Mereka Yang Jatuh Cinta

Mereka Yang Jatuh Cinta
S2-Galeri Seni


__ADS_3

Happy reading and enjoy guys!


Mata cantik itu sedari tadi memutari galeri seni Nadeo, terlihat jelas dari ekspresi Niken bahwa gadis itu menyukai galeri seninya.


Niken terkagum-kagum dengan banyaknya karya seni pahat  dan lukis Nadeo yang terlihat luar biasa, ternyata pria ini cukup berbakat.


"Serius galeri ini punya lo?" Tanya Niken untuk yang kesekian kalinya.


"Gila, keren banget" lanjutnya 


Nadeo tersenyum kecil mendengar pujian dari Niken


"Kenapa lo bikin galeri ini?"


"Karena gue suka" jawab Nadeo seadanya.


Niken menganggukkan kepala tanda mengerti lalu beranjak mendekati sebuah seni pahatan kayu yang paling menonjol di matanya.


Tangan gadis itu terulur menyentuh sekaligus mengamati lebih detail, karya seni yang satu ini hanya sebesar genggaman tangan orang dewasa tapi memiliki ukiran dan pahatan rapi seakan ada arti yang sulit di jelaskan dari bentuknya.


"Itu karya pertama gue" celetuk Nadeo mengambil alih karyanya yang berada di tangan Niken.

__ADS_1


"Ayo" ajaknya membuat Niken menatapnya penuh tanya.


"Gue kenalin ke temen-temen gue"


***


Ruangan luas itu hanya di isi 3 orang yang tengah sibuk dengan kegiatannya masing-masing tanpa menyadari kedetangan mereka.


"Gue kira lo yang bikin semuanya"


"Untuk lukisan yang tadi lo liat itu semua gue yang bikin, kalau untuk seni pahat kayu gue di bantu Andi dan 2 sepupunya tapi semua idenya tetap gue yang bikin" jelas Nadeo disela-sela langkah kakinya


"Whatsap bro!" Sapa Andi yang baru saja menyadari kedatangn Nadeo.


Jika gadis berseragam itu pacarnya Andi akui selera Nadeo sangat lah baik, tapi rasanya tidak mungkin. Andi tau betul Nadeo adalah pria yang tidak suka menjalin hubungan semacam itu.


"Siapa nih bening amat, pacar lo ya?" Ucap Andi memecahkan rasa penasannya


Nadeo menggeleng "Lo tau gue siapa" jawab Nadeo membuat Andi tertawa sedikit keras.


"So?"

__ADS_1


"Gue Niken, kerabat jauh Nadeo" sambar Niken yang sedari tadi diam.


"Anak uncle Derry" sambung Nadeo seraya berjalan pelan menuju sebuah pintu yang terletak di sudut ruangan.


"NADEO TUNGGUIN GUE!" Niken berteriak cukup nyaring membuat Andi reflek menutup kedua telinganya.


"Kita di ruangan yang sama, lo gak perlu teriak sekencang itu" ucap Andi sebelum Niken meninggalkannya mengikuti Nadeo yang kelam di balik pintu.


Lagi dan lagi Niken di buat terpesona, ruangan yang di masukinya ini ternyata adalah tempat yang sangat menakjubkan. Jika ruangan sebelumnya di isi peralatan dan tempat proses karya seni pahat maka ruangan ini di isi banyaknya lukisan yang belum di pajang.


"Mau melukis?" Ucap Nadeo secara tiba-tiba.


Niken meringis, melukis? Dirinya tidak pandai melukis yang ada nantinya Nadeo akan mengejek bentuk karya abstrak yang dirinya buat. 


"Gue bantu"lanjut Nadeo membuat senyum cerah menghiasi wajah cantik Niken.


Niken duduk di depan sebuah canvas dengan Nadeo yang berada di belakangnya, tangan besar berurat pria 19 tahun ini menuntun tangan mungil Niken untuk mulai menggoreskan cat pada kanvas putih bersih itu secara perlahan.


"Seni itu bebas dan hanya bisa dimengerti oleh mereka yang menyukainya" ucap Nadeo memandang Niken dari samping sehingga membuat pandangan mereka bertemu.


Lama keduanya saling memandang dan saling mengamati dari alis, mata, hidung hingga berhenti di bibir.

__ADS_1


"Kok lo ganteng sih" celetuk Niken membuat Nadeo memutuskan pandangannya.


BERSAMBUNG…


__ADS_2