Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
28. Bab 28


__ADS_3

Mika sudah mulai memejamkan matanya, ia benar - benar sangat mengantuk malam ini , makanya ia membiarkan saja Arshaka memeluknya.


Beda dengan Mika , Arshaka malah tak bisa tidur, meski matanya terpejam, tapi pikirannya tidak, hatinya terus berdebar karena begitu dekat dan sangat intim dengan istrinya itu.


" Sial , si otong malah bangun ". gumamnya , lalu muncul ide untuk menjahili Mika.


Tangan Arshaka mulai bergerilya, meraba apa saja yang bisa ia sentuh. Mika hanya melenguh..dan sedikit bergumam.


" Kaaaa...jangan ganggu deh ". lalu kembali tertidur.


Arshaka terkekeh, ia kembali memegang dua benda milik Mìka itu . Ia panas dingin karena ulahnya sendiri.


" Ck....senjata makan tuan nih ". maksud hati ingin menggoda Mika, malah dirinya sendiri yang malah tergoda.


Arsha membalikan tubuh Mika yang tadi membelakanginya dengan sangat pelan.


Mulai mencium pipi , lalu beralih ke bibir Mika yang membuatnya sangat penasaran.


Di kecupnya sekali , dua kali , tiga kali...dan akhirnya pertahanan Arsha runtuh , ia jadi keterusan , bahkan ia sudah mengukung tubuh Mika tanpa sadar.


" Eemmm Kaaaa ". Mika perlahan membuka matanya , karena ia sudah bernafas.


Arsha menghentikan aksinya...mereka saling memandang , Mika memandang dengan mata sayu setengah mengantuk , sedang Arsha yang sudah di penuhi hasrat.


" Apa yang kamu lakukan Ka , kenapa ada di atasku ". tanya Mika dengan suara serak.


" Aku...aku...aku mau mencium kamu lagi , boleh ya ". Belum Mika menjawab Arshaka sudah melakukannya lagi , ia tak mau mendengar penolakan Mika.


Mika pun tak menolak , selama hanya ini yang akan di minta suaminya.


" Sial....". Arsha berlari ke kamar mandi .


" Kenapa dia .....aneh ". ucap Mika


Di dalam kamar mandi Arshaka sedang bersolo karier.....


" Malang benar nasib kamu tong , udah punya istri juga gak bisa di pake...nasibbb..nasibbb ".gerutunya lalu ia tersenyum- senyum sendiri, mengingat apa yang sudah ia lakukan dengan Mika.


" Tenang tong , sebentar lagi past bisa ...gak usah nunggu sampai lulus pokoknya , aku pastikan kamu bertemu soulmate kamu, asal kita bisa bermain cantik , tanpa ketahuan Daddy Nicko ". Arsha sudah punya banyak rencana dalam otaknya.


Kembali ke tempat tidur, ia membuang nafasnya kasar.


" Yaelah malah ditinggal tidur lagi , gak tau apa tadi suaminya tersiksa...eh tapi salah aku juga sih...".


Melihat sang istri yang begitu lelapnya, Arsha tak tega untuk mengganggunya lagi...ia memilih untuk menyusul Mika tidur.


Paginya....


" Sepagi ini kamu sudah masak ". Arsha memeluk Mika dari belakang.

__ADS_1


" Iya , jam 4 pagi aku sudah bangun, tidur ku semalam nyenyak sekali , entah karena apa ".


" Terang saja kamu nyenyak tidurnya , kan ada aku yang semalaman memeluk kamu ".


" Dih PD , minggir sana , sholat dulu keburu habis waktunya nanti...sekalian saja mandi !".


" Tapi aku masih ingin peluk kamu sayang ".


" Aku pukul pake panci nih ".


" Makin galak aja , iya nih aku mandi ". Arsha mencium pipi Mika terlebih dahulu... belum jauh berjalan , Arsha kembali lagi.


" Sayang , apa kamu gak ada niat buat mandiin aku ?". Arsha memasang muka memelasnya.


" Engga ada...buruan sana , mumpung masih pagi , aku ingin jalan - jalan sama kamu ".


" Baiklah ". Dengan langkah gontai Arsha akhirnya menuju kamar untuk membersihkan diri.


" Apa kita akan sarapan dulu ". Arsha sudah kembali lagi dengan penampilan yang segar.


" Iya , biar semangat jalannya nanti ".


" Yaaa..auto lapar lagi dong kalo tenaganya di pake buat jalan - jalan ".


" Tinggal makan lagi kok repot , kan di jalan banyak yang jual makanan...bagi - bagi rejeki lah buat mereka yang dagang ". Mika menyajikan makanan buat suaminya.


