
Mika sudah mulai memejamkan matanya, ia benar - benar sangat mengantuk malam ini , makanya ia membiarkan saja Arshaka memeluknya.
Beda dengan Mika , Arshaka malah tak bisa tidur, meski matanya terpejam, tapi pikirannya tidak, hatinya terus berdebar karena begitu dekat dan sangat intim dengan istrinya itu.
" Sial , si otong malah bangun ". gumamnya , lalu muncul ide untuk menjahili Mika.
Tangan Arshaka mulai bergerilya, meraba apa saja yang bisa ia sentuh. Mika hanya melenguh..dan sedikit bergumam.
" Kaaaa...jangan ganggu deh ". lalu kembali tertidur.
Arshaka terkekeh, ia kembali memegang dua benda milik Mìka itu . Ia panas dingin karena ulahnya sendiri.
" Ck....senjata makan tuan nih ". maksud hati ingin menggoda Mika, malah dirinya sendiri yang malah tergoda.
Arsha membalikan tubuh Mika yang tadi membelakanginya dengan sangat pelan.
Mulai mencium pipi , lalu beralih ke bibir Mika yang membuatnya sangat penasaran.
Di kecupnya sekali , dua kali , tiga kali...dan akhirnya pertahanan Arsha runtuh , ia jadi keterusan , bahkan ia sudah mengukung tubuh Mika tanpa sadar.
" Eemmm Kaaaa ". Mika perlahan membuka matanya , karena ia sudah bernafas.
Arsha menghentikan aksinya...mereka saling memandang , Mika memandang dengan mata sayu setengah mengantuk , sedang Arsha yang sudah di penuhi hasrat.
" Apa yang kamu lakukan Ka , kenapa ada di atasku ". tanya Mika dengan suara serak.
" Aku...aku...aku mau mencium kamu lagi , boleh ya ". Belum Mika menjawab Arshaka sudah melakukannya lagi , ia tak mau mendengar penolakan Mika.
Mika pun tak menolak , selama hanya ini yang akan di minta suaminya.
" Sial....". Arsha berlari ke kamar mandi .
" Kenapa dia .....aneh ". ucap Mika
Di dalam kamar mandi Arshaka sedang bersolo karier.....
" Malang benar nasib kamu tong , udah punya istri juga gak bisa di pake...nasibbb..nasibbb ".gerutunya lalu ia tersenyum- senyum sendiri, mengingat apa yang sudah ia lakukan dengan Mika.
" Tenang tong , sebentar lagi past bisa ...gak usah nunggu sampai lulus pokoknya , aku pastikan kamu bertemu soulmate kamu, asal kita bisa bermain cantik , tanpa ketahuan Daddy Nicko ". Arsha sudah punya banyak rencana dalam otaknya.
Kembali ke tempat tidur, ia membuang nafasnya kasar.
" Yaelah malah ditinggal tidur lagi , gak tau apa tadi suaminya tersiksa...eh tapi salah aku juga sih...".
Melihat sang istri yang begitu lelapnya, Arsha tak tega untuk mengganggunya lagi...ia memilih untuk menyusul Mika tidur.
Paginya....
" Sepagi ini kamu sudah masak ". Arsha memeluk Mika dari belakang.
__ADS_1
" Iya , jam 4 pagi aku sudah bangun, tidur ku semalam nyenyak sekali , entah karena apa ".
" Terang saja kamu nyenyak tidurnya , kan ada aku yang semalaman memeluk kamu ".
" Dih PD , minggir sana , sholat dulu keburu habis waktunya nanti...sekalian saja mandi !".
" Tapi aku masih ingin peluk kamu sayang ".
" Aku pukul pake panci nih ".
" Makin galak aja , iya nih aku mandi ". Arsha mencium pipi Mika terlebih dahulu... belum jauh berjalan , Arsha kembali lagi.
" Sayang , apa kamu gak ada niat buat mandiin aku ?". Arsha memasang muka memelasnya.
" Engga ada...buruan sana , mumpung masih pagi , aku ingin jalan - jalan sama kamu ".
" Baiklah ". Dengan langkah gontai Arsha akhirnya menuju kamar untuk membersihkan diri.
" Apa kita akan sarapan dulu ". Arsha sudah kembali lagi dengan penampilan yang segar.
" Iya , biar semangat jalannya nanti ".
" Yaaa..auto lapar lagi dong kalo tenaganya di pake buat jalan - jalan ".
" Tinggal makan lagi kok repot , kan di jalan banyak yang jual makanan...bagi - bagi rejeki lah buat mereka yang dagang ". Mika menyajikan makanan buat suaminya.
