
HAPPY READING ALL
"Bersihkan dirimu, setelah itu makan. Besok jika keadaanmu sudah membaik kita pulang ke Bandung" ucap Nolan berbalik hendak keluar meninggalkan Cici.
"Apa Mas Nolan sungguh tidak bisa memberikan ruang untukku?"
"Mungkin"
Pupus sudah harapan Cici, ia menunduk merasa sedikit bersalah kepada Ethan dan Leona.
Entah wanita seperti apa yang sudah berani mengambil seluruh isi hati Nolan sampai pria itu sangat sulit membuka hatinya untuk orang lain, tapi Cici tak perlu heran bukannya anak kota seperti Nolan pasti memiliki kriteria yang tinggi.
Bisa saja kan gadis yang ia Cintai itu sosok yang tak kalah sempurna dari Leona.
"Cepat sembuh. Agar aku bisa memberikan ruang untukmu!" Ucap Nolan sebelum benar-benar meninggalkan kamar Cici.
Sungguh Cici tidak salah dengar atau berhalusinasi kan? Nolan akan memberikan ia kesempatan.
Oh god.
__ADS_1
Mulai sekarang ia akan mencoba mencintai Nolan, mencintai pria itu dari hatinya bukan hanya karena permintaan dari Ethan dan Leona. Usia mereka cukup jauh tapi tak masalah di luar sana banyak yang menikah dengan berbedaan usia.
**
Jika saat ini Cici tengah mencoba untuk tulus memberikan seluruh cinta yang ia punya untuk Nolan. Maka pria itu justru kini tengah bergulat dengan segala pemikirannya.
“semoga ini keputusan yang baik.” Gumamnya mencoba kembali mencerna ucapannya beberapa waktu yang lalu.
“Lo udah ngambil keputusan yang baik. Gue yakin itu” celetuk Ethan berdiri di belakang Nolan dengan kedua tangan yang ia masukkan ke saku celana.
“Dari yang gue liat Cici jauh lebih cocok sama lo dari pada Sasa. Selain Sasa udah jadi milik Daniel, lo sama Sasa gak satu pemikiran” sambungnya.
“Ya gue tau. Gue sama Sasa banyak banget bedanya”
“Lan, Cici udah terlanjut masuk di kisah rumit lo. So, jangan pernah buat dia kecewa dan terluka. Selain dia masih terbilang kecil dia juga sosok gadis lugu yang terkesan naif. Gue minta banget sama lo buat hargai dia jangan jadiin dia pelampiasan sesaat lo” nasihat Ethan menepuk pundak Nolan ala pria.
“Gue janji. Thanks buat semuanya bro. Lo emang yang paling the best!” kekeh Nolan beranjak dari duduknya, lalu memeluk Ethan erat.
Pertemanan Nolan, Kai, Daniel dan Ethan mungkin tak sedekat dulu. Selain karena faktor pekerjaan juga karena ketiga temannya itu sudah memiliki keluarga dan kehidupan masing-masing.
__ADS_1
Nolan beruntung bisa mengenal ketiganya.
Lima belas menit menit berlalu....
Nolan dan Ethan sibuk bercengkerama hangat sesekali juga keduanya tertawa lebar, suasana sore kali ini benar-benar menyenangkan.
“besok gue sama Cici bakal pulang ke rumah sebentar buat ketemu papah. Gue mau ngenalin Cici biar perjodohan yang pria tua beruban itu rencanakan tidak benar-benar terjadi. Gue pikir gak semua perjodohan bakal happy ending kayak lo sama Leona”
Ethan kembali tertawa renyah mendengar penuturan Nolan.
“Saran gue lo jangan pulang ke Bandung dulu. Nginep dulu di rumah bokap beberapa hari, gue yakin om Aji bakal senang banget. Apalagi lo bawa cewek cantik serba bisa seperti Cici” saran Ethan setelah menghentikan tawanya.
“Hem”
“Gue takut. Takut dinikahin sama bokap” sambung Nolan yang tau betul tabiat papahnya itu.
“Bagus dong!”
“Takutnya Cici belum siap di boking. Auto lemes gue, dia aja masih SMA” Kelakar Nolan
__ADS_1
BERSAMBUNG...