Mereka Yang Jatuh Cinta

Mereka Yang Jatuh Cinta
And


__ADS_3

HAPPY READING ALL


Wajah cantik dengan bulu mata lentik itu memandang kagum pada hamparan bunga yang tersusun rapi di pinggir kolam buatan yang telah Nolan siapkan, malam ini adalah malam terbaik yang pernah Cici rasakan, sungguh ini mungkin terlihat sedikit lebay.


Di tengah-tengah kolam terdapat air mancur dengan lampu warna warni yang berkilap cantik, sedangkan di bagian sudut juga terdapat beberapa lampu yang sedikit lebih besar dengan warna kuning, lalu di bagian pinggiran kolam terdapat tulisan dari karangan bunga tanda selamat untuk pernikahan mereka.


Ternyata Nolan yang kaku bisa bersikap manis dan romantis juga.


"Ini untukku?" Ucap Cici beralih menatap Nolan yang sedari tadi mengamati wajah cantiknya.


"Tentu"


"Terima kasih, ini sungguh luar biasa" ucapnya tulus dengan rasa kagum.


Tangan kekar berurat Nolan bergerak melepas jas yang ia kenakan, Cuaca malam ini cukup dingin sedangkan kejutan yang ia berikan untuk Istri kecilnya ini baru saja akan dimulai.


"Ayo, masih banyak yang harus kamu lihat" ucap Nolan, setelah memberikan jasnya kepada Cici.


"Sungguh?"


Nolan mengangguk pelan seraya tersenyum kecil melihat keantusiasan Cici, ternyata bahagia sesederhana ini. Tangan keduanya mendekat untuk bergenggaman dengan hati yang berdebar-debar senang.


"Kita akan menghabiskan malam ini dengan bahagia, i love you my little wife"  ucap Nolan setelah berhasil menggandeng tangan kecil Cici menuju tempat yang tidak akan pernah gadis itu bayangkan.


"I love you too, my cool husband"

__ADS_1


Ribuan bintang di langit dengan bulan sabit yang terang menyaksikan sepasang manusia yang tengah berbahagia dengan gumpalan Cinta pelengkap kebahagian mereka.


Malam pengantin keduanya tidak akan di mulai di kamar pengantin tapi akan di mulai dari kejutan-kejutan kecil yang akan membuat mereka semakin dekat dan semakin terikat.


Pernikahan itu di awali dengan cinta, kebahagiaan, dan akan di akhiri dengan cinta juga.


"Tutup mata indahmu, buka ketika aku memintanya. Mengerti?"


Cici mengangguk menuruti ucapan Nolan dengan senang hati, jujur saja Cici amat bahagia dan tidak bisa berkata-kata lagi, Nolan terlihat begitu menjaga dan memanjakan dirinya.


"Terima kasih" lirih Cici di sela selah langkah kakinya dengan tangan Nolan yang melingkar cantik di pinggang rampingnya.


"Apapun untuk dirimu berhentilah berterima kasih, kalimat itu terlihat menyebalkan di telingaku"


"Selamat datang di rumah baru kita" ucap Nolan setelah Cici membuka matanya.


Rumah sederhana dengan halaman luas dan banyak pohon di sekitaran pagar bambu yang membuat rumah kecil berteras besar itu terlihat asri.


"Kita akan tinggal disini?" Tanya Cici memastikan.


"Kita akan tinggal di rumah sederhana, punya halaman dan teras yang luas, sore hari setelah mandi kita akan duduk di situ" tunjuk Nolan pada 2 kursi kayu di depan teras rumah.


"Minum kopi dan kue ringan olahan tangan cantik istriku, bermain gitar seraya menanti langit dan matahari terbenam bersama" sambung Nolan menatap Cici dengan penuh sayang.


"Lalu kita akan berbincang-bincang tentang bagaimana kita menghabiskan waktu bersama, tentang bagaimana kita mengurus anak-anak dan tentang bagaimana kita menua" lanjut Cici terkekeh lucu.

__ADS_1


Nolan menarik tubuh mungil Cici kedalam pelukannya, bahagianya memiliki wanita cantik dan sesederhana istrinya.


Rumah sederhana ini akan menjadi saksi bahtera rumah tangga mereka.


"Love you, love you, love youuu" gemas Cici kembali membenamkan dirinya di dalam pelukan hangat suaminya.


Lima menit berlalu, Nolan melepas pelukan mereka.


"Lalu bagaimana dengan pekerjaan mas Nolan di Jakarta?"


"Aku bisa bekerja di rumah, selebihnya akan di urus asisten yang diutus papa dan tentunya di bantu kakak ipar. Kamu menikahi guru matematika bukan Ceo kaya"gurau Nolan membuat Cici tertawa lebar.


"Guru matematika jauh lebih menggoda"  balas Cici tertawa kecil lalu kembali membenamkan wajahnya di pelukan suaminya.


"Terima kasih banyak istri kecilku, kalau tidak ada kamu mungkin kehidupan ku akan terus abu-abu, tidak ada warnanya. Kamu berarti besar untuk suami tuamu ini, sekali lagi terima kasih selalu membuat orang-orang disekitar kamu merasa disayangi dan merasa dicintai" 


TAMAT….


NB:


TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SELALU ADA DAN SELALU MENYEMPATKAN DIRI MEMBACA CERITA YANG MUNGKIN KURANG MENARIK INI.


SUNGGUH AKU SANGAT MENCINTAI KALIAN YANG SUDAH MENEMANI CERITA INI DARI AWAL SAMPAI BERAKHIR, RASANYA KATA TERIMA KASIH TIDAKLAH CUKUP.


SAMPAI JUMPA SEMUANYA⭐🌠

__ADS_1


__ADS_2