Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
10. Bab 10


__ADS_3

Brakkkk !!!


Pintu toilet di buka paksa oleh Cintya dan teman se geng nya.


Mika tentu saja kaget bukan main...melihat penampakan Cintya di depannya , ia sudah pasti menyadari apa yang akan dilakukan gadis itu padanya.


Sebelumnya........


Cintya dan Virda makin bertambah kesal mendengar Rayyan makan bersama dengan Mika.


Bahkan foto mereka berdua pun sudah tersebar , di tambah tadi pagi , Cintya dan Virda kembali mendapat foto kebersamaan keduanya di taman.


Virda pun sempat memastikannya sendiri , tadi ia sampai berlari untuk sampai ke taman belakang ,setelah ada yang memberitahu bahwa Mika di gandeng oleh Rayyan menuju tempat tersebut. Ia hanya meremas tangannya , tidak berani untuk melabrak langsung Mika , bisa turun imejnya di depan Rayyan.


Sedangkan Cintya, ia menunggu ketika Mika sendirian, dewi fortuna seperti memihak padanya , ia melihat Mika berjalan sendirian menuju toilet.


Dan disinilah dia berada sekarang........


" Ada apa , sampai mengunjungi gue ke toilet, adakah yang penting?". Dengan tenang Mika bertanya , tapi ia tetap waspada.


" Elo , enggak mudeng apa , kan udah gue bilangin jangan deketin Kak Ray , elo itu tidak pantas buat dia , ngaca dulu makanya, tuh kaca toilet gede , ngaca yang bener , di rumah lo pasti enggak ada kaca segede ini ". Cintya tersenyum sinis.


" Kalo gue enggak pantas ,terus siapa yang pantas ?? Elo gitu....kalo begitu mari mengaca bersama , biar tau apa yang kurang dari diri elo , sehingga kak Ray lebih memilih dekat sama gue....kalau elo bisa , bilang sendiri sana ke Kak Ray , suruh jauhin gue ".


" Sikat saja Cin....makin berani tuh anak ".


" Ya bener " . teman - teman Cintya malah jadi kompor.


" Elo ya.....". Cintya mengangkat tangannya hendak menampar Mika, tapi dengan sigap, Mika menangkap tangan Cintya lalu melintirnya ke belakang punggung Cintya.

__ADS_1


" Sakittt ....lepasin enggak , kalo enggak... !".


" Apa !!!...mau Elo laporin , laporin aja gue enggak takut ". Teman - teman Cintya panik melihat ketua geng nya merintih kesakitan.


" Lepasin Cintya Mika ".pinta teman Cintya.


Mika terkekeh, senyum smirk nya muncul....ia ingin tertawa ngakak , bagaimana tidak mereka mendatangi Mika ingin membulynya, tapi ķini kebalik mereka yang malah memohon pada Mika.


Padahal tiga lawan satu...eh mereka kalah...hebat juga gue...ha..ha..ha..


" Kalian keluar dulu !!...enggak mau ya ".


" Oke kalo kalian enggak mau , paling gue patahin nih tangan temen elo ".


" Iy iya ..kami keluar...". kedua teman Cintya langsung keluar toilet.


Mika keluar sambil mendorong Cintya yang masih ia tekuk tangannya. Lalu ia mendorongnya .


" Masih sakit Cin ?".


" Sakitlah , elo enggak lihat apa , tangan gue sampe merah gini...". Padahal teman Cintya bertanya baik - baik karena peduli dengan nya , tapi Cintya malah menjawab nya dengan ketus.


Cintya pikir ketika Mika sendirian akan mudah baginya untuk mengerjai gadis itu , tapi di luar dugaannya , Mika juga punya keahlian bela diri seperti Kiara.


Virda sendiri memohon pada Papa nya untuk mengeluarkan Mika dari sekolah. Virda sampai menjelek- jelekkan Mika.


" Ayolah Pa , permintaan aku mudah kok , tinggal keluarkan....udah selesai....".Virda memasang wajah memelas , ia percaya Papanya ini pasti akan melakukan apapun yang ia minta, karena sebelumnya memang selalu begitu.


" Kali ini maafkan Papa , kalo Mika melakukan kesalahan fatal barulah dia akan di keluarkan dari sekolah ini dengan tidak hormat ".

__ADS_1


" Ck...lama itu Pa , kenapa tidak sekarang aja sih ".


" Tidak bisa sayang ".


Virda menghentakkan kakinya , bertambah kesal karenan baru kali ini permintaannya di tolak papanya.


" Gue harus cari cara lain , suapaya Mika out dari sekolah ini , tapi apa yaa ". Virda berfikir keras , semoga misinya mendepak Mika dari sekolah Angkasa terlaksana.


Hati Virda sudah tertutup , ia bukannya sekolah yang bener dan belajar yang rajin , ini malah ngurusin bagaimana caranya untuk bisa mengeluarkan Mika dari sekolah...dan itu terjadi karena hal kecil , seorang cowok yang ia taksir, padahal cowok itu sendiri tak sedikitpun melihat ke arahnya.


Satu kata buat Virda....Menyedihkan...


Mika sudah tidak ambil pusing meski beberapa kali Rayyan menemuinya.


" Mika , nanti pulang gue antar !".


" Tidak bisa kak , gue ada acara , lain kali saja ".


" Sudah berapa kali elo nolak gue Mik , kali ini gue tidak mau di tolak lagi , gue mau nagih janji elo , waktu itu kamu bilang janji mau di anter gue pulang ".


Kenapa kak Ray masih ingat aja perkataan gue....terima aja kali ya.....kan cuma sekali aja , biar tidak menagih terus .


" Gimana Mika ?".


" Okelah kalo kakak maksa ".


" Gue mau ajak Kiara....boleh kan ?". Rayyan mengangguk pasrah .


Sejak saat itu , bukannya mundur , Rayyan makin gencar mengejar Mika.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2