
HAPPY READING ALL
.
.
.
.
Tidak banyak yang Cici masak hanya seporsi Gulai daun singkong dengan Cah kangkung terasi, masakan sederhana ala orang desa namun nikmatnya luar biasa.
Gadis yang baru saja genap berusia 17 tahun itu terlihat begitu cekatan dalam pekerjaannya, selesai memasak ia lanjutkan beres-beres dan barulah memanggil Nolan untuk sarapan.
Besok-besok kemungkinan ia akan datang saat subuh agar paginya ia tidak terlambat pergi ke sekolah.
Tok..tok...
"Pak sarapannya sudah siap" panggil Cici setengah berteriak.
"Hem"
Berjalan menuju dapur dengan diikuti Cici dari belakang sebenarnya membuat Nolan sedikit risih.
"Kamu yakin ini bisa dimakan?"
Cici menangguk saja, pertanyaan Nolan sedikit membuatnya merasa tidak enak. Ia hampir saja lupa tuannya lahir dan tumbuh di kota besar, mungkin aneh baginya disuguhkan makanan sederhana seperti saat ini.
"Lumayan" ucap Nolan mencicipi masakan Cici.
"Ara tolong kamu bersihkan gudang belakang, sayang jika ruangan sebesar itu tidak di manfaatkan. Saya ingin membuat tempat bersantai di sana"
Ara? Ah iya Cici lupa kemarin guru sekaligus tuannya ini memanggilnya dengan Nama tengah.
"Baik pak, saya permisi"
__ADS_1
"Hem"
Sepeninggal Cici, Nolan mulai makan dengan lahap. Makanan sederhana tidak seburuk yang ia pikirkan, bahkan rasanya jauh lebih enak.
Jujur Nolan tidak terlalu menyukai sayuran tapi untuk yang satu ini pengecualiannya.
Soal gudang yang ia minta bersihkan oleh Cici ingin ia jadikan tempat nongkrong ketika Kai dan Ethan tiba besok pagi.
Ruangan besar tidak terpakai itu memiliki letak yang strategis dengan jendela kaca besar yang pasti akan membuat mereka nyaman ketika menempatinya nanti.
***
"Kira-kira ruangan sebesar ini akan dijadikan tempat bersantai seperti apa ya?" Gumam Cici memandangi ruangan berdebu itu.
Ada tiga lemari besar di sudut ruangan dengan sofa yang terlihat sudah Koyak di bagian samping lemari. Namanya juga gudang pasti banyak barang yang sudah tidak dugunakan, ya seperti lemari, sofo dan guci-guci tua yang terlihat penuh debu.
Butuh waktu 3 jam untuk cici membersihkan gudang, keringat sebesar biji jagung dengan wajah memerah belum lagi badan berdebu membuat tampilan cici begitu berantakan, tapi wajah cantik nya masih terlihat begitu manis untuk dipandang.
"Ceklet..
Nolan masuk membuat Cici bergegas berdiri.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tawar Cici.
"Pergilah menjauh dariku!"ucap Nolan tanpa memandang lawan bicaranya.
"Maksud bapak?"
"Tidak"
Tenaga Cici ibaratkan batre ponsel yang tinggal 20%, jam sudah menunjukkan pukul 1 siang ia belum makan dari tadi pagi di tambah membantu Nolan mendesain gudang rasanya benar-benar melelahkan.
Tapi ia tidak boleh mengeluh, semuanya demi uang untuk ia kuliah nanti apapun akan cici lakukan.
"Akhirnya selesai juga" ucap Nolan menyandarkan dirinya ke dinding dengan kaki Yang diluruskan.
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanya Nolan menyadari Cici yang hendak keluar.
"Saya mau menyiapkan makan siang pak"
"Tidak usah, Ujang sudah dalam perjalanan kesini. Kamu juga belum makan bukan?"
Hening...
Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Apa kau pernah jatuh Cinta?" Tanya Nolan secara tiba-tiba.
"Saya mencintai semua orang pak. Dan saya selalu jatuh cinta" jawab Cici seadanya.
Ok Nolan sepertinya bertanya pada orang yang salah.
"Menurutmu wanita dan pria seperti apa yang bisa membuat seseorang jatuh cinta?" tanya Nolan memutar sedikit tubuhnya menghadap Cici.
Bukan tanpa alasan Nolan menanyakan hal yang menurutnya tidak berguna itu kenapa Cici.
"Orang yang bisa membuat ayah dan ibu saya tersenyum"
"Dasar gila ditanya apa jawabnya apa" kesal Nolan
Mendengar gerutuan Nolan, dengan refleks Cici tertawa kecil.
"Saya tidak butuh Cinta pak, saya butuh uang untuk kuliah, walaupun nanti ada pria yang mencintai saya. saya ingin sosok yang bisa di menghormati orang tua saya dan memuliakan beliau layaknya orang tua sendiri bukan sekadar ikatan antara menantu dan mertua" ucapnya dengan jari-jari tangan yang menyatu
"Sebenarnya tidak ada alasan untuk jatuh cinta. Hanya saja kadang manusia diharuskan untuk realistis, ditanya soal lekuk tubuh siapa yang tidak suka? Tapi kecerdasan dan kekayaan suka bikin orang penasaran. Isi pikiran orang cerdas ada-ada saja sedangkan isi celana tidak akan pernah berubah" sambungnya membuat Nolan tertegun.
Seperti yang diamati Nolan, cici adalah sosok gadis pemikir dan realistis. Sepetinya menjadikan gadis kecil ini sebagai sosok teman pasti menyenangkan. Umur boleh belia tapi cara berpikirnya bagus sekali, Nolan akui itu.
"Bapak sendiri pernah jatuh cinta?"
"Hem"
__ADS_1
"Wanita seperti apa yang berhasil membuat bapak jatuh cinta?" Tanya Cici memberanikan diri.
BERSAMBUNG...