
Sudah biasa bagi Mika ketika Ray dan Arsha bertemu, pasti ada aja yang mereka ributkan.
Tapi hari ini Ray terlihat berbeda , tak seperti biasanya , bahkan Ray tak menegurnya ketika bertemu tadi pagi.
" Kenapa tuh anak ...tumben amat ". gumam Mika , tapi ia masih berfikir positif, mungkin Ray sedang banyak pikiran kali.
" Ada apa Nil?". Arsha tiba - tiba sudah berada di samping Mika.
" Berhenti memanggil gue Cenil , Ka...".
" Itu panggilan sayang gue buat elo ".
" Gak mau , pokoknya ganti, kalo engga ....Elo Gue end ".
" Sadis ".
" Bodo ".
Dan kediaman Ray berlanjut sampai seminggu ini.
" Si mantan ketos kayaknya lagi jarahan sama elo ya , apa kalian sudah putus ?". tanya Arsha.
" Gue gak pacaran sama kak Ray , jadi gimana mau putus coba ".
" Biasanya dia ngajak gelud sama gue , udah nyerah kali buat ngejar elo , apa dia sudah sadar gak akan mampu bersaing sama gue ". ucap Arsha menepuk dadanya.
" Ck...jumawa ".
" Lah Elo gak lihat sehari gue masuk sini aja fans gue udah banyak , tiap hari ada aja yang ngirimin gue makanan ,elo juga ikut ketiban rejeki makanan gratis kan ". Mika mengiyakan ucapan Arsha... ia sering kali tak perlu repot jajan ke kantin , karena sudah ada makanan yang tersedia di meja Arshaka.
" Iya deh , yang merasa paling cakep se komplek ".
" Enak aja se komplek...se sekolahan ini aja kayaknya gue deh yang paling cakep...bisa di bilang semua murid cewek suka sama gue ".
" Mungkin , tapi maaf gue engga ". kilah Mika.
" Gue juga ". sambar Kia.
" Iya , engga nolak...elo gak ikutan Mel ?".
" Gue ?? ya mau lah , masak gue tolak sih Ar...buat memperbaiki keturunan lah , biar anak gue gak sipit nanti ".
" Jiahhh...kejauhan mikir nya ". Kia menepuk bahu Melani..
" Sakit Ki ,tangan elo mirip kuli sumpah ".
Arsha tertawa , ia senang melihat persahabatan Mika , Kia dan Melani..yang tulus tanpa memandang perbedaan di antara mereka.
__ADS_1
" Mika , Kak Ray kok gak pernah nyamper lagi , elo lagi jarahan sama dia ?". tanya Melani tiba - tiba.
" Eh iya , gue juga mau nanya itu ". tambah Kia.
" Gue juga gak tau ,kenapa tuh anak ".
" Udah gak usah di pikirin , kan udah ada gue, ya kan Mika sayang ".
" Uhukk uhukk....elo kesambet Ka...berasa mau muntah gue ". Mika sampai keselek minumannya.
" Muntahin aja Mik , kalo perlu ke mukanya Arsha ". Kia terkekeh.
" Kalian ya , gue jadiin istri semua nih ".
" Mau Ar...mau , mau...". Melani yang semangat menjawab.
" Dih kegatelan...ayo Mika , kita tinggalkan saja Melan sama pemuda narsis ini ".
Saat keluar menuju taman belakang Mika kembali bertemu dengan Ray dan temannya. Ray lagi - lagi membuang muka dan mengacuhkan Mika.
" Lihat tuh Ki...aneh kan?".
" Bukan aneh lagi , tapi pake banget ".
" Elo ngerasa buat salah gak Mik ?".
*
Hari berlalu dengan cepat...hari ini Mika bersiap akan pulang ke rumah Bunda Fia. Tapi Hp nya berbunyi , sebuah WA masuk.
Temui gue sekarang Mika , please...jalan XX .Ray.
" Ada apa Non ?". tanya Mbak Uti .
" Ini lihat Mbak !". Mika menunjukan pesan itu pada Mbak Uti.
" Jangan non , apalagi beng Vika gak bersama kita !". larang Mbak Uti, tentu saja ia khawatir dengan keselamatan majikannya yang sudah ia anggap seperti anak sendiri ini.
