
HAPPY READING ALL
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN ADN VOTE.
Meja bundar dengan berbagai jenis makanan itu sungguh menggoda, ah tidak ini bukan saatnya untuk memikirkan makanan.
Cici meremas tangannya yang berkeringat, gadis itu merasa sangat gugup terlebih melihat tatapan penuh selidik dari Ajie, papa Nolan.
Pria tua dengan pakaian formal itu tidak terlihat galak, hanya saja Cici tetap merasa takut dan sungkan.
"Jadi? Kapan kalian akan menikah?" Tanya Aji menatap keduanya secara bergantian.
Sebenarnya pria tua dengan kepala yang hampir memutih semua itu sudah tau betul siapa Cici, gadis kecil yang memang telah ia siapkan dari jauh-jauh hari untuk Nolan.
Ethan? Pria itu juga baru tau beberapa waktu yang lalu bahwa ternyata Cici lah tujuan Aji mengirim Nolan ke daerah Bandung.
Dan lihat lah sekarang rencana aji berjalan dengan mulus, Nolan memperkenalkan Cici padanya sendiri ya meski pria itu tau ada banyak drama dari anak dan calon menantunya itu.
Tapi tidak masalah cinta bisa datang dengan seiring waktu.
__ADS_1
"Secepatnya!"
Aji kembali menyeringai senang, sungguh jika di lihat pria tua itu seperti tengah memberikan senyum mengejek untuk Nolan.
"Bagaimana kalau malam ini?" Tantangnya membuat Cici kaget bukan main.
Kedua pria ini tidak sedang bercanda bukan? Oh ayolah menikah bukan suatu hal yang bisa di permainkan. Bagaimana bisa menikah secepat itu, pernikahan butuh banyak persiapan, Cici tentu tidak mau menikah tampan ada acara dan sedikit pesta.
"Oke"
****...
Cici sungguh ingin berteriak mereka benar-benar gila
Hari ini pria tua itu sangat merasa senang dan menang.
"Hey, aku tau kau sudah tua. Tapi calon menantu ku ini masih SMA, kau tidak ingin di kabarkan menikahi anak di bawah umur bukan?" Ucapnya kembali terkekeh lucu.
"Pah, hentikan dramanya. Aku tau papa di balik semua ini, dan ya Aku akan menikahi Ara secepatnya" sentak Nolan geram.
__ADS_1
"Ara? Kau punya panggilan khusus ya. Tidak ku sangka pria kaku sepertimu bisa bersikap manis juga" goda Aji beralih menatap Cici yang sedari tadi diam.
Mata tua dan sayu yang terlihat penuh kasih sayang itu membuat Cici semakin gugup, bahkan gadis itu meremas tamgannya sampai memutih.
"Cici" panggilnya beranjak mendekat.
"Bagaimana kabar dan suasana hatimu?" Tanya Aji setelah duduk di samping Cici.
"Kita belum berkenalan secara resmi bukan? Saya Aji qaldi wang. Orang tua dari Calon suamimu, saya mungkin bukan ayah yang baik, tapi yang terbaik akan selalu saya usahakan untuk putra saya. Kamu sudah menjadi pilihan darinya maka tolong temani dia, cintai dia dan tetaplah bersama dia" tutur Aji panjang lebar.
“Hubungan kami tidak terlalu dekat, tapi saya sangat menyayangi calon suamimu. Dia pria yang kaku, tidak romantis dan tidak bisa bersikap manis, saya tau betul banyak kebohongan yang telah terjadi di balik pertemuan ini. Tapi saya harap kalian benar-benar akan menikah, memiliki anak-anak yang lucu dan selalu bahagia. Sungguh saya sangat mengharapkan hal itu akan terjadi” sambungnya dengan suara yang terdengar serak.
Nolan? Pria itu merasa dejavu ia sedikit menyesal tidak memiliki waktu yang banyak bersama papa nya.
“Maafkan pria tua ini yang banyak menuntut”
Greb...
Cici berdiri memberikan pelukan erat untuk Aji,
__ADS_1
“om, cici akan selalu mencintai mas Nolan, begitu juga mas Nolan akan mencintai cici dan kami akan menua bersama. Cinta itu mungkin belum sepenuhnya ada tapi dengan restu om , semuanya pasti bisa terjadi” ucap Cici disertai senyum tulus.
BERSAMBUNG...