" Gombal....oh ya Ka , apa semalam kamu melakukan sesuatu padaku ".
" Melakukan apa ?". Arsha gelagapan , apa Mika menanyakan kejadian semalam.
" Semalam seperti ada yang meraba - raba badanku , lalu menciumku dan kalo gak salah itu kamu ".
" Kamu mimpi kali , berarti semalam kamu mimpi mesyummmm ya ". goda Arsha , mengalihkan perhatian Mika.
" Ishhh mana ada , tapi seperti nyata Ka ".
" Apa kamu menginginkannya , kalo iya , aku siap untuk mewujudkannya ".
" Jangan di bahas lagi ". Muka Mika merona , tak ia pungkiri ada rasa berbeda ketika mengingat kejadian semalam , yang ia pikir hanya mimpi.
Mereka berdua berjalan keluar rumah, dan menyapa siapa saja yang mereka temui.
" Pagi neng Mika , pagi nak Arsha ". sapa Pak RT yang sedang ngopi sambil menemani burungnya yang ada di dalam sangkar.
" Pagi juga Pak RT...Bu Rt ". sapa balik Mika dan Arsha.
" Duh bikin iri aja nih pasangan muda ini...mau pada kemana ?". tanya Bu Rt.
" Mau ke taman depan aja bu , cuci mata " jawab Mika.
__ADS_1
" Kalo mau cuci mata gak usah jauh - jauh neng Mika , tuh sebelahnya bisa di jadiin buat cuci mata , ibu juga mau tuh...sudah bosan lihat wajah Pak RT yang makin banyak keriputnya ". ucap bujet sambil tertawa.
" Ibu ini , apa ibu lupa...dulu waktu bapak muda juga setampan nak Arsha , sekarang kan sudah tua , bukan bapak saja yang ada keriputnya, ibu juga ".
" Dih si bapak gak terima , kan cuma bercanda pak , biar gak garing ". pak Rt hanya geleng- geleng kepala mendengar jawaban istrinya...wanita memang tak mau kalah.
" Tapi kalo mau tukar tambah boleh loh neng Mika , suami saya di tukar sama nak Arsha ". tawar Rt , ia kembali tertawa.
" Ibu bisa aja...kalo Arshaka nya mau gak apa - apa Bu ". balas Mika.
" Maaf bu saya nya yang gak mau ". Jawab Arsha yang menarik tangan Mika untuk menjauh dari sana....terdengar ledakan tawa dari Pak RT dan Bu Rt.
" Mari Pak ...Bu...". teriak Mika.
" Tuh lihat Bu , nak Arsha nya sampai ketakutan , takut di bawa sama nenek gombreng...".
" Ishhh si Bapak , awas saja nanti malam gak dapat jatah ". ancam bu Rt lalu masuk ke dalam rumah.
Pak Rt mengejarnya , sambil membenarkan sarungnya yang hampir melorot.
" Bu...bu....jangan marah...becanda Bu...".
Di jalan banyak mata memandang ke arah Mika dan Arsha ... ada yang mencibir karena tidak tau kalo mereka adalah sepasang suami istri.
" Masih kecil kok sampai segitunya , gak malu apa ". kata ibu berbaju merah.
" Iya , apa orang tuanya tidak menasehati mereka ". balas ibu berbaju hitam.
" Jaman sekarang memang pergaulan anak muda begitu miris ". ucap yang satunya lagi.
Tiga orang itu mengosipi Mika dan Arsha , tapi suara mereka cukup keras , sehinga Mika dan Arsha pun mendengarnya.
" Ehhh mau kemana Ka ?". Arsha malah sengaja memeluk pinggang Mika makin erat , dan berjalan menuju ke arah ibu - ibu yang sedang bergosip tadi.
" Permisi Bu , apa ada yang salah jika saya memeluk istri saya , engga kan...yang salah itu kalo saya meluk istri orang....apalagi yang saya peluk tante - tante, makin gak bener itu..".
" Eh tidak nak maaf , apa kalian sudah menikah ?".
" Tentu saja , mana berani saya meluk anak gadis orang kalo belum sah ".
" Tapi kalian kelihatannya masih sangat muda ".
" Gak masalah kan bu , lebih baik nikah muda dari pada memperbanyak dosa, maaf kita mau melanjutkan jalan - jalan pagi kami ".
Ketiga ibu itu terdiam mendapat jawaban telak dari Arshaka.
Sedang Mika mengangkat jari jempolnya untuk Arsha...." Suamiku hebat ". ucapnya...membuat Arsha menepuk dadanya.
Bersambung...
__ADS_1