Mereka Yang Jatuh Cinta

Mereka Yang Jatuh Cinta
Demi Nolan


__ADS_3

HAPPY READING ALL


Malam ini Nolan dan Cici memutuskan untuk menginap di kediaman Everett. Sebenarnya bisa saja keduanya langsung pulang ke Bandung, tapi Leona dengan segala bujuk rayuan yang ia berikan mampu membuat Nolan dan Cici takluk.


Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, namun mata dengan bulu lentik itu belum menunjukkan tanda tanda ingin terpejam. Selain melamun tidak ada yang dapat Cici lakukan di ruangan besar dan mewah ini.


"Aduh ini mata kenapa susah banget si ngantuk nya" gumam Cici kesal.


Kakinya beranjak turun dari ranjang melangkah menuju dapur tenggorokannya tiba-tiba terasa haus.


"Hai Ci, mau ke dapur?" Suara lembut itu mengagetkan Cici.


"Astaga. Cici kira siapa" kaget Cici mengelus dadanya.


"Haha Sorry membuat kamu kaget" Tawa kecil yang enak di dengar itu keluar dari mulut Leona.


Jika saja Cici seorang laki-laki dan Leona belum menikah mungkin ia akan menjadi salah satu penggemar berat Leona. Entah harus berapa kali ia mengakui bawah wanita ini sangatlah cantik.


"Kakak belum tidur?" Tanya Cici mengikuti langkah kaki Leona yang gadis itu yakini tujuan mereka sama, yaitu ke dapur.

__ADS_1


"Ethan belum mengantuk"


"Kakak begadang untuk menemani kak Ethan?" Tanya Cici menebak dan ya wanita dewasa itu mengangguk.


"Kau tau, Ethan tak akan bisa tidur jika pikirannya terganggu. Kami sering menghabiskan waktu dengan menonton tv ditemani secangkir kopi lalu kemudian kami akan bercinta haha" kelakar Leona frontal yang membuat pipi berisi Cici merona malu.


"Kau malu? Oh god aku lupa gadis manis di sampingku ini masih remaja polos. Sorry" sambungnya lagi-lagi meminta maaf lalu memberikan segelas air putih pada Cici.


"Amore" panggilan dengan suara berat itu mengalihkan perhatian Leona dan Cici.


"Kau belum tidur?" Pertanyaan itu Ethan tunjukan pada Cici dengan nada datar berbanding balik saat pria itu berbicara pada Leona.


Entah kenapa mendengar penuturan Ethan membuat Cici gugup, seperti ada sesuatu yang sulit untuk pria itu katakan padanya.


"Tolong Cintai Nolan" pinta Ethan to the point.


What the hell!!!!


Cici tak salah dengarkan?

__ADS_1


Tak sulit mencintai sosok pria yang bisa dikatakan sempurna seperti Nolan, wajah yang tampan, badan berotot, mapan dan tentunya cerdas. Tapi bukan itu masalahnya, hanya saja Cici pasti merasa tak pantas mencintai Nolan, ia dan pria itu bagaikan langit dan bumi.


"Tolong, tolong cintai Nolan" pinta Ethan lagi seraya menyatukan kedua tangannya.


Gengsi dan Ego Ethan yang tinggi ia simpangkan demi sahabat baiknya itu. Jangankan memohon pada sosok gadis di samping istrinya itu sujud pun akan Ethan lakukan agar sahabatnya bahagia dan melupakan bayang-bayang sasa.


"Kak" cicit Cici


"Jangan seperti ini. Cici tak kan bisa, Mas Nolan terlalu sempurna untuk Cici yang biasa saja ini" sambungnya merendah.


Demi apapun Cici ingin menghilang untuk sesaat dirinya merasa semakin tak pantas saat melihat Ethan memohon padanya.


Jika tau keadaannya akan begini Cici lebih baik tidak usah datang ke Jakarta.


"Cici tolong, kami sangat berhadap besar pada keajaiban cinta kedua. Kami yakin kamu bisa mengembalikan Nolan yang kami kenal beberapa tahun yang lalu" ucap Leona ikut memohon.


"Kak, mencintai Mas Nolan bukan perkara sulit untuk dilakukan. Tapi, bagaimana mungkin Cici mencintai pria yang jelas-jelas masih mencintai orang lain. Dan bagaimana mungkin status sosial yang teramat jauh ini menyatu?"


Cici tidak mungkin membahagiakan orang lain dengan cara mengorbankan hatinya sendiri, mencintai itu harus berdua dan mengasihi itu harus di lakukan dengan tulus.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2