
Cintya tak berani lagi untuk melabrak Mika maupun membulinya , sejak kejadian di tolilet itu ia lebih memilih menghindar, meski ia masih saja mengumpat dan menatap sinis pada Mika.
Ia ingat betapa sakit tangannya ketika di pelintir Mika ke belakang , bahkan ia sampai harus memanggil jasa tukang urut ke rumahnya.
" Mika , sepertinya Cintya sudah tobat deh, dia tak lagi mengganggu elo lagi ". ucap Kia , mereka sedang ada di kantin.
" Syukurlah kalo begitu Ki , gue harap gak tobat sambel tuh anak ".
" Hai Mika , gue beliin ini spesial buat elo ". Rayyan menyodorkan semangkuk mie ayam di hadapan Mika ,lalu ia duduk di sebelah gadis itu.
" Ayo di makan , jangan di lihatin saja , gak enak nanti, apa mau gue suapin ".
" Kak Ray , gue gak pesan ini ". makin hari Rayyan makin nekat saja kelakuannya .
" Sayang Mika kalo gak di makan...".
Mika akhirnya memakan mie ayam itu dengan Ray yang terus memandanginya, tapi Mika tak memperdulikan itu , ia biarkan saja apapun yang Ray lakukan, bahkan ketika ada noda caos di bibir Mika , Ray tak segan mengelapnya dengan tisu.
Kia , Melani , Bayu dan semua yang ada di meja itu sampai melongo, melihat kelakuan Ray dan Mika yang seperti sepasang kekasih.
" Kalian pacaran ?? Kia yang penasaran akhirnya bertanya.
" Engga ". jawab Mika dan Ray bersamaan.
Syukurlah....hati Bayu lega.
" Kompak amat...jangan - jangan jodoh ". sambung Melani.
" Gue mau nya gitu , di ajak pacaran gak mau , mau gue ajak nikah belum cukup umur, jadi nunggu aja deh tanggal mainnya ". ucap Ray begitu santai.
" Seriusan elo di ajak nikah sama kak Ray Mik .... dan elo tolak...ck...ck...ck...ajak gue aja kak , dengan senang hati pasti gue langsung terima ". Melani terlihat antusias sekali , Mika dan Kia sampai terkikik geli.
" Elo mau , tapi kak Ray nya yang ogah ". Kia yang menjawab.
" Kak Ray boleh gabung di sini engga ?". Virda menghampiri meja di mana Mika dan teman - teman nya berada.
" Lo engga lihat bangkunya sudah penuh , tuh yang lain kan masih kosong, kenapa harus ke sini sih ". Kia mulai tidak suka dengan kelakuan centil Virda.
" Nih , silahkan duduk, gue udah selesai makannya, guys kita cabut !". Mika berdiri di barengi dengan teman - temannya , bahkan Ray pun ikut berdiri meninggalkan Virda yang sudah terlalu bahagia bisa duduk bersama Rayyan berdua tanpa gangguan .
" Loh kak Ray mau kemana , temani gue sebentar kak !". pintanya.
" Sorry gue harus ke kelas , temen elo kan banyak , minta saja pada mereka buat nemenin elo ". lalu Ray segera mengejar Mika yang sudah mulai menjauh.
Virda mengepalkan tangannya, " Oke kak Ray , kalo cara baik - baik elo gak mau , maka gue akan gunakan cara yang lebih extreme buat naklukin elo ".
Hari berlalu dengan cepat , Ray makin dekat dengan Mika , meski status mereka hanya teman , tapi Ray cukup senang, karena hanya dia yang bisa main ke rumah Mika dan mengenal Keluarga Mika.
Virda pun berusaha mendekati keluarga Rayyan , tapi Mama Indah biasa saja ketika Virda datang ke rumah mereka . Erina pun menunjukan rasa tidak sukanya pada Virda.
__ADS_1
Seperti malam minggu ini Virda sudah dandan secantik mungkin , ia kini sudah berada di rumah Rayyan.
" Terima kasih Erin , sudah bukain pintu , kak Ray nya ada ?".
Erina memutar matanya jengah, sok kecakepan...males banget lihat dia , ngapain coba datang terus , kak Ray aja males buat ketemu , padahal udah di cuekin , ternyata muka tembok rupanya...
" Sama - sama , masuk Kak.. silahkan duduk , aku panggilkan kak Ray nya dulu ya ". kalo kak Ray nya mau....
" Kak , ada tamu noh, tetangga kita yang ganjen gak ketulungan, nyamperin cowok mulu , gak punya malu ".
" Siapa sih ?".
" Siapa lagi , kalo bukan kak Virda ".
