni kamar.


"Renata apa yang kamu lakukan mau sampai kapan kamu molor hah,kamu pikir disini hotel,dengan seenak nya kamu bisa berbuat semau mu."ujar laki -laki itu.


Laki -laki yang ternyata Ronal itu pun seolah hilang kesabaran,dia tak menyangka kalau wanita didalam masihlah tidur dengan nyaman padahal matahari pun telah menampakkan diri sampai sepenggala sungguh wanita ini tak profesional dalam kerja nya,diapun menggedor dengan terdengar mengumpat wanita itu.


Sementara Renata pun terlihat menguap enggan untuk beranjak,sungguh ia


ingin tidur memanjakan mata yang masih mengantuk, tapi setelah lelah mendengar laki-laki diluar membuat kuping nya sakit karena terlalu berisik diapun segera menyeret kaki nya yang berat untuk berjalan menuju kearah pintu yang tak punya salah tapi terus dipukuli itu,seandai nya dia bisa berbicara mungkin dia sudah menjerit meminta tolong karena sakit nya pukulan yang ia terima.


"Apa sih Aku ngantuk banget tahu,apa kamu sudah gila berbuat onar pada pagi buta seperti ini,kaya orang yang tak punya kerjaan saja.ujar Renata.


wanita itupun seakan tak menghiraukan perkataan laki -laki yang datang dengan keributan itu.tapi laki -laki itu pun tak mau kalah.


"kamu gila ini sudah siang tahu,matahari saja sudah tinggi kamu nya saja yang buta,dan tak sadar kalau sudah siang."ujar Ronal dengan sebal


Wanita didepan nya itu pun belum bisa menerima kata -kata Ronal bahkan diapun menjawab nya.


"pak mata saya masih gelap ,lihat nih bahkan saking gelap nya saya gak bisa lihat bapak, jadi bapak cepat pergi deh dari sini saya masih mengantuk ." ujar wanita itu.

__ADS_1


Renata itu pun memandang dengan pandangan yang malas bahkan matanya pun masih terpejam kali ini, tapi bicaranya pun pedas dan terkesan tak mau diatur.Ronal melihat itupun memelototi nya dengan marah tapi melihat Renata yang masih merem dan tak melihat dirinya pun menjadikan dia beralih strategi.


"Dasar wanita jorok,lihat tu iler kamu sampai memenuhi pipi kanan kiri bahkan sampai berbekas karena kering dan bahunya ya ampun ,kamu tuh wanita apa bukan sih jorok amat.ujar Ronal dengan menutup hidung nya.


Ronal pun melotot memandang Renata,saat itu lah tatapan mereka pun saling bertabrakan dan Renata pun menahan malu dan segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan iler yang katanya menempel kering itu,dia sungguh malu dan segera berlari tanpa mempedulikan laki -laki yang menggangu tidur nya itu.


Sementara di tempat nya, Ronal malah terpingkal - pangkal melihat nya dia sungguh tak menyangka wanita itu sangat percaya pada perkataan nya itu,padahal dia pun hanya iseng dan mengatakan semua itu.


Renata yang dikamar mandi pun segera memeriksa dengan khawatir,apa kata dunia bila dia, wanita yang terkenal cantik akan di pergoki ileran di kedua pipi lagi OH now,apa yang akan dia katakan nanti bila bertemu lagi dengan cowok itu,kenapa sih masih pagi juga dia sudah datang mengganggu saja,dan diapun mengetahui kejelekan ku lagi.


Tapi sepanjang melihat dengan teliti wajah nya masih saja terlihat bersih,bahkan di kedua pipi nya tak ada bekas iler seperti yang dikatakan pria brengsek itu, akhirnya diapun keluar dari kamar mandi dan melihat laki -laki yang mengerjai nya itu tertawa terbahak -bahak di tempat nya ,saat itulah Renata pun menuju laki -laki itu diapun dengan cepat dan tanpa bisa laki -laki itu mengelak Renata meraup muka Ronal dengan sabun wajah yang telah ia persiapkan tadi di tangan nya itu


Ronal yang diperlakukan seperti itu dan gak siap pun terdengar mengaduh karena pedas dan tentu nya tidak bisa mengelak perlakuan Renata yang membuat mata nya pedas itu,diapun segera ingin bergegas kedalam kamar dan tentunya segera ingin menuju ke dalam kamar mandi milik wanita yang menzalimi nya itu.


"Syukurin ,Kena batu nya kan, makanya jadi orang jangan rese ngapa mang hanya kamu yang bisa ngerjain orang hah."ujar Renata dengan pedas nya.


