
Hari ini Mika begitu tak bersemangat...beruntung hari libur, jadi ia bisa santai - santai.
" Kamu kenapa sayang, tumben ...biasanya biarpun libur sarapan sudah tersedia ?". Arshaka mendekati istrinya yang sedari pagi hanya bergelung di bawah selimut.
" Tau nih , lagi mager banget kayaknya ".
" Aku mau ke bengkel , apa mau di belikan sarapan dulu ?".
" Gak usah Ka , nanti kalo kepingin makan aku pesan sendiri saja lewat aplikasi , kamu sendiri kan juga belum sarapan Ka ".
" Sekalian saja nanti di bengkel....kamu lupa di sana kan juga ada Cafe ku ".
" Ya udah , aku mau di bawain makanan dari Cafe aja Ka ".
" Baiklah, nanti aku suruh Eko bawa kesini , mau pesan apa ?".
" Semua menu boleh ?".
Arshaka mengernyit heran....tak biasanya Mika minta makanan sebanyak itu. " Yakin...?".
" Yakin lah , boleh engga ?".
" Boleh lah , apa sih yang engga buat Nyonya Arshaka tercinta ".
" Ck....gombalan receh ".
Mika bangun menuju kamar mandi hanya untuk buang air kecil..lalu kembali lagi naik ke atas kasur. Mika yang memakai daster tipis tanpa lengan, membuat sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan tingkah istrinya itu, membuat sang pemilik mata itu mendekat dan ikut naik ke atas kasur.
" Yang , kalo begini caranya aku jadi malas buat bekerja...apa aku temani kamu saja ya ". pinta Arshaka yang sudah menahan otong agar tidak berontak , karena di suguhi hidangan yang begitu memanjakan mata.
" Gimana sih Ka , katanya mau bawain aku makanan Cafe ".
" Gak perlu kesana juga bisa, tinggal telpon aja kan beres , hidangan yang di depan aku ini yang tidak bisa di biarin aja ..terlalu sayang kalo engga di cicipi ". Arshaka mulai bergerak tangannya.
" Aku tau maksud kamu Ka ....semalam kan sudah , masak masih mau nambah lagi ".
" Kepengen sayanggg ".
" Baik, tapi setelah itu kamu harus berangkat kerja, jangan malas meski kamu Bos di sana , beri contoh yang bener buat anak buah kamu Ka !".
" Siap bu Bos , ni kapan mulainya ...kamu ngomong terus dari tadi ". gerutu Arshaka. Mika pun tertawa kecil.
" Mulai saja , pake ribut...biasanya juga langsung tancap gas ".
" Oke , dua kali ya ".
" Satu kali ".
" Dua kali sayang ".
" Satu kali Ka ".
" Dua ".
__ADS_1
" Satu ".
Bukannya mulai bercinta , mereka malah meributkan hal yang gak penting.
" Satu ". Arshaka sengaja memancing Mika.
" Dua ". tanpa di sadari Mika , ia mengucapkan apa yang dari tadi di minta oleh Arshaka.
Kena kamu....Arshaka menyeringai...
" Deal ya...dua kali , gak boleh protes lagi..".
Mika kalah...Arshaka menang, ia tersenyum puas, pagi hari ia mendapat lagi jatah , dua ronde lagi.
Bibir nya terus bersiul , " Aku berangkat dulu sayang..". Arshaka mengecup kening Mika dan berlalu meninggalkan Mika sendiri di kamar.
" Sebaiknya aku membersihkan diri, tidak enak nanti kalo Eko datang aku masih bau jigong ".
Mika duduk bersantai di depan televisi...tak lama bel rumah berbunyi.
" Cepat amat si Eko ya..".
" Sudah datang ...Ko ".
" Maaf , menganggu waktunya ". ucap seseorang yang sudah berdiri di balik pintu.
" Eh , bukan Eko ternyata, ada yang bisa aku bantu Kak ?".
" Emm , apa benar ini rumah Arshaka ?". tanya nya lagi.
" Boleh aku masuk dulu ".
" Oh iya sampai lupa , ayo masuk Kak !".
Mika langsung membuatkan minum dan membawa cemilan untuk tamunya.
" Kenalkan, namaku Jennifer ". wanita itu menyebutkan namanya.
Deg...Apakah gadis ini yang Arshaka bicarakan ...lalu untuk apa dia datang kemari....hmmm mau main - main ya....oke lo jual gue beli...
" Oh..namaku Mikayla ".
