Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
29. Bab 29


__ADS_3

Setelah berjalan cukup jauh dan sedikit lari kecil mengelilingi taman tadi , Mika merasa lelah , ia pun duduk di bangku yang ada di taman itu.


" Kamu lelah , tunggu di sini ..aku beli minum dulu buat kamu ".


" Sama makanan ya Ka , aku lapar juga ....makanan kecil aja buat ganjal perut ".


Arshaka mengacungkan jempolnya. Tanpa di sadari Mika , ada seorang yang sedari tadi memperhatikannya. Melihat Arshaka yang pergi meninggalkan Mika , orang tersebut melangkah mendekati Mika.


" Hai...sendirian aja , boleh duduk engga ?". tanya nya , basa basi.


" Silahkan , ini tempat umum kok, gak perlu ijin sama saya , lagi pula bangku ini panjang muat buat sepuluh orang ". balas Mika , ia tersenyum.


Beehhh senyumnya , manis sekali...madu kalah manis nih....


" Kamu sendirian?". ia mengulang pertanyaannya.


" Engga ". Jawab Mika singkat , sebenarnya ia malas menanggapi orang yang tak ia kenal , apalagi orang itu sok akrab.


" Ohhh ....kenalkan aku Levin ". Levin menarik tangannya kembali , karena Mika tak kunjung menyambutnya.


Sial....aku di kacangin.....makin penasaran sama nih cewek...


Levin merasa harga dirinya anjlok, bagaimana mungkin Levin seorang playboy kelas kakap di cuekin sama seorang cewek.


Padahal ia sudah merasa tak ada kurang pada dirinya...tampan iya , tampang oke ...kaya ..itu sudah jelas, di umur yang masih muda ia sudah punya perusahaan sendiri , kurang apa lagi coba.


" Maaf bukan mahram...nama aku Mika ". Jawab Mika , tak enak juga melihat raut muka Levin ketika menarik tangannya.


Tak mudah di sentuh rupanya....ini yang aku cari...


Senyuman termanis terbit di bibir Levin ." Its oke , aku yang lancang kok , kamu masih sekokah ?".


" Hemmm iya, kelas 12 ".


" Wahh sebentar lagi lulus dong , mau lanjut kuliah ?".


" Insyaallah ".


Melihat Arshaka yang mulai mendekat, Levin pun berpamitan.


" Boleh minta nomor HP kamu ".


" Maaf ". Mika menggelengkan kepalanya.


" Baiklah , aku pergi dulu....semoga kita bisa berjumpa lagi , dahhh Mika ,". ucap Levin ĺalu melambaikan tangannya.

__ADS_1


Aku pastikan akan mendapat kan nomor kamu cantik....Levin tersenyum miring.


Mika hanya menganggukkan kepalanya tapi sesaat kemudian kepalamya menggeleng " Semoga kita gak akan ketemu lagi....menyebalkan ".


" Siapa yang menyebalkan ?". tanya Arshaka...sambil memberikan minuman ke Mika.


" Tuhhhhh ". Mika menunjuk dengan dagunya...Arsha melihat ke arah Levin yang semakin menjauh ".


" Kamu kenal dia?".


" Engga , tepatnya dia tadi ngajak kenalan ".


" Apa dia menggoda kamu?". Arsha mulai khawatir , apalag tadi ia sempat melihat semua yang di pakai oleh Levin bukanlah merk abal - abal.


Ia juga melihat ada dua orang berpakaian hitam yang mengiringi jalannya Levin, sepertinya Levin bukan orang sembarangan sampai ia di kawal oleh bodyguard.


" Engga juga , masih sopan kok , tadi juga sempat minta nomor HP , tapi tidak aku kasih , takut suami aku ngamuk ".


" Apa kamu bilang , aku ngamuk.....baik , tapi tak di sini , nanti di rumah , dan kamu yang akan jadi sasaran amukan aku ".


" Heh mau ngapain ". Mika memicingkan matanya.


" Rahasia....ayo kita cari makan dulu , biar kamu kuat nanti buat pertempuran dengan ku ".