" Ohh ".
" Ohh doang ??
" Terus...harus ngapain dong , kakak mau pergi , kamu aja temenin dia ".
" Dih males banget , gak mau lah ".
Rayyan keluar dari kamar , pamitan pada kedua orang tuanya, di ikuti Erina yang ada di belakangnya.
Melihat Rayyan datang , Virda langsung bangun dari duduknya , ia kira Rayyan ingin menemui dirinya kali ini .
" Kak Ray ".
" Kak Ray mau kemana ?".
" Bukan urusan elo ". Tapi Virda malah mengikutinya keluar .
" Gue ikut ya Kak , buat nemenin biar kak Ray gak sendirian ". ucapnya penuh harap.
Ray yang sudah berjalan lebih dulu , berhenti seketika, ia menengok ke belakang dengan mata menatap tajam ke Virda.
Sedangkan Erina bersender di tiang rumah , sambil bersedekap , seakan ia sedang menyaksikan live show drama.
" Gue gak butuh di temenin , apalagi sama elo , sana pulang gih !".
" Tapi Kak....".
" Elo engga budek kan Vir ". Ray masuk ke mobil nya dan dengan cepat pergi dari sana .
Erina tersenyum sinis , ia puas kakaknya tidak meladeni gadis genit itu.
" Kak Virda mau masuk lagi apa mau pulang?". tanya Erina basa basi.
Virda melengos , ia menghentakkan kaki nya lalu pergi dari rumah Rayyan tanpa menjawab pertanyaan Erina.
__ADS_1
" Yeyyy di tanya malah pergi gitu aja , terserah....emang gue pikirin.....".
Ray sudah berada di rumah Mika , rupanya ia di ajak Mika untuk menghadiri ulang tahun perusahaan Daddy Nicko.
Ray sendiri sudah tau Mika memiliki dua orang tua , tapi hanya sebatas itu...ia tidak tau cerita yang sebenarnya.
Mika menunggu Rayyan di lobi , Ray sendiri sedang memarkirkan mobil nya.
" Elo ngapain di sini hah , cari mangsa orang kaya ya ". Cintya berbicara cukup keras, ingin membuat Mika malu.
Tapi Mika justru diam tak meladeni Cintya.
" Eh gue ngomong sama elo ya , gak sopan banget ".
" Siapa Cin ?".
" Ini Ma , orang yang pernah buat tangan Cintya sakit waktu itu ". Cintya mengadu ke Mamanya.
" Jadi kamu yang sudah buat tangan anakku sakit ?".
" Maaf ya Tante , tanya dulu sama anaknya , apa yang mau dia lakukan bersama teman - temannya pada saya , kalo saya mah cuma mau membela diri...bayangkan Tante , saya loh yang di keroyok , tiga lawan satu ".
" Kamu ya , gak dia ajarin sopan santun sama orang tua kamu ". Mamanya Cintya mulai tersulut emosi.
" Lah saya gak sopannya di mana Tante , saya bicara kasar tidak , mengumpat juga tidak , bahkan saya pake bahasa yang baik dan benar sesuai EYD ". Mika bersikap tenang.
Rayyan melihatnya dari jauh , ia akan turun tangan jika sudah mengancam keselamatan Mika.
" Sudahlah Ma , jangan buat keributan di acara Bos Papa , nanti kita yang akan malu sendiri ".
"Tapi anak ini sudah mencelakai anak kita Pa , dia harus di beri pelajaran ".
" Benar kata Mama Pa ". merasa di bela Mamanya , Cintya makin berani.
" Kamu tidak dengar , dia juga hanya membela diri , jangan selalu menyalahkan orang lain Ma , anak kita juga belum tentu benar , kamu terlalu memanjakannya...ayo masuk saja !". Papanya Cintya menarik tangan istrinya, Cintya pun mau tak mau mengikuti kedua orang tuanya.
" Elo gak apa - apa Mik ?".
" Santai aja Kak...biasa itu mah ".
Mereka masuk langsung di sambut Fia yang sudah sampai terlebih dahulu.
Tibalah Nicko memberi sambutan dia atas podium , di temani sang istri , Fina.
" Kali ini ijinkan saya perkenalkan putra dan putri saya....Sean, Ricky......Mika Sayang, naik ke sini nak !".
Sean dan Ricky sudah berada di atas podium , para tamu sedang menunggu siapa gerangan putri sang pengusaha yang tidak pernah di publikasikan.
Ketika Mikayla naik ke atas podium, jantung Cintya dan Mama nya seakan berhenti berdetak.
__ADS_1
Bersambung....