" Gombal....oh ya Ka , apa semalam kamu melakukan sesuatu padaku ".


" Melakukan apa ?". Arsha gelagapan , apa Mika menanyakan kejadian semalam.


" Semalam seperti ada yang meraba - raba badanku , lalu menciumku dan kalo gak salah itu kamu ".


" Kamu mimpi kali , berarti semalam kamu mimpi mesyummmm ya ". goda Arsha , mengalihkan perhatian Mika.


" Ishhh mana ada , tapi seperti nyata Ka ".


" Apa kamu menginginkannya , kalo iya , aku siap untuk mewujudkannya ".


" Jangan di bahas lagi ". Muka Mika merona , tak ia pungkiri ada rasa berbeda ketika mengingat kejadian semalam , yang ia pikir hanya mimpi.


Mereka berdua berjalan keluar rumah, dan menyapa siapa saja yang mereka temui.


" Pagi neng Mika , pagi nak Arsha ". sapa Pak RT yang sedang ngopi sambil menemani burungnya yang ada di dalam sangkar.


" Pagi juga Pak RT...Bu Rt ". sapa balik Mika dan Arsha.


" Duh bikin iri aja nih pasangan muda ini...mau pada kemana ?". tanya Bu Rt.


" Mau ke taman depan aja bu , cuci mata " jawab Mika.

__ADS_1


" Kalo mau cuci mata gak usah jauh - jauh neng Mika , tuh sebelahnya bisa di jadiin buat cuci mata , ibu juga mau tuh...sudah bosan lihat wajah Pak RT yang makin banyak keriputnya ". ucap bujet sambil tertawa.


" Ibu ini , apa ibu lupa...dulu waktu bapak muda juga setampan nak Arsha , sekarang kan sudah tua , bukan bapak saja yang ada keriputnya, ibu juga ".


" Dih si bapak gak terima , kan cuma bercanda pak , biar gak garing ". pak Rt hanya geleng- geleng kepala mendengar jawaban istrinya...wanita memang tak mau kalah.


" Tapi kalo mau tukar tambah boleh loh neng Mika , suami saya di tukar sama nak Arsha ". tawar Rt , ia kembali tertawa.


" Ibu bisa aja...kalo Arshaka nya mau gak apa - apa Bu ". balas Mika.


" Maaf bu saya nya yang gak mau ". Jawab Arsha yang menarik tangan Mika untuk menjauh dari sana....terdengar ledakan tawa dari Pak RT dan Bu Rt.


" Mari Pak ...Bu...". teriak Mika.


" Tuh lihat Bu , nak Arsha nya sampai ketakutan , takut di bawa sama nenek gombreng...".


" Ishhh si Bapak , awas saja nanti malam gak dapat jatah ". ancam bu Rt lalu masuk ke dalam rumah.


Pak Rt mengejarnya , sambil membenarkan sarungnya yang hampir melorot.


" Bu...bu....jangan marah...becanda Bu...".


Di jalan banyak mata memandang ke arah Mika dan Arsha ... ada yang mencibir karena tidak tau kalo mereka adalah sepasang suami istri.


" Masih kecil kok sampai segitunya , gak malu apa ". kata ibu berbaju merah.


" Iya , apa orang tuanya tidak menasehati mereka ". balas ibu berbaju hitam.


" Jaman sekarang memang pergaulan anak muda begitu miris ". ucap yang satunya lagi.


Tiga orang itu mengosipi Mika dan Arsha , tapi suara mereka cukup keras , sehinga Mika dan Arsha pun mendengarnya.


" Ehhh mau kemana Ka ?". Arsha malah sengaja memeluk pinggang Mika makin erat , dan berjalan menuju ke arah ibu - ibu yang sedang bergosip tadi.


" Permisi Bu , apa ada yang salah jika saya memeluk istri saya , engga kan...yang salah itu kalo saya meluk istri orang....apalagi yang saya peluk tante - tante, makin gak bener itu..".


" Eh tidak nak maaf , apa kalian sudah menikah ?".


" Tentu saja , mana berani saya meluk anak gadis orang kalo belum sah ".


" Tapi kalian kelihatannya masih sangat muda ".


" Gak masalah kan bu , lebih baik nikah muda dari pada memperbanyak dosa, maaf kita mau melanjutkan jalan - jalan pagi kami ".


Ketiga ibu itu terdiam mendapat jawaban telak dari Arshaka.


Sedang Mika mengangkat jari jempolnya untuk Arsha...." Suamiku hebat ". ucapnya...membuat Arsha menepuk dadanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2