
" Apa hebatnya sih anak baru itu , sampai semua membicarakannya ". gerutu Rayyan , telinga nya sampai bu* dek mendengar para murid perempuan mengagumi sosok Arshaka , bahkan teman cewek sekelasnya pun sama. Ditambah tadi pagi gadis pujaannya berangkat sekolah dengan anak baru itu.
Dimas dan Alaska yang mendengar gerutuan Ray malah tertawa mengejek. " Mode cemburu plus galau lagi on nih Dim ".
" Yo ' i...makin haredang , pagi - pagi di suguhi Mika yang di antar sama Arsha , makin cenat cenut tuh kepala ".
" Elo sampai tau namanya tuh anak ". kesal Ray...bahkan sohibnya sendiri sampai tau namanya.
" Kita kan update sama berita gosip , iya ngga Al ?".
" Yap..". Alaska mengangkat jempol nya.
" Kayak emak - emak kalian ".
" Yeyyy...sewot dia Al ".
" Kalian dari tadi ngledek gue mulu, lagi mumet nih ". Ray mengacak rambutnya.
" Nanti temuin aja , kita anter kok ".
Sampai di depan kelas Mika , lagi - lagi Ray harus menghela nafas kasar , Mika sudah kembali di tarik tangannya oleh Arsha.
" Mika ". Ray memegang tangan Mika yang satunya.
*perang dunia nih....batin Dimas dan Alaska.
Mel , kayaknya kak Ray marah deh...bisik Kia.
Urusan rumah tangga Ki , engga usah ikut campur...balas Melani juga ikut berbisik*.
" Cenil sama gue!". ucap Arsha.
" Engga bisa , Mika sama gue ". jawab Ray tak kalah sengit.
" Stop , tujuan kita kan sama mau ke kantin , jadi engga usah bikin keributan , Ka lepasin tangan gue ".pinta Mika.
Ray tersenyum miring , Mika pasti lebih akan memilih dirinya , ia yakin itu.
" Elo juga kak Ray , lepasin tangan gue , gue bisa jalan sendiri , gak usah gandengan tangan juga , kita gak lagi mau nyebrang kan ".
Brakkkk.....ambyar sudah angan- angan Ray , sekarang gantian Arsha yang tersenyum mengejek.
Mika menarik tangan Kia dan Melani , berjalan lebih dulu meninggalkan Arsha dan Ray.
Mika makin dibuat pusing oleh kelakuan keduanya , bagaimana tidak kini ia duduk diapit oleh ke dua remaja itu , Arsha di sebelah kanannya dan Ray di sebelah kirinya.
Lama - lama gue bisa stres ini ....keluh Mika dalam hati.
Saat pulang mereka berdua kembali rebutan.
__ADS_1
" Cenil berangkat sama gue jadi pulangnya juga sama gue ".
" Tidak bisa , ayo Mika gue yang antar ". Ray juga tidak mau mengalah.
Alaska, Dimas , Kia dan Melan berdiri di belakang mereka sambil cekikikan...lucu juga melihat Ketos yang biasanya cool kini seperti anak kecil yang sedang rebutan mainan.
" Biar adil , kita jalan aja , dan kalian ber empat juga ikut ke rumah gue !".
" Tapi Mika....".
" Gak boleh protes !".
Ray padahal penasaran , mengapa Arsha selalu memanggil Mika dengan sebutan Cenil....mau bertanya tapi gengsi.
*
Malam minggu ini adalah undangan Ulang tahun Virda , Ray sungguh malas untuk datang apalagi Mika tidak di undang.
Mama Indah menyuruh Ray datang , dia tidak enak karena Mamanya Virda memohon padanya , bahkan sampai datang ke rumah tadi.
" Malas Maaa ".
" Sebentar saja Ray , kasih kado nya terus langsung pulang ".
" Ray belum nyiapin kado Ma ".
" Sudah Mama siapin, kamu di gagal berangkat saja !".
Tuk....kening Ray di ketuk Mama Indah.
