
HAPPY READING SEMUANYA
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, tidak terasa usia pernikahan kami sudah berjalan selama 7 tahun.
Kehidupan rumah tangga kami berjalan baik, perusahaan ku di Jakarta semakin besar tapi profesiku tetap lah seorang guru matematika yang berhasil menikahi muridnya hehe, ayah yang dulu sempat sakit kini sudah mulai sehat dan tentunya ara mengurusku dengan cinta setiap harinya, setahun setelah pernikahan kami Ara mengandung dan sekarang bayi laki-laki mungil dengan jari kecil-kecil yang dulu bergerak pelan kini sudah tumbuh menjadi anak laki-laki yang tampan.
Usianya baru 6 tahun tapi sudah begitu pintar, aku bangga padanya. Tapi, aku lebih merasa bangga dengan Ara, istriku. Jika bukan karena didikan 24 jam yang Ara berikan putra tampan kami mungkin tidak akan sehabat ini.
Hari-hari ku lalui penuh semangat dengan adanya Ara dan putra kecil kami "Nadeo xabizy wang" Wajah putraku begitu mirip dengan ku dan tingkah lakunya sungguh sangat mirip dengan cintaku, Ara.
Waktu itu aku ingat betul ketika Ara tengah mengandung Nadeo permintaanya selalu saja membuatku geleng-geleng kepala, aku tidak kesal ataupun marah karena permintaannya hanya saja aku merasa lucu dengan permintaannya yang kadang tidak masuk akal.
Seperti….
"Mas, ayolah kali ini saja" suara dengan nada merengek itu terus terdengar di telinga Nolan.
__ADS_1
Wanita cantik berdaster kuning dengan perut besar itu sedari tadi merengek kepada suaminya, wajahnya dibuat semenyedihkan mungkin dengan tangannya yang terus menggerakkan lengan suaminya.
"Besok saja ya ini sudah malam, kamu harus istirahat. Kalau kamu kecapekan nanti dedeknya ke___"
"Anak kamu mau nya sekarang!" Potong Ara melepaskan genggaman suaminya.
"Kamu mau anak kita ileran? Kamu mau? Kamu jahat hiks!"
"Baiklah, baiklah. Mas carikan kamu tunggu saja di rumah, angin malam tidak bagus untuk kesehatan"
"Baiknya suamiku" ucap Ara memeluk suaminya dengan sesekali memberikan kecupan singkat.
Nolan menggeleng kepala pelan, dimana ia harus mencari martabak rasa ikan dan es jeruk rasa semangka. Bahkan satu minggu sebelumnya Ara meminta Nolan mencarikannya nasi goreng dengan toping boba.
Menuruti keinginan istri yang tengah mengidam ternyata melelahkan tapi juga menyenangkan. Menuruti permintaan aneh Ara tidak sebanding dengan perjuangan Ara mengandung selama 9 bulan dan sakit ketika istrinya itu melahirkan.
__ADS_1
"Nak, jika nanti kamu sudah besar jangan nakal ya, kamu masih di dalam perut saja sudah begitu menyusahkan papa" gumam Nolan terkekeh pelan.
Dor....
Suara keras dengan tepukkan di bahu itu memecahkan lamunan Nolan.
Wajah berseri anak laki-laki dengan baju tidur doraemon itu berdiri di belakang nya itu Nadeo, putra kecilnya.
"kamu membuat ayah kaget" ucap Nolan mengelus rambut hitam lebat Nadeo dengan sayang.
anak laki-laki itu tertawa kecil memperlihatkan gigi ompongnya, mengagetkan ayahnya adalah salah satu kegemarannya.
"Ayah, ayo makan. Bunda sudah siapkan banyak makanan" Ajaknya menarik Nolan menuju meja makan.
Tinggal jauh dari Jakarta dengan rumah sederhana, kehidupan begitu biasa, dan mengabdikan diri menjadi guru matematika membuat Nolan bahagia itu semua tentunya kerena adanya Ara dan putra tampannya di sisinya.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN!