Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
47. Bab 47


__ADS_3

Malam harinya Mika megeluh sakit di perutnya. " Pasti karena makanan tadi siang yang di bawa sama Vero , jangan - jangan dia masukin sesuatu dalam makanan itu , makanya perut kamu jadi sakit begini ". Tangan Arshaka terus mengelus perut sang istri tengah meringis menahan sakit.


Pukkk....


" Aduh sayang , kenapa aku di pukul sih ".


" Mas itu kalo ngomong sembarangan, mana berani Vero macam - macam , dia tau kalo hidupnya dan keluarganya akan hancur jika menyakiti aku ".


" Aku tau , tapi ini lihat, kamu terus kesakitan begini ".


" Gak juga Mas , sakitnya kadang datang kadang hilang, dan bukan sakit perut seperti orang biasanya ".


" Maksud kamu sakitnya lain ?".


" Ya , seperti sudah mau lahiran, ini persis aku rasakan waktu mau melahirkan Aziel ".


" Hah....bukannya HPL nya masih lama ya ?".


" Iti kan cuma perkiraan dokter, dokter kan manusia biasa bisa salah juga , mereka bukan Tuhan yang selalu tepat ".


" Lalu bagaimana, kita ke rumah sakit sekarang saja ". Arshaka sudah tak sepanik dulu waktu Mika mau melahirkan Aziel, karena ini kelahiran anak mereka yang ke dua.


Melihat istrinya cukup tenang , Arshaka pun terbawa, ia pun tenang meski ia tak pungkiri perutnya ikut mulas dan jantung yang berdebar.


" Nanti dulu lah Mas , aku masih bisa menahannya, ini belum terlalu sakit, aku gak mau kelamaan di rumah sakit , bikin aku tambah pusing mencium bau obat - obatan ".


" Baiklah, aku siapkan dulu keperluan untuk kamu melahirkan, sekalian aku telepon Bunda Fia dan Mommy Fina ya ".


" Bunda Fia saja Mas , Mommy Fina nanti bikin heboh , aku jadi makin panik ".


Mika ingat waktu mau melahirkan Aziel , Mommy Fina bukannya memberi semangat padanya malah dia bikin repot , segala pakai pingsan lagi.


Katanya tidak tega melihat Mika kesakitan, Mommy Fina sendiri lupa waktu mau melahirkan dua putranya juga merasakan sakit .


Bunda Fia yang diberi tau keadaan Mika , langsung meluncur ke rumah Arshaka.


" Bagaimana sayang , apa sakitnya makin sering ?". Fia pun ikut mengelus punggung sang putri.


" Iya Bunda , ini makin sakit ".


" Kita ke rumah sakit aja sekarang , kalo nunggu entar nanti makin panik , kalo sudah di rumah sakit kan tenang ". Mika mengangguk, Arshaka pun menyetujui ucapan ibu mertuanya itu.

__ADS_1


Bukannya tadi aku juga sudah mengajaknya ya....giliran Bunda Fia yang nyuruh baru mau ...


" Ars , kita berangkat sekarang , kamu ambil peralatan melahirkan Mika !".


" Sudah Bunda , sudah aku siapkan dari tadi dan aku taruh dalam mobil ".


" Suami siaga ". ucap Bunda Fia sambil terkekeh.


Arshaka tentu bangga di puji mertuanya, sedangkan Mika sedikit berdecih melihat suaminya menepuk dada.


" Mom , Dad....mau kemana , apa Momny sakit ?". Aziel datang bersama mbak Tuti.


Mika dan Arshaka menepuk jidat mereka bersama , mereka sampai melupakan putra kecilnya.


" Eh iya , Aziel di rumah ya sama mbak Tuti, Mommy sakit karena adek kamu mau lahir , Daddy sama Oma mau nganter Mommy ke rumah sakit ". ucap Arsahaka berjongkok di depan Aziel.


" Benarkah, Aziel gak boleh ikut Dad ?".


" Gak boleh sayang , nanti saja kalo adek sudah keluar Aziel baru boleh melihatnya ".


" Baiklah ". ucapnya lirih.


" Ars , telpon Mommy Fina aja buat jaga Aziel , ajak Sean dan Ricky biar Aziel adacyabg ajak main ". ucap Fia.


" Oke Daddy telpon mereka ya , kamu senang Boy ?".


" Iya , aku mau bilang dulu sama dedek ". Aziel mendekat ke Mommynya , mengelus perut Mika dan tak lupa menciumnya .


" Dede cepat keluar ya , jangan bikin Mommy sakit kayak gitu , kakak nunggu dedek di rumah karena engga di bolehin ikut sama Daddy , kakak sayang dedek pokoknya ".


Arshaka hampir tertawa, itu pamitan apa curhat..tapi tak apalah yang penting , putranya itu mau di tinggal di rumah.


Sampai di rumah sakit , tak berselang lama ketuban Mika pecah , Arshaka mengucap syukur berulang kali , karena mereka sudah berada di rumah sakit.


Karena ini kelahiran yang ke dua buat Mika , jadi prosesnya lumayan cepat , mungkin karena jalan bayi sudah ada , apalagi Arshaka selalu menebarkan jalannya tiap malam.


" Sayang...terima kasih ya , sudah melahirkan putri kita , dia sangat cantik seperti dirimu , ternyata tak sia - sia kamu ngajak aku bercinta tiap malam....jalan lahirnya jadi mudah ". ucap Arshaka frontal , ia tak sadar masih ada dokter dan perawat di sana dan juga Bunda Fia.


Cubitan pun mendarat di perut Arshaka....ia mengaduh kesakitan. " Aduhhh ".


" Mas , kok aku sih , bukannya kamu yang suka memaksa ya ". memang kenyataannya Arshakalah yang selalu banyak akal agar bisa menyentuh sang istri.

__ADS_1


" Apa iya , kok aku lupa ". melihat wajah cemberut sang istri , Arshaka pun tertawa.


Hahahaha.......


" Iya iya , aku yang mau , tapi kamu juga suka , iya kan ?". ledeknya.


Dokter dan perawat pun ikut tersenyum melihat tingkah absurd sepasang suami istri itu , tapi malah terkesan romantis.


" Kalian ini nggak lihat tempat , maafkan putri dan mantu saya ya bu dokter ?". ujar Fia.


" Gak apa - apa Bu , mereka terlihat romantis dan lucu ".


Seorang perawat membawa masuk bayi Mika setelah di bersihkan.


" Lihatlah putri kita sayang ". Arshaka memberikannya pada Mika.


" Cantik Mas , kamu sudah memberinya nama ?".


" Arshiela Ardiaz Hutomo ".


" Bagus Mas , aku suka ".


Sore harinya , Mika memaksa untuk pulang, karena ia merasa sudah kuat dan juga sehat.


Setelah seminggu, di rumah Arshaka begitu ramai . Semua keluarga besar mereka berkumpul untuk merayakan selamatan bayi Arshiela sekalian Aqiqohan .


Bahagia menyelimuti keluarga kecil Arshaka.


" Terima kasih sayang sudah mau memilihku , dan memberiku dua malaikat kecil ".


" Sama - sama Mas , aku juga bersyukur kamu hadir dalam hidupku , dan menjadi Suami serta Daddy yang hebat ".


" I Love you , Mika sayang ".


" I Love you to Mas ".


Happy Ending.....


TAMAT.


Terima kasih sudah mampir di karya aku...jangan bosan ya....

__ADS_1


Tunggu cerita baru dari ku....nyari inspirasi dulu ya... 😊😊😊


__ADS_2