" Enak saja nyuruh orang tua , ajak Erin saja sana !".
" Kok aku di bawa - bawa sih Ma , gak mau ah , ulang tahun si nenek sihir ini , gak penting juga ".Erina tentu saja menolak , ia sangat tidak suka dengan Virda, yang penuh kepura- puraan.
" Tuh Mama denger sendiri kan , Erin aja menolak".
" Erin temani Kaka kamu, atau Mama potong uang jajan kamu mulai besok ". ancam Mama Indah.
" Dih Mama gak asik mainnya ngancem gitu , ya udah aku ganti baju dulu ". Erina berganti baju dengan secepat kilat.
" Buruan Kak , langsung pulang aja ya ". Ray berdiri dengan malas...ternyata di depan sudah ada Dimas dan Alaska yang baru datang.
Virda begitu senang karena kedatangan Ray . Setelah menyerahkan kado, Ray langsung berpamitan.
" Maaf Vir , gue gak bisa lama , adek gue perut nya mules , iya kan Er ?". Erina selalu saja tau kode dari Kakaknya.
" Iya Kak...maaf ya gak bisa lama ". sambil memegang perutnya , Ray akui akting adek nya memang bagus....calon artis mungkin.
" Erin biar diantar sama pembantu gue aja ya Kak Ray ". Virda tidak akan membiarkan Ray pergi , sangat susah bisa membawa Ray ke rumahnya.
__ADS_1
" Gak bisa Vir , Erin tanggung jawab gue , kalo ada apa - apa gue ngomong apa sama Mama ".
" Gue antar adek gue sebentar ya ".
Mendengar itu bibir Virda kembali tersenyum." Baiklah tapi cepat kembali ya , acaranya gak akan di mulai kalo kak Ray gak ada ".
" Mulai aja dulu , kasihan mereka sudah menunggu lama , gue cepet kok ".
" Tapi...".
" Mulai aja sekarang!". akhirnya Virda mengangguk....sedang Ray tertawa menang, dalam hatinya bersorak sudah bisa keluar dari kandang Singa betina.
" Jangan pulang dulu Kak , kita jajan dulu, atau main ke rumah kak Mika ".
" Bagus juga ide kamu dek , sekalian ngapel lah Kakak ".
" Dih percaya diri , belum juga di terima jadi pacar , sudah mau ngapel aja ". Ray membawa kepala Erin ke keteknya.
" Bau kak Ray ".
" Rasain , vitamin itu dek ".
" Iya vitamin K...alias Ketek Kuda ".
Di rumah Mika , ternyata sudah ada Arsha di sana.
Akhirnya mereka ngobrol bertiga.
" Kita memang gak boleh berduaan kayaknya Mika, karena yang ketiga pasti setan ". ucap Arsha.
" Maksud elo gue setannya gitu ".
" Baper amat Bang, gue gak bilang kalo elo setannya ".
" Kalian kalo mau berantem mending pulang gih ". Mika malas meladeni keduanya.
Di luar Erina sama Iyan sedang membahas kakak mereka.
" Itu siapa Yan ?".
" Kak Arsha , teman kecil Kak Mika, , dia dulu tetangga Daddy Nicko , lalu pindah ke luar negeri, sekarang balik lagi ke sini ".
Wah saingan berat kak Ray rupanya ...batin Erina....
" Sepertinya cinta segitiga ya Yan...rumit ".
" Segitiga apaan ?? segitiga pengaman ?" celetuk Iyan membuat tawa Erina meledak.
" Kami bisa melucu juga ya Yan ...aduh sakit perut gue ". gara - gara bohong soal sakit , gue sakit beneran nih , di kutuk kak Virda kayaknya...gumam Erina , menahan perut nya yang benar - benar sakit.
__ADS_1
Erina masuk ke dalam mengajak kakanya pulang. Terpaksa Ray membawa adiknya pulang , meski ia belum rela meninggalkan Mika bersama Arsha ...apalagi melihat senyum kemenangan dari Arsha .
Bersambung...