Mereka Yang Jatuh Cinta

Mereka Yang Jatuh Cinta
Aku menyukai mas Nolan


__ADS_3

HAPPY READING ALL, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN AND VOTE.


"Apa kita terlalu egois?" Ucap Leona menatap Nolan yang tengah mengelus surai Cici.


Dari saat mengetahui gadis itu demam sampai sore hari Nolan selalu setia berada di samping gadis itu, Nolan hanya merasa bersalah telah membuat Cici kelelahan.


Mungkin saat ini ia hanya kasihan tapi siapa yang tau apa yang akan terjadi dikemudian hari.


"Apapun demi Nolan. Kita tidak egois ini juga demi kebaikan keduanya, Cici sangat pantas berada di samping Nolan" jawab Ethan meninggalkan Leona yang masih setia mengamati keduanya.


"Cici maaf kan aku." Gumam Leona ikut meninggalkan kamar Cici tanpa berpamitan kepada Nolan.


Leona tidak tega membuat gadis yang tidak tau apa-apa seperti Cici ikut terseret pada masalah lama yang belum usai, Ia merasa sangat bersalah pada Cici.


Karena pembicaraan mereka semalam Cici sampai demam, Cici masih 17 tahun tapi sudah ia seret pada masalah yang cukup rumit. Leona juga merasa dirinya sangatlah berdosa pada Cici. Tapi membiarkan Nolan sendirian dan di bayangi masa lalu membuat Leona menyampingkan perasaan Cici.


"Ara, ayo bangun ini sudah sore. Saatnya makan, perut mu harus di isi agar bertenaga dan cepat sehat kembali" ucap Nolan pelan, dengan tangan besarnya yang bergerak menepuk nepuk pipi chubi Cici.


Jika di liat secara lekat wajah Cici semakin manis, remaja ini tengah dalam masa kembang yang subur. Jadi kecantikannya seakan tengah mekar bak bunga mawar di taman.


Eghh...

__ADS_1


Mata bulat dengan lingkaran hitam di ikuti bibir pucat itu bergerak pelan, Matanya terasa sedikit perih karena terlalu lama menangis.


"Bibi akan membantu mu membersihkan diri" ucap Nolan lagi


"Mas" panggilan dengan nada bergetar terkesan takut-takut itu menyapa indra pendengaran Nolan.


"Boleh kita bicara?" Sambungnya mencoba menatap mata Nolan.


Gugup, takut dan entahlah perasaan Cici tengah campur aduk. Tapi, ia sudah memutuskan untuk masuk ke dalam kehidupan sosok Nolan wang.


Entah bagaimana akhir dari semuanya Cici tak peduli yang penting untuk saat ini ia akan mencoba membuat Nolan menyukai ah bukan lebih tepatnya menyayangi dirinya lebih dari seorang teman bahkan murid.


"Iya?"


"Ada apa?" Tanya Nolan setelah pintu kamar tertutup rapat.


"Bisakah mas Nolan memberikan ruang untuk ku? Sedikit saja" ucap Cici mengubah cara bicaranya pada Nolan dengan intonasi yang jelas.


"Izinkan aku menggantikan dia, dia yang sudah hilang" sambungnya.


"Dia tidak pernah hilang!" Sentak Nolan dengan nada yang tidak membentak.

__ADS_1


Bukan, bukan maksud dirinya untuk sok cool di hadapan Cici. Ayolah ia tidak salah dengarkan? Bagaimana mungkin gadis kecil yang belum lulus sepertinya berbicara sefrontal itu padanya.


"Aku tau, ini ada sangkut pautnya dengan Ethan. Cici, kamu terlalu dini untuk membicarakan soal hati"


“Bukannya dulu kamu juga tidak mau ikut masuk ke dalam kisah yang belum usai? Aku masih memiliki rasa yang utuh untuk wanita lain. Jika boleh jujur kamu memiliki banyak kesamaan dengan Sasa” sambung Nolan membuat hati Cici seperti remuk remuk.


Ia tak suka disamakan dengan orang lain, Cici ingin jadi dirinya sendiri. Ini bukan pertama kalinya Nolan menyamakan dirinya dengan orang lain.


“Intinya aku hanya tidak ingin menyakiti dirimu. Tidak usah dengarkan perkataan Ethan, dia hanya sedang menggertak”


“tapi bagaimana jika Aku mencintai mas Nolan tanpa permintaan Kak Ethan?” sahut Cici mencoba menyelami mata hitam pekat Nolan yang tengah memandang dirinya.


“itu tidak mungkin!”


“Tapi itu adalah kenyataan. Aku menyukai kamu!” jawab Cici yakin.


Damn...


Cici terlalu berani, Nolan menyukai karakter gadis ini. Tapi tidak, ia tak boleh mengikut sertakan cici dalam kisah buramnya. Jika tidak ada pilihan lain maka ia akan lebih memilih untuk menikahi gadis pilihan papa nya dan meninggalkan dusun jambu lalu kembali pada kehidupannya yang sebenarnya.


Setidaknya dengan begitu Cici akan kembali hidup normal dan dirinya tidak akan di cap pedofil.

__ADS_1


Menerima Cici sama saja dengan mambawa gadis kecil kedalam kisahnya yang rumit.


BERSAMBUNG...


__ADS_2