" Kamu adiknya Arsha ya , oh ya Arsha nya mana lok engga kelihatan?".
Belum juga di jawab....Mika mendengus kesal, seenaknya sendiri menyimpulkan.
" Aku ini teman Arshaka waktu dulu dia masih di luar negeri, bukan hanya teman sih , tapi teman dekat, sangat dekat.....dan aku rasa kita saling mencintai, tapi karena ada kesalah pahaman, Arsha pergi menjauhiku ".
Aku kan gak nanya....balas Mika dalam hati.
Mika membiarkan Jenni bercerita apa saja, ngalor ngidul gak jelas , atau lebih tepatnya sedang membual....Mika hanya memasukkannya di kuping kiri lalu keluar dari kuping kanan...
" Kak , airnya di minum dulu, Kakak pasti kehausan karena dari tadi sudah bercerita ".
__ADS_1
Eh tanpa di suruh Jenni kembali bercerita tentang kebersamaannya dengan Arshaka dulu yang begitu romantis.
Beruntung Eko datang, jadi ia ada kesempatan buat meninggalkan Jenni.
" Ini Bu Bos ".
" Terima kasih ya Ko , oh ya aku nitip salam ya buat Bos kamu ".
" Salam apa nih Bu Bos , salam kangen atau hanya salam tempel saja ".
" Kamu lucu juga ternyata ya Ko...begini saja bilang sama Bos kamu , mantan pacarnya dari luar negeri datang berkunjung untuk menjalin silaturahmi ". bisik Mika.
Eko merasa lucu , bagaimana tidak , Mika bilang ada mantan pacar suaminya datang ke rumah , tapi sang istri malah biasa saja dan berbicara tanpa beban.
" Apakah itu saja Bu Bos ".
" Iya itu saja , aku takut kalo pesannya kepanjangan, takut pesannya tercecer di jalanan ". Mika terkekeh.
" Bu Bos bisa aja...oke , aku cabut dulu Bu Bos...dan selamat menikmati ". ucap Eko sambil sedikit membungkuk , lalu pergi dari sana. Mika makin terkekeh melihat kelakuan Eko.
" Apakah Kak Jenni mau menunggu Arshaka pulang ?".
" Kayaknya aku gak bisa lama , aku ada keperluan penting soalnya, bisakah aku meminta nomer ponsel kamu Mika , aku rasa kita bisa berteman ".
Enak saja , berteman dari hongkong , mana ada istri sah berteman dengan pelakor.....ngigau , belum bangun kayaknya nih cewek...
" Untuk apa Kak ". Mika tentu tidak begitu saja memberikan nomor teleponnya.
" Aku masih ingin curhat sama kamu , secara kamu kan adiknya,, kamu pasti dekat dengan Arshaka... jadi aku bisa minta saran pada kamu apa saja yang bisa aku lakukan agar bisa mendapatkan Arshaka kembali ".
Bukan dekat lagi , kita malah tidur satu ranjang...dan apa katanya tadi , ingin mendapatkan suamiku....wah..wah wah....minta di kasih sianida nih cewek.
" Maaf Kak , aku gak biasa dengar curhatan orang , soalnya aku tuh sibuk belajar , jadi malas untuk memikirkan masalah orang lain...otak ku gak akan mampu buat memikirkannya ".
" Tunggu saja , sebentar lagi Arshaka pulang , Kakak ngomong sendiri saja , dan aku sudah lapar...sejak pagi belum sarapan , sayang nanti makanannya keburu dingin, kan gak enak lagi rasanya nanti ".
" Maaf , aku tidak menawari Kakak , karena makanan ini hanya sedikit " Mika menunjukkan paper bag yang ada di tangannya..
" Kamu akan makan sebanyak itu , bukannya seorang wanita harus pandai merawat dirinya sendiri ya ". nasehat Jenni.
" Tak perlu Kakak memikirkannya, gak ada gunanya bagi kak Jenni , ini masalah aku sendiri....lebih baik Kak Jenni memikirkan masalah kakak sendiri ".
" Ya sudah aku mau pulang saja ".
" Engga nunggu Arshaka dulu , bentar lagi loh ".
" Aku ada urusan yang penting...sampai besok calon adik ipar ". ucap Jenni buru - buru pergi dari sana.
Adik ipar....Hahaha , makin gila tuh cewek.
Mika tak perduli lagi dengan kepergian Jenni.
" Awas kamu Ka ...jatah Kamu aku potong separuh...". ancam Mika.
__ADS_1
Bersambung....