" Tapi Mika penasaran Mbak , Pak..kita ke jalan ini dulu ya !". perintahnya pada sang sopir.
" Non ".
" Aku cuma mau memastikannya saja Mbak ".
Akhirnya Mika sampai di tempat itu , tapi suasana nya sangat sepi, Mika turun meski Mbak Uti berulang kali melarangnya.
Benar saja , tidak lama bermunculan lelaki bertopeng , jumlahnya cukup banyak lebih dari 10 orang.
__ADS_1
Di dalam mobil Mbak Uti merasa ketakutan, meski ia sudah menghubungi Nicko dan juga Abizar ,tetap saja ia was - was. Ia pun kembali menelpon kedua orang tersebut untuk minta bantuan.
Mika mencoba mengulur waktu. " Siapa kalian ?".
" Elo gak perlu tau , ikut dengan kami secara suka rela atau kami paksa !". ucap seseorang dari mereka....sepertinya leader dari para pria bertopeng itu.
" Kalo gue enggak mau ".
" Berarti elo minta di paksa ". Pria itu memberi kode pada anak buahnya.
Melihat itu Pak Sopir yang bernama Wawan itu maju untuk membela majikannya. Tapi apa daya, ia langsung tepar tak sadarkan diri karena di keroyok lima orang sekaligus.
" Pak Wawannn ". teriak Mika.
" Mika !!!. Arsha datang langsung memarkirkan motornya asal.
Tadi di saat di mobil kebetulan Arshaka menelpon , Mika . Ia mau menjemput Mika di rumahnya , berhubung Mika sudah ada di jalan , akhirnya Arsha menyusul ke jalan yang sudah Mika sebutkan tadi. Makanya Arsha lebih dulu sampai di tempat itu.
Mika dan Arshaka melawan para pria bertopeng itu semampunya . Meski mereka tau kekuatan mereka tak sebanding dengan musuh , setidaknya mereka sudah berusaha, kalaupun kalah , mereka masih punya harga diri.
Tenaga Mika makin melemah, beberapa dari mereka sudah menyeret Mika ke semak- semak, bahkan hendak melecehkan Mika.
Mbak Uti berusaha menolong , ia pun ikut pingsan setelah mendapat pukulan di tengkuknya .
Beruntung bantuan datang , Nicko tak main - main ia membawa dua mobil orang - orangnya di tambah sepuluh orang naik motor. Abizar pun sampai di sana.
Mereka langsung menyerang balik...Arsha yang mendapat bantuan , langsung melesat ke arah Mika yang sudah terkoyak bajunya.
Dengan cepat ia menutupi tubuh Mika dengan jaketnya , memeluknya erat , lalu menggendongnya ke dalam mobil meski dengan langkah terseok.
Mika terus menangis dalam dekapan Arshaka." Gue sudah kotor Ka...gue kotor ". ucapnya lirih sambil sesenggukan.
" Engga , mereka belum ngapa - ngapain kamu Cenil ". Arsha makin mengeratkan pelukannya.
Semua pria bertopeng itu berhasil melarikan diri , adapun yang tertangkap tapi lebih memilih bunuh diri. Sisanya masih di kejar oleh anak buah Nicko.
" Sayanggg , maaf Daddy datang terlambat...terima kasih Ar , sudah berkorban buat putri ku ". Nicko mengambil alih Mika dari dekapan Arshaka.
" Sama - sama Om , tidak masalah bagi saya , saya sangat menyayangi Mika Om ". balas Arshaka.
Abizar pun ikut mengelus kepala Mika. " Kita bawa ke rumah sakit dulu Nick , biar aku yang membelikan baju buat Mika , agar orang rumah tidak panik ".
" Ar , kamu ikut dengan Om ke rumah sakit , bawa mobilnya , biar motor kamu di bawa sama anak buah Om !". Arsha mengangguk patuh.
Kini Nicko dan Abizar berbagi tugas. Setelah di periksa dan berganti baju , mereka menunggu Mika supaya tenang...baru akan mereka bawa pulang.
Pak Wawan dan Mbak Uti pun sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit yang sama dengan Mika.
__ADS_1
Bersambung..