" Apaan sih Ka , pertempuran apa ?? kamu ngajak berantem aku karena kejadian tadi ".tapi Arshaka tak menggubris pertanyaan Mika , ia malah menarik tangan istrinya untuk mencari makanan berat.


" Nanti kamu tau sendiri , gak mungkin kan aku ngajak gelud kamu di sini , nanti jadi bahan tontonan orang ". senyum Arshaka penuh arti.


" Awas aja kalo aneh - aneh ".


Sementara di lain tempat....


Levin sedang menunggu informasi dari anak buahnya untuk mencari tau tentang Mika.


Begitu cepat informasi yang ia ingin ketahui , dengan kuasa uang semuanya terasa mudah...menurut Levin.


Yang di tunggu akhirnya datang juga. Dengan cepat ia mulai membaca pesan yang di kirim oleh anak buahnya.


" Mikayla.....putri satu - satunya Tuan Nickolas Saputra , ternyata dia bersekolah di sekolah milik keluarga ku ".


Levin terus memandangi foto Mika yang ia dapat tadi. " Cantik , alami...dan susah di dekati , aku semakin tertantang untuk mendapatkan kamu ".


Levin yang biasanya di kejar wanita kini di buat penasaran karena Mika tak meliriknya sedikitpun. Dan bagi seorang petualang seperti dirinya , mendapatkan Mika adalah suatu kebanggan tersendiri.


Bagi dia wanita yang suka rela menyerahkan dirinya hanya wanita murahan , dan itu hanya untuk mainan saja , ia tentu saja ingin mendapatkan pendamping yang benar - benar tulus tanpa melihat siapa dia .

__ADS_1


Meski ia nakal , Levin tak pernah sekalipun berhubungan badan dengan lawan jenisnya, ia menjaga benar kesehatannya .


Ia sendiri termasuk orang yang sangat menjaga kebersihan, bahkan kelewat bersih . Jadi ia akan merasa jijik pada wanita yang begitu gampang di ajak begituan , karena menurutnya wanita seperti itu pasti sering melakukannya dengan orang lain juga.


" Lalu siapa pemuda yang bersamanya....kekasihnya kah ????".


Levin kemudian menghubungi anak buahnya lagi , untuk kembali mencari tau tentang Arshaka , yang ia sendiri belum tau namanya.


Levin tersenyum melihat deretan nomor telepon di sana. Dengan cepat ia mengirim pesan.


" Hai Mika...masih kenal denganku ?".


Lama sekali Levin menunggu balasan dari Mika. Beberapa saat kemudian...


" Siapa sih ?".


Karena sudah ada tanggapan dari Mika , dengan cepat Levin langsung menelponnya.


" Hallo....".


" Wah cepat sekali kamu melupakan diriku ....sedih rasanya ".


" Mau katakan atau aku langsung blokir nomor kamu jika hanya mau iseng saja ". ancam Mika.


" Jangan dong...ini aku yang tadi bertemu kamu di taman ".


" Siapa ya ...aku lupa ,aku bertemu banyak orang tadi ..katakan saja ..apa kamu salah satu pedagang yang ada di sana , apa uang yang aku kasih masih kurang ? , cepat katakan , aku lagi malas buat mikir ! ".


" Beneran lupa nih...ini aku Levin ".


" Ohhh ".


" Hanya Ohhh ".


" Terus aku harus apa , lompat - lompat atau jungķir balik gitu...dih ogah amat ".


" Apa aku mengganggu kamu ? ".


" Tentu saja , aku sudah mau istirahat ...jadi sampai di sini aja ya , dan satu lagi gak usah kirim pesan lagi padaku, apalagi menelponku...kita tidak seakrab itu ".


Levin menghembuskan nafasnya pelan , Mika sudah tidak online lagi , berarti ia benar - benar sudah mematikan HP nya.


" Aku akan tetap mengirim pesan padamu dan juga menelponmu, dan aku yakin nantinya kamu akan mengingatku terus Mika ". janji Levin.


Sementara di rumah , tadinya Mika memang sudah bersiap untuk tidur , ia kembali terbangun ketika mendengar notif pesan berbunyi dari HP nya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2