Mereka Yang Jatuh Cinta

Mereka Yang Jatuh Cinta
Menuju Halal


__ADS_3

HAPPY READING ALL


2 bulan berlalu, hubungan Cici dan Nolan terlihat semakin dekat.


Soal perasaan sudah Nolan miliki, benar kata orang-orang terdekatnya bahwa perasaan aneh yang dulu ia miliki untuk  Sasa kita sudah berpindah pada Cici. Jika boleh jujur perasaannya pada Cici jauh lebih besar dari perasaan yang dulu sempat ia miliki kepada sasa.


Rasa sayang, cinta, rasa ingin memiliki dan selalu ingin melindungi Cici selalu menghantui Nolan. Gadis kecil dengan pesona kuat itu berhasil membuat Nolan selalu melayang-layang dan terombang ambing dengan perasaan sukanya.


2 bulan waktu yang cukup singkat bagi Nolan memutuskan untuk segera mengikat Cici dengan resmi, hati dan keluarganya sudah ikhlas dan sangat siap meminang gadis manis dengan lesung pipi tak terlalu dalam itu.


Tidak baik menunda niat baik, begitu pikir Nolan saat menetapkan hatinya.


"Bagaimana?" Tanya Ethan memecahkan lamunan Nolan.


"Apa?" 


Nolan tak paham apa yang Ethan pertanyakan, sahabat nya ini selalu saja datang tiba-tiba dengan kalimat sepatah yang membuatnya pusing dan bingung.


Ethan ini terlalu to the poin dan sedikit tidak jelas.


"Bagaimana perasaan lo? Gugup? Senang? Atau gimana?" Celetuk Kai yang ikut muncul dengan Daniel di samping kirinya.


"Biasa aja"

__ADS_1


Ketiga pria itu terkekeh meremehkan, biasa saja katanya? Oh ayolah mereka bukan baru mengenal Nolan kemarin sore.


Bagaimana bisa Nolan berkata biasa saja jika tubuhnya begitu terlihat gelisah? Dasar pembohong.


"Yakin biasa aja?" pancing Kai merangkul bahu lebar Nolan.


"Gue gugup. Puas!" kesal Nolan melepaskan rangkulan Kai pada bahunya.


"Itu wajar, gue, Ethan sama Kai dulu juga begitu. Ya kan bro?" Ucap Daniel di angguki teman-temannya.


"Gak nyangka lo nikah juga, dikit lagi lepas perjaka haha. Mana dapatnya daun muda lagi" ledek Kai membuat Nolan menyintil keningnya pelan.


"Stres lo" maki Nolan kes yang semakin membuat Kai selalu ingin menggoda dirinya.


Meledek Nolan adalah hobi baru Kai yang sangat ia sukai.


"Selamat mas bro, selamat melepas lajang. Semoga jadi keluarga yang bahagia, dalam hitungan jam ke depan lo bakal jadi imam. Imam buat istri sama anak lo nanti, doa terbaik buat sahabat baik gue!" Ucap Ethan memeluk Nolan ala pria.


Sungguh Ethan amat bahagia bisa menyaksikan hari penting Nolan, rasanya begitu menggembirakan.


"Thanks, lo bakal selalu jadi panutan gue" jawab Nolan membalas pelukan erat Ethan.


Setelah keduanya melepas pelukan erat dan tepukan di bahu, Daniel mendekat.

__ADS_1


Daniel juga tak kalah bahagia ketika mendapat surat undangan pernikahan Nolan beberapa hari yang lalu.


"Gue gak tau mau ngomong apalagi sama lo, jujur gue bahagia banget pas dapat kabar lo bakal nikah. Gue seneng lo udah nemuin gadis yang mungkin jauh lebih baik dari sasa" ucapnya dengan senyum kecil.


"Lo tau?" 


Daniel tertawa kecil, tentu saja ia tahu. Apa yang tidak ia ketahui tentang ketiga sahabat baiknya.


"Sorry!" Lirih Nolan merasa tak enak.


"Maaf? Buat apa?"ucap Daniel menatap Nolan jahil.


"Maaf, maaf buat perasaan lancang yang pernah gue simpan buat Sasa"


"Gak ada yang salah, perasaan bisa datang buat siapa aja kan? Gue paham. Semoga lo sama Cici selalu bahagia dan nanti pas kalian punya anak, mungkin bisa jadi menantu gue? Mau gak besanan sama gue?" Kelakar Daniel  membuat Nolan tersenyum kecil.


"Males gue punya besar kayak lo"


Malam ini keempat pria dewasa itu menghabiskan waktu bersama seperti mereka ketika SMA dulu, malam penuh tawa dan hangat yang kembali menyelimuti mereka.


Persahabatan mereka tidak akan hilang termakan usia dan waktu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2