
HAPPY READING ALL.
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, AND VOTE
Setelah menemui Aji kini Cici tengah berada di salah satu cafe ternama di kota Jakarta. Sebuah cafe milenial yang berada di pusat kota dengan gaya modern.
Huuu" suara helaan nafas keluar dari mulut gadis itu, perasaan tegangnya kian menghilang. Benar kata Nolan Papa nya tak semengerikan yang ia pikirkan, Aji adalah sosok ayah yang baik sayangnya hubungan keduanya nya saja yang terlihat kurang dekat.
"Maaf, membuat kamu menunggu" ucap Nolan memecahkan lamunan Cici.
"Mas Nolan habis dari mana? Kok lama" tanya Cici yang sudah tidak terdengar sungkan lagi saat memanggil Nolan dengan embel-embel mas.
"Ada urusan sebentar" jawab Nolan cepat lalu duduk di hadapan Cici.
"Mau makan apa?" Tanya Nolan membolak balikkan buku menu.
Jika boleh jujur Cici tak lapar, jamuan sore yang disiapkan Aji beberapa waktu yang lalu masih bisa mengganjal perutnya sampai esok hari.
"Oke kita pesan ini saja" putus Nolan tanpa persetujuan dari Cici.
Lima belas menit menunggu pelayan datang dengan baki makanan lalu ia hidangkan.
"Selamat makan" ucap Nolan di angguki Cici pelan.
Dipotongnya boba cake dengan lumuran coklat itu lalu Cici masukkan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Merasa ada yang janggal gadis itu mengambil tisu lalu mengeluarkan apa yang ada di dalam mulutnya.
What Cincin?
Apa para koki di cafe besar nan mewah ini tengah memberinya hadiah??
"WILL YOU MARRY ME?" Suara lantang Nolan menggema membuat suasana hening dengan lampu yang tiba-tiba mati.
Banyaknya para pengunjung Cafe itu pun turut menghidupkan flash lampu hp seperti saat tengah menonton konser.
"Aku ingin kamu menjadi bagian dari semuanya, menikah lah dengan ku" ulang Nolan yang entah sejak kapan sudah berada di hadapan Cici.
Oh god ini pasti bukan Nolan, ini bukan sosok Nolan yang kaku seperti yang diucapkan Ethan dan Aji.
"Bagaimana mungkin" cicit Cici gugup.
"Aku ingin memulai semuanya dari awal, aku ingin hubungan yang kita jalani ini berawal dari hal yang manis dan akan berakhir dengan manis pula"
"Sekali lagi, Cici Will you marry me?" Ulang Nolan berlutut di hadapan Cici dengan memasang senyum terbaiknya.
Para pengunjung kembali berteriak, mereka juga ingin diperlakukan manis seperti Cici.
"Aku mau"
Jawaban yang dinantikan Nolan meluncur indah.
__ADS_1
Nolan mungkin belum sepenuhnya mencintai gadis cantik di hadapannya ini tapi mendengar penuturan Cici ada rasa senang menggelitik hatinya, seperti ada ribuan kupu-kupu yang tengah berterbangan mengelilingi perutnya.
"Apa? Kamu mau apa?" Goda Nolan dengan senyum yang menambah kadar ketampanannya.
"Cici mau menikah dengan mas Nolan"
Diraihnya tangan putih dengan jari lentik itu, lalu Nolan sematkan Cincin dengan ukiran nama mereka.
Resmi sudah, Cici sudah ia ikat secara hati ke hati. Tinggal meminta restu orang tua Cici maka Nolan akan meresmikan hubungan mereka secara halal dan sekral.
Nolan tidak ingin bermain-main ia akan mencoba selalu ada untuk Cici, cukup sudah selama ini ia menghabiskan waktu yang sia-sia untuk hal yang membuatnya sakit.
Seperti kata pepatah jika kamu ingin sembuh dari rasa sakit maka lepaskan lah penyebab rasa sakit itu.
"Terima kasih" ucap Nolan memeluk Cici erat.
Diikuti petikan gitaris dengan lampu sorot yang menyinari mereka.
suasana cafe yang tadi tenang membiarkan kedua insan itu menikmati pelukan hangat mereka mulai mengeluarkan suara-suara nyanyian kecil mengikuti irama petikan gitar.
"Hubungan ini mungkin berawal dari suatu paksaan, tapi kita akan mengganti alur yang rumit ini menjadi kisah kita yang manis. aku tidak ingin salah satu dari kita terluka maka cobalah untuk saling mencintai dengan ikhlas" bisik Nolan merangkul Cici erat.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa like, komen dan vote
__ADS_1