
HAPPY READING ALL
.
.
.
.
.
"Jadi kamu baru bekerja di sini?" Tanya Nara untuk yang kesekian kalinya pada cici.
"Iya" gadis dengan tampilan sederhana itu sedari tadi hanya menjawab seadanya.
Teman-teman Nolan ini ramah dan humble semua, tapi tetap saja Cici akan merasa sungkan dan canggung. Berteman dengan orang Jakarta dan kaya seperti mereka cukup membuatnya minder ya meski tidak ada yang mempersalahkannya, tetap saja dirinya harus sadar diri bukan?
Mereka ini terlalu istimewah untuk berteman dengan Cici.
"Masakan kamu enak sekali, bolehkan kalo aku bawa pulang ke Jakarta" ucap Leona mencairkan suasana.
"Oh iya Ci, biasanya Nolan pulang jam berapa?" tanya Nara
"Biasanya sekolah sudah bubar dari jam 12 tadi siang kak, tapi hari ini ada rapat guru mungkin karena itu para guru pulang terlambat" jawab Cici
Mereka kembali asik bercerita, sedangkan Ethan dan Kai hanya mengamati dengan disuguhkan makanan dan minuman yang siap mereka nikmati.
Tak..tak..tak..
Suara langkah kaki terdengar mendekat membuat perhatian mereka semua teralihkan.
"Lama banget pulangnya pak guru" goda Ethan di soraki Kai.
"Gue kangen banget sama kalian" senang Nolan menghampiri teman-temannya itu penuh senyum yang mengembang.
Sebelum sampai di hadapan Ethan dan Kai, Nolan terlebih dahulu menyerahkan tasnya untuk di simpan Cici.
"Ra, tolong taruh di kamar" pintanya.
__ADS_1
"Oh iya map kuning di dalamnya pisahkan dengan map biru" sambungnya lagi seraya melanjutkan langkah kaki jenjangnya.
"Iya mas"
Mas, keempat manusia tercengang mendengarnya
"Sejak kapan lo di panggil mas-mas" tanya Ethan di angguki Kai, Leona dan Nara
"Pertanyaan lo gak penting banget"
Dari tatapan mata Nolan siapapun pasti tahu betapa senangnya pria itu bertemu teman-temannya.
"Gimana kabar lo? Nyaman gak di sini?" Tanya Ethan setelah ketiganya melepas pelukan.
"Menurut lo gimana?" Sentaknya seraya duduk di tengah-tengah antara Ethan dan Kai.
"Nyaman lah bro ya kali gak nyaman, kan ada Dedek emes, mana panggilannya mas lagi haha" timpal Kai membuat tawa mereka terdengar riuh.
"Ara maksud lo?"
"Ciee punya nama panggilan, bukannya namanya Cici kok di panggilnya Ara"
"Lebay amat bini lo"
"Yang penting punya bini dari pada lo kepala udah 3 dikit lagi punya uban belum punya gandengan" ledek Nara membuat tawa riuh kembali terdengar.
"Mas" panggil Cici membuat tawa mereka tiba-tiba terhenti.
"Iya?"
"Makanannya langsung di siapin sekarang atau nunggu udah asar aja?"
"Sekarang aja ra, buat nanti malam aku udah minta ujang yang antar"
"Kita bantu ya Ci" tawar Leona dan Nara bersamaan.
***
"Ci kamu udah punya pacar belum?" Tanya Nara di sela-sela mereka menyusun makanan.
__ADS_1
"Belum kak"
Mendengar jawaban Cici yang memang mereka harapkan membuat Leona dan Nara tertawa di dalam hati.
"Berapa usia kamu saat ini?"
"17 tahun"
"Bukankah seharusnya di usia kamu saat ini adalah masa-masa paling seru apalagi kamu punya pacar Atau mungkin langsung menikah"
"Haha tidak aku bercanda" sambung Nara diiringi tawa ringan.
"Kebanyakan orang menikah dini di usia 15 sampai 17 tahun atau mungkin menikah muda di usia 19 sampai 21 tahun. Tapi itu tidak berlaku di prinsip hidup Cici kak, menikah butuh banyak biaya dan tanggung jawab yang besar" jawab Cici panjang lebar
"Untuk saat ini Cici hanya ingin fokus sekolah dan memperbaiki perekonomian keluarga" sambungnya.
"Aku suka cara kamu berpikir"
Sedangkan di ruang tamu Nolan tengah di introgasi Kai dan Ethan dengan banyak pertanyaan.
"Lo yakin gak ada apa-apanya sama Cici?"
"Udah berapa kali si gue bilang, gue sama Ara itu cuman teman dan sebatas itu aja. Ya emang dia kerja di sini tapi cuman itu doang kok gak ada yang lebih"
"Yang spesial kan semuanya berawal dari teman dulu" sentak Kai di angguki Ethan.
"Gue liat-liat dia cantik cuman kurang perawatan aja. Anaknya juga keliatan gadis baik-baik"
"Gayanya emang keliatan kuno tapi itu yang jadi daya tarik tersendiri buat dia" sahut Ethan menimpali.
"Hem gue tau apa yang lo pada pikirin"
Nolan tak bodoh ia tahu betul apa yang tengah direncanakan Kai, Ethan dan istri-istri mereka.
"Jatuh cinta gak segampang ngisi pulsa. Ara gak bakal pernah ngegantiin posisi Sasa di hati gue" batin Nolan pada dirinya sendiri.
Lagi pula Cici sama sekali tidak menarik dimatanya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1