
HAPPY READING AND ENJOY GUYS
"Lo gak ada inisiatif buat minta maaf gitu?" Ucap Niken seraya melipat kedua tangannya didepan dada tanda gadis itu tengah merajuk.
Nadeo menghembuskan nafasnya pelan, sebelum memberhentikan mobilnya di tepi jalan.
"Gue minta maaf" ucapnya menatap Niken
"Lain kali gue gak bakal telat lagi" sambung Nadeo hendak kembali menyalakan mesin mobilnya.
"Gue belum terima maaf dari lo!"
YA Tuhan… jika saja gadis ini bukan anak dari orang yang dihormatinya, Nadeo tidak akan mau meminta maaf seperti saat ini. Tinggal di Jakarta dan bertemu Niken setiap hari benar-benar menguji kesabarannya.
Belum genap satu bulan bertemu Niken rasanya kepala Nadeo sudah panas dan pusing, hari-harinya terasa lebih melelahkan.
"Sebagai gantinya lo harus temenin gue ke mall, gue pengen shopping"
"Lo masih pake seragam, pulang dulu" tolak Nadeo
Niken menyampingkan setengah tubuhnya, menatap bola mata Nadeo dengan tatapan nyalang. Gadis yang belum genap 17 tahun itu harus mendapatkan apa yang ia mau, semua orang harus menuruti keinginannya termasuk Nadeo.
Terkesan Egois tapi itulah dirinya.
"Big no, gue mau SEKARANG" ucap Niken menekan kata sekarang di ujung kalimatnya.
Nadeo menggelengkan kepalanya tanda tidak menyetujui ucapan Niken, lalu menyalakan mesin mobilnya menuju jalan pulang.
"Pulang dulu atau gak sama sekali" ucap Nadeo menatap Niken sekilas.
__ADS_1
"Lo nyebelin banget!!!! Gue kesel, kesel, kesel banget sama lo. Pokoknya gue ngambek"
"Dasar aneh" gumam Nadeo mendengar rentetan kalimat Niken.
Wajahnya di tekuk masam dengan mulut yang tidak henti mengoceh dan sesekali mengumpati dirinya, sedikit menghibur, pikir Nadeo terkekeh pelan.
***
"MAMAAAA" teriak Niken saat memasuki rumah.
"Ya tuhan, Niken. Sudah berapa kali mama bilangin sama kamu, jangan teriak-teriak mama belum tuli"
"NIKEN LAGI NGAMBEK!" Bukannya berhenti berteriak Niken justru semakin meninggikan suaranya hingga terdengar dari luar.
"Aunty" panggil Nadeo yang baru saja masuk dengan tas punggung Niken yang ada di tangan kanannya.
Alhasil mau tidak mau Nadeo yang harus membawanya.
"Lo ganti baju sana, katanya mau ke mall" ucap Nadeo sambil menyerahkan tas Niken.
"Tapi lo yang traktir kan?"
Nadeo menganggukkan kepalanya tanda setuju, hitung-hitung mengecilkan keributan.
"Gue udah gak ngambek lagi" girang Niken dengan senyum merekah.
Tanpa menunggu jawaban dari Nadeo, Niken langsung berlarian menuju kamarnya untuk bersiap.
"Kamu pasti sangat tertekan? Maaf ya uncle dan aunty ngerepotin kamu"
__ADS_1
Nadeo menggeleng diiringi senyum kecil di wajah tampannya "Nadeo sama sekali tidak merasa direpotkan sama sekali"
"Oh ya, besok uncle dan aunty harus pergi ke Meksiko. Uncle kamu berhasil membuka cabang usaha disana. Kamu ada disini jadi aunty tidak perlu mengkhawatirkan Niken, anak itu sepertinya cukup takut padamu" papar Zohra diiringi tawa kecil di ujung kalimatnya.
Kalau boleh Nadeo ingin berteriak sekeras-kerasnya, tinggal berdua dengan Niken adalah bencana besar untuknya, oh ayolah meski ada pelayan di dalam rumah ini tetap saja rasanya Nadeo akan kewalahan.
"Kamu tenang aja, malam ini Oni pulang ke rumah" sambung Zohra membuat Nadeo menatapnya penuh tanya.
"Oni?"
"Baby sister Niken"
Demi apapun Nadeo benar-benar kehabisan kata. Gadis yang hendak 17 tahun masih memiliki baby sister.
"Oni pulang? Mama ga bohongkan?" Sahut Niken secara tiba-tiba.
"Yeay oni pulang oni pulang" girang Niken
"Gue udah siap ayo pergi, gue juga mau beli hadiah buat oni" ajak Niken menarik tangan Nolan penuh semangat.
Tidak ada pergerakan sama sekali dari Nolan, pria itu menatap datar tampilan Niken.
"Ganti baju"
"Ha?"
"Ganti baju lo, kita mau ke mall bukan ke club!" Geram Nadeo
BERSAMBUNG….
__ADS_1