
HAPPY READING END ENJOY GUYS
Begitu banyak pasang mata menatap Nadeo penuh kagum, dan memuja, bagaimana tidak sosok lelaki tampan yang tengah menggandeng gadis mungil dengan tas selempang di lehernya. Banyak yang beranggapan mereka adalah sepasang kekasih.
Cantik dan tampan, sungguh pasangan yang serasi.
Tidak jarang para perempuan memberikan senyum menggoda untuk Nadeo, sungguh Nadeo tidak nyaman menjadi sebuah pusat perhatian.
"Sayang" panggil Niken sengaja sedikit di keraskan.
Gadis itu jelas tahu perasaan tidak nyaman yang Nadeo rasakan, memang sulit menjadi sosok yang menawan.
"Kita langsung belanja aja deh" ucap Niken lagi membuat Nadeo meminta penjelasan.
"Ayo" ajaknya kembali menarik tangan Nadeo menuju salah satu toko tas yang ada di lantai 4
2 jam berlalu keduanya memutuskan untuk segera kembali kerumah, seperti dugaan Nadeo sebelumnya Niken benar-benar menguras tabungannya.
87 juta bukan lah masalah besar untuk Nadeo hanya saja terlalu boros rasanya menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk sebuah tas dan sepatu.
"Thanks buat tas sama sepatunya" ucap Niken setelah keduanya berada di mobil.
"Karena lo udah belanjain gue, gantian gue yang traktir lo makan" sambung Niken disertai senyum kecil menghiasi wajah cantiknya.
__ADS_1
Nadeo mengangguk menyetujui tawaran Niken, dirinya memang sudah merasa lapar.
"Di restoran mana?" Tanya Nadeo sebelum menjalankan mobilnya.
"Ke jalan kenanga dulu nanti baru gue arahin tempatnya, gue jamin lo bakal suka makan disana"
***
Nadeo mengikuti langkah kaki jenjang Niken yang berada di depannya dengan perasaan was-was. Mereka sudah memasuki gang sempit ini cukup jauh dan belum menemukan adanya restoran atau mungkin sebuah rumah makan.
"Lo mau ajak gue kemana?" Pertanyaan Nadeo tidak di hiraukan Niken, gadis itu justru mempercepat langkah kakinya.
Nadeo tak habis pikir, tidak mungkin ada restoran di gang sempit seperti ini. Apa gadis ini tengah mempermainkan dirinya?
Ok.. Nadeo menyerah! Gadis ini tidak bisa di tebak.
"Makan disini?"
Niken mengangguk mantap, meninggalkan Nadeo yang masih mengamati sekitar.
Di gang sempit ini terdapat rumah makan tradisional dengan pengunjung yang cukup ramai, jika di lihat-lihat tempat ini cukup baik.
"LO MAU MAKAN APA BERDIRI DISITU!" teriak Niken membuat Nadeo kembali mengelus dada sabar.
__ADS_1
15 menit menunggu akhirnya pesanan Niken dan Nadeo dihidangkan, Nadeo pikir rumah makan ini hanya menyediakan makanan khas indonesia, ternyata ia salah besar.
Dari banyaknya hidangan yang tersaji disana juga terdapat makanan khas cina, korea dan India.
"Lo harus cobain, masakan bude Ella enaknya mantap poll" ucap Niken sebelum memulai memakan makanannya.
"Semoga rasanya seperti tampilannya" balas Nadeo membuat Niken tertawa kecil.
Mata gadis itu sedikit menyipit ketika tertawa, untuk kedua kalinya Nadeo akui gadis ini sungguh mempesona.
"Bude Ella blasteran India, suaminya asli orang korea sedangkan anak mereka kuliah tata boga di Cina jadi lo ga perlu khawatir soal rasa"
Seperti yang Niken ucapkan, makanan di tempat ini memiliki rasa yang luar biasa, sayang sekali tempatnya cukup sulit di gapai masyarakat sekitar karena masuk di gang kecil.
"Lo laper apa doyan" kekeh Niken melihat tata cara makan Nadeo.
"Dua-duanya"
Hahaha…
lagi dan lagi Niken tertawa pelan, wajahnya benar-benar cantik dan Nadeo sedikit terpesona akan hal itu.
BERSAMBUNG..
__ADS_1