
HAPPY READING END ENJOY!
Pandangan Niken terlihat berputar, kakinya seakan tidak bertenaga untuk menopang berat badannya. Baru 1 gelas kecil Niken sudah terlihat mabuk, dirinya memang payah.
Tapi seperti perkataan Keyni beberapa waktu yang lalu ternyata ada benarnya, tubuhnya terasa lebih ringan dan melayang.
"Lo mabok, tapi gak masalah itu jauh lebih seru. Ayo joget" ucap Keyni tertawa lepas.
Niken ikut tertawa seraya mengiri langkah kaki Keyni yang semakin masuk ke dalam kerumunan, tubuh mungilnya terhimpit di antara lautan manusia.
Ternyata berjoget di bawah gemerlap lampu disko sangat menyenangkan.
"Ini seru!" Teriak Niken
"Kita akan bersenang-senang"
Keduanya kembali tertawa sebelum sosok remaja laki-laki menghampiri keduanya.
"Niken, Keyni kalian juga disini" panggilnya
Dia adalah Azka, laki-laki yang sangat menyukai Niken di sekolah. Melihat Niken yang menghiraukannya dengan keringat yang bercucuran sepertinya Azka dapat mengambil sedikit kesempatan.
"Lo harus jadi milik gue" gumam Azka mencoba menyentuh tubuh Niken yang masih sibuk bergerak kesana kemari
__ADS_1
Di kursi bagian sana Nadeo dengan setia mengamati gerak gerik Niken "Sepertinya waktu bersenang-senang lo harus berakhir" geram Nadeo menghampiri Niken dengan langkah kaki lebarnya.
Grep…
Nadeo membawa Niken ke dalam gendongannya, gadis itu jelas memberontak meminta dilepaskan.
"LEPASIN PACAR GUE!" Teriak Azka mengklaim Niken
Nadeo menyeringai lalu memberikan tatapan tajam pada Azka, pacar katanya? Menggelikan.
"Jangan ikut campur atau lo tau akibatnya" ancam Nadeo membuat nyali Azka menciut seketika.
"Lo kenapa bisa ada disini sih, ini pasti halusinasi ya halusinasi. Cepet turunin gue" racau Niken terus meronta-ronta.
Sampai di parkiran Nadeo mendudukkan Niken dengan hati-hati, meski tengah marah Nadeo tidak akan memperlakukan Niken dengan kasar, bagaimanapun juga Niken adalah amanah dari Derry dan Zohra yang harus ia jaga.
Huwek…
Cairan itu berhasil mengotori mobilnya, Nadeo menghela nafasnya mencoba tetap sabar.
"Sok-sokan ke club minum segelas udah tepar" ucap Nadeo dengan tangan yang setia memijat tengkuk Niken.
Setelah memastikan gadis itu mulai baik-baik saja Nadeo membersihkan leher, tangan dan noda muntah yang mengenai Niken.
__ADS_1
***
Silaunya sinar matahari yang masuk dari jendela berhasil membangunkan Niken dari tidurnya. Kepalanya terasa berdenyut dan berkunang-kunang.
"Sialan, gue mabuk"
Tapi tunggu dulu, kenapa dirinya bisa berada di rumah? Bukannya terakhir kali ia masih bersama Keyni?
Apa jangan-jangan…
Tidak, tidak mungkin Nadeo yang membawanya pulang. Pria itu bahkan tidak sadar ketika dirinya pergi, kalau pun Nadeo menyadari kepergiannya pria itu tidak akan tau klub mana yang ia datangi.
"Nona sudah bangun?" Suara lembut Oni berhasil mengambil alih perhatian Niken.
"Ini Oni bawakan minuman pereda sakit kepala" lanjutnya
"Oni" panggil Niken setelah menaruh gelas yang diberikan oni ke atas Nakas.
"Apa Nadeo yang mengantarku pulang?" Lanjut Niken setengah tidak terdengar.
Oni mengguk kan kepalanya, Wanita tua itu tau akan kekhawatiran yang tengah dirasakan Nona nya. Tangannya terulur merapikan rambut berantakan Niken.
"Tidak ada yang lebih peduli salin tuan Nadeo, sebaiknya Nona bicarakan hal ini kepadanya. Ini titipan dari tuan, Nona diminta membukanya. Kalau begitu Oni permisi" ucap Oni menyerahkan map coklat berpita hitam kepada Niken.
__ADS_1
BERSAMBUNG..