Sementara Ronal yang jatuh diapun segera beranjak berdiri dan memandang wanita didepan nya setelah dia mengelap wajah nya dengan kaos yang ia pake dan menahan sedikit rasa perih yang tersisa dimatanya itu,Saat itulah pandangan nya yang tajam tapi seakan menelanjangi itu tertuju pada wanita di depan nya.


Wanita didepan nya itupun segera mengambil langkah mundur rasa takut pun menyeruak di hati nya, tapi tanpa ia sempat menghindar laki -laki didepan nya tadi telah menubruk nya dengan kejam sampai dia terkapar di ranjang dengan posisinya berada di bawah kukungan laki -laki itu, Renata yang menyadari posisinya segera tersadar,dia dan harus segera membebaskan diri dari laki -laki maniak ini,dia sungguh tak mau kehilangan kehormatan nya di renggut laki -laki dia tas nya ini.


Tapi tangan yang kekar karena otot-otot bisepnya yang menonjol dan tubuh nya yang memang terawat karena terasa bahkan Renata melihat dari kekencangan perut nya yang kotak kotak karena tersibak sedikit kaos laki -laki itu saat mengunci nya itupun tak bisa dengan mudah ia singkirkan, bahkan angan nyapun menerawang ke angkasa membuat nya malu sendiri akan itu,tapi diapun sadar dia tidak bisa untuk tetap diam, dia juga tidak mau ambil resiko yang sungguh ia tak mau membayang kan nya.

__ADS_1


"Apa kamu terpesona dengan tubuhku ,apa kamu mau merasakan nya sayang.kata laki -laki itu tepat di telinga Renata.


Renata pun mendengar bisikan dari Ronal ya g sangat sensual itupun membuat nya merinding dan dia pun sempat memerah muka nya, tapi diapun segera bisa menguasai diri dan segera menggerakkan kaki dengkul nya untuk menyodok bagian terpenting laki -laki itu.


"Aduh gila kamu,apa kamu kira bisa dokter mengganti barang berharga ku ini bila nanti dia rusak."ujar laki-laki itu dengan terdampar di sebelah wanita dengan muka yang memerah karena nyeri di bagian intinya itu.


Laki -laki itupun terlihat meringis sakit tapi wanita yang di Katai itu malah memandang laki-laki itu seakan mau membunuh nya.


"Kamu ,dasar menjijikkan ,kalau dokter tak ada yang bisa menggantinya nanti datang saja kerumah aku akan aku ganti tu barang dengan barang yang lebih nyata,aku akan siap memilihkan bahkan menyiapkan mau burung Kaka tua apa Pipit kamu menukar nya."ujar Renata dengan sengit dan sebal.


Ronal yang mendengar itupun mau meledak tawa nya tapi melihat wanita itu tajam menatap nya dia sungguh berhenti dia tak menyangka kalau wanita itu mengatakan hal konyol itu,tapi kalau ia lihat wanita ini tak kan main-main dengan kata-kata nya.


"Enak saja mang kamu kira punyaku burung seperti itu,kamu......."kata laki -laki itu pun terpotong.


Renata memandang nya lebih tajam dan bahkan kali ini diapun mempersiapkan ke dua tangan nya untuk memukul bila itu diperlukan.


"Baik kalu kamu memang menginginkan punya kamu itu hancur dan ingin diganti dengan yang aku sebutkan,mungkin kamu telah bosan dengan punyamu itu."dengan sinis Renata pun mengatakan nya.


Sementara Ronal yang melihat itu diapun takut juga dia tahu kalau wanita ini punya keahlian beladiri yang tinggi ,dan kata - kata nya pun bisa ia laksanakan bila melihat keahliannya wanita ini,bahkan dia berani mencuri ke dalam rumah dan sukses mengelabui para penjaga disana.


Ah kenapa sih dia harus berurusan dengan dia,tapi kenapa saat ini juga hanya dia yang bisa ia mintai pertolongan,hanya dia yang bisa ia percaya dan saat ini mungkin dia memang harus memberi nya istirahat dulu dia kan pasti juga lelah karena aksi nya bahkan diapun bolak balik menyetir tadi malam ,dalam hati laki -laki itupun mengatakan semua itu.

__ADS_1


"Baik kamu istirahatlah hari ini tapi nanti malam kamu harus sudah siap bertemu dengan mama ku."ujar Ronal dengan dingin .


Ronal pun meninggalkan Renata yang tidak menjawab tapi Renata pun memilih kembali ke kamar dan melanjutkan dirinya untuk pergi menyambut ke alam mimpi nya itu.


__ADS_2