
HAPPY READING END ENJOY GUYS
"Jangan Nakal dengerin apa kata Nadeo, kalau ada apa-apa hubungi mama sama papa. Uang saku kamu udah papa kirim ke rekening Nadeo"
Apa? Kenapa di kirim ke rekening pria menyebalkan ini, Niken menatap Nadeo sinis, belum lama di sini pria itu sudah berhasil mengambil seluruh kepercayaan orang tuanya.
"Kenapa gak dikirim langsung kayak biasa sih pa? Papa gak takut uangnya dibawa kabur" omel Niken meminta penjelasan.
Derry tertawa kecil mendengar ucapan putrinya, Bagaimana mungkin Nadeo akan membawa kabur uang bulanan Niken yang baginya tidak seberapa.
"Mulai saat ini Nadeo yang akan mengatur uang bulanan kamu, biar kamu bisa belajar banyak hal darinya" celetuk Zohra membuat Niken memutar bola matanya jengah.
"Masih kayak biasakan jumlahnya?"
"Dipotong 50%"
What the hell!!!!!
Papanya kenapa jadi pelit begini, 25 juta tidak akan mencukupi kebutuhannya. Bagaimana Niken pergi ke salon, shopping, jalan-jalan dan mentraktir teman-temannya.
"25 juta terlalu besar untuk ukuran remaja SMA, belajar hemat, gunakan uang untuk hal-hal yang benar-benar dibutuhkan. Selama uncle dan Aunty pergi Oni tidak akan melayani lo secara berlebihan lagi, tidak ada makan disuapi, merias kepala ketika sekolah dan menyiapkan seragam" tutur Nadeo yang sangat disetujui Derry dan Zohra.
Kedatangan Nadeo adalah malapetaka untuk dirinya, kenapa pria ini begitu berambisi mengubah dirinya!!! Cukup uang sakunya yang berkurang drastis, untuk pelayanan Oni Nadeo tidak boleh ikut campur.
__ADS_1
"Lo apa-apaan sih, oke fine uang jajan gue di lo. Tapi keperluan gue tetap harus diurus Oni!" Sentak Niken
"Nadeo benar, kamu harus belajar lebih mandiri lagi"
Niken menatap kedua orangtuanya dengan air mata yang menggenang, jika gadis itu memejamkan matanya Nadeo pastikan air mata akan membasahi pipinya. Jujur Nadeo merasa tak enak dengan Niken, jika bukan karena permintaan Derry Nadeo tidak akan mau ikut campur pada kehidupan gadis ini.
Seperti dirinya yang ingin bebas, Nadeo yakin Niken juga seperti itu.
"Niken" panggil Zohra lembut.
"Sini, peluk mama" sambungnya seraya merentangkan tangannya.
Niken berjalan pelan, lalu masuk ke dalam dekapan hangat mamanya. Terdengar isakan kecil dari bibir tipisnya.
"Sudah mau 17 tahun kan gak mungkin masih diasuh Oni, kamu tau sendiri Oni sudah tua. Untuk uang saku sengaja di kurangi karena mama tau itu akan mencukupi kebutuhan kamu bahkan lebih. Nadeo akan mengajarkan apa yang tidak mama dan papa ajarkan padamu, semuanya sudah mama dan papa pikirkan matang-matang dan tentunya demi kebaikan kamu" papar Zohra menjelaskan.
Niken masih terlihat mencerna ucapan mamanya, matanya sedikit memerah. Jiwa kekanak-kanakan dan manja masih begitu melekat pada dirinya.
"Jangan nangis nanti cantiknya hilang" ucap Derry mengelus air mata Niken.
Sedangkan Nadeo masih diam mengamati ketiganya.
***
__ADS_1
Setelah mengantar keberangkatan Derry dan Zohra, Nadeo memutuskan mengajak Niken di salah satu cafe yang ada di Jakarta.
"Batas izin lo masih ada setengah jam lagi"
"Gue gak mau sekolah"
Baiklah, untuk kali ini Nadeo akan membiarkan Niken melakukan apa yang ia mau.
"Mau ikut ke galeri seni gue? atau mungkin jalan-jalan?"
"Kalau gak mau gak masal__"
"Mau!" Potong Niken cepat.
"Mau ikut ke galeri lo" jelas Niken
Nadeo tersenyum kecil mendengar jawaban Niken "pilihan yang bagus"
Nadeo enggeser piring Niken agar gadis itu memakan pesanannya terlebih dahulu.
"Makan dulu baru kita pergi"
BERSAMBUNG…
__ADS_1