Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
17. Bab 17


__ADS_3

Rayyan sudah sampai di rumah Mika , padahal waktu masih menunjukkan jam 10 pagi.


" Ck , ini masih pagi kak Ray , bukannya kita janjiannya siang ya nonton nya, dan kan mau ketemuan di sana , kenapa kak Ray ke sini coba?".Mika menatap malas pemuda tampan di depannya ini.


" Ya gimana dong , udah sampai di sini, masak elo tega nyuruh gue pulang sih Mik ".


" Kak Ray nya aja yang kegetolan, emang gak ada kerjaan lain apa ?".


" Ada ".


" Trus kenapa sepagi ini sudah kesini ".


" La ini kerjaan gue, ngapelin elo ". Rayyan terkekeh.


" Gak lucu ".


" Makin cantik kalo lagi marah gitu , jadi pengen bungkus buat bawa pulang ".


" Bungkus aja kalo berani, Kak Ray gak bakalan kuat , gue makannya banyak ".


" Sanggup kok , apa mau di coba dulu...hayuk lah ".


" Anak orang kok main di coba- coba ". Ucap Mika disertai Rayyan yang tertawa lepas.


" Ehem....ehem...". Abizar berdehem untuk mengalihkan perhatian Mika dan Ray.


" Siapa Mika ?". tanya Abizar dengan wajah datar.


" Kakak kelas Mika Yah ,kenalin Kak Ray namanya".


Ray pun bangun dan menyalami Abizar dengan takzim."Rayyan Om ".


" Ini loh Mas , yang aku ceritakan semalam ". Kemaren sewaktu Mika datang bersama Ray dan sahabatnya, Abizar tidak ada di rumah.


" Cakep kan Mas , Ketos lagi ". Bisik Fia ke telinga suaminya.


Abizar menoleh ke arah Shafia , ia tidak terima istrinya itu memuji pria lain , apalagi pria itu lebih muda darinya.


Berani kamu memuji laki - laki lain di depanku , awas aja nanti malam akan aku hukum kamu sayang...


Shafia salah tingkah , ia tau telah salah berucap, apalagi tatapan Abizar seperti mengintimidasinya.


" Mika , bantu Bunda yuk sebentar , biar Ayah yang menemani Rayyan ". Fia memilih kabur dari sana.

__ADS_1


" Gak apa - apa kan Ray kalo Mika nya tante bawa dulu, Ngobrol lah Mas , biar akrab ". Fia mendorong suaminya agar duduk di sofa.


" Kamu bisa main catur ?" tanya Abizar.


" Bisa Om ". jawab Rayyan mantap.


" Oke , kita main , kalo kamu menang ..Om akan ijinin Mika keluar sama kamu , tapi kalo Om yang menang, kamu jangan pernah gangguin Mika lagi".


Sungguh berat bagi Ray , jika harus menjauhi Mika , berarti ia harus berusaha keras agar menang melawan Ayahnya Mika.


Ini juga kesempatan bagi Ray untuk mengambil hati calon mertua.....ceile calon mertua , ngarep banget deh.


Dan Ray yakin , ia akan menang, tepatnya harus menang.


Makan siang di rumah Shafia hari ini begitu ramai, meski biasanya juga ramai sih...tapi kali ini ada yang berbeda karena ada Rayyan di sana.


" Ambilkan buat Ray , Mika !". perintah Fia setelah ia melayani Abizar.


" Berasa sudah punya suami deh Bun ". keluh Mika.


" Latihan Kak ". Shafia terkekeh, begitupun dengan Rayyan.


" Kak Mika sudah punya suami Bun , kok Nana gak pernah lihat kak Mika jadi penganten Bun ". tanya Zafina polos.


" Ohhh ". Ucap Zafina , ber oh ria , padahal ia juga gak tau , apa itu suami apa itu istri ...ia hanya tau kalo ada penganten itu akan jadi suami istri , Fia pernah menjelaskannya pada Mika , saat ia trus bertanya ketika melihat sepasang pengantin di pelaminan.


" Seperti Nana dan Kak Ricky ya Bun ?".


" Maksudnya ?". Fia penasaran dengan apa yang di ucapkan putri kecilnya itu.


" Kata kak Ricky nanti kalo Nana sudah besar , Nana akan jadi istrinya kak Ricky ".


" Adek , jangan ngomong gitu , masih bocil juga ". kata Zafran , sedang Iyan tidak perduli.


" Udah jangan di bahas , namanya juga anak kecil , ayo Ray makan , biasa ada drama sedikit".


Setelah makan siang Mika pamit pergi dengan Rayyan.


Disana sudah ada Kia dan Melani , dan juga dua teman Rayyan.


" Loh Kak Dim sama Kak Alas ikut juga ?". Mika langsung bertanya ketika melihat kedua teman Rayyan itu.


" Ray yang ajak kita Mika ". jawab Dimas.

__ADS_1


Sedangkan Alaska mendengus kesal , namanya kan bagus kenapa juga Mika manggilnya sepotong gitu. " Ck... AL aja manggilnya Mik ".


" He..he. he..selow Kak ".


" Sorry ya kalo gue ajak mereka , buat nemenin gue , kan gak enak gue laki - laki sendirian....seperti kata Ahmad Dani " Senangnya dalam hati jika beristri tiga.....". Nyanyian Rayyan berhenti ketika mendapat timpukan dari tiga gadis di depannya.


" Kak Rayyy ". Ucap ketiganya.


" Hahaha ..sorry sorry...gak masalah kan kalo gue ajak mereka ".


" Ya sudahlah , lagian juga sudah di sini , ya kan guys ?". Ucapan Mika di angguki oleh Kia dan Melan.


Mereka pun masuk ke dalam Bioskop karena film akan segera di putar.


Virda yang sedang berada di rumah merasa geram melihat postingan Melan.


" Sial , mereka makin akrab saja....Arrrgghhhhh Kak Rayyyyy elo milik gue ". teriaknya lalu mengacak - ngacak isi kamarnya.


Sang Mama tak berani mengetuk pintu apalagi buat bertanya apa yang terjadi ketika Virda kalap seperti ini.


Wanita paruh baya itu hanya bisa menangis dan menatap nanar pada pintu kamar putri satu - satunya itu.


Ia sudah pasrah begitupun dengan suaminya , berbagai pengobatan sudah pernah ia jalankan buat putrinya itu , tapi sepertinya Virda memang tidak bisa di sembuh kan.


Beginilah Virda , jika ada yang tidak bisa ia dapatkan , ia akan histeris bahkan pernah sampai melukai dirinya.


Padahal Ia dan suaminya membesarkan Virda dengan penuh kasih sayang , karena Virda adalah anak yang sudah di nantikan mereka selama sepuluh tahun lamanya.


Entah kenapa ketika mulai dewasa, Virda sangat terobsesi pada sesuatu , dan itu harus di turuti oleh kedua orang tuanya.


Setelah lelah berteriak dan mengamuk...Virda terduduk lemas, barulah sang Mama memberanikan diri untuk masuk ke kamar putrinya.


" Sayang minum dulu nak !".


Virda menurut , karena lelah ia pun berbaring di pangkuan Mamanya.


" Kenapa Ma , kenapa Kak Ray gak bisa cinta sama Virda , apa kurangnya aku Ma...".


" Sayang , tidur saja ya , biar kamu lebih tenang".


Tak lama Virda pun terlelap dalam tidurnya , meski mulutnya kadang masih meracau menyebut nama Rayyan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2