
Rayyan pulang dengan menekuk wajahnya , langkahnya pelan. Persiapan yang menurutnya sungguh sempurna, tak ada yang salah dengan penampilannya , ia pun sudah membawa buah tangan untuk Mika , berupa Martabak manis semanis yang bawa.
Tapi ambyar sudah ketika ia sampai di rumah itu. Mika tak ada di rumahnya , bahkan ia sudah menanyakan pada tetangga di sana , kata mereka Mika pergi sejak siang tadi bersama dua orang wanita , yang katanya saudara Mika.
" Nih buat elo !". Rayyan menaruh kasar martabak di pangkuan Erina. lalu ia duduk dengan kasar du sebelah adik nya itu , yang tengah menonton televisi.
" Wuihhh apa nih, martabak ya , rejeki anak sholeh .....tumben kak Ray baik banget , gak lagi kesambet kan ?".
" Gak mau....sini bagi balik !". Rayyan hendak mengambil lagi martabak itu dari tangan Erina .
Dengan sigap Erina menjauhkan martabak itu , jangan sampai di ambil kembali oleh kakanya. " Eiittssss, enak saja ....barang yang sudah di beri pantang di ambil kembali , borok sikutan itu mah ".
" BTW ..makasih ya kak Ray, enak banget loh ini ".
" Kak Ray gak mau coba ?".
" Habisin situ , biar nambah gendut , bulan depan tinggal motong deh buat orang sekampung ".
" Dih nyamain adek nya sama sapi itu namanya , kenapa sih Kak, sensi amat...tuh muka gak usah di jelek - jelekin, kakak masih aja terlihat cakep ". Erina terkekeh pelan , ia tau mood kakaknya sedang tidak baik.
" Gimana acara nge date nya , lancar engga ?".
" Mau lancar gimana , orangnya yang mau di apelin gak ada di rumah !". sungut Rayyan.
" Buahaahaha....jadi itu toh masalahnya , ya udah sih kak kan masih ada hari lain lagi , gitu aja putus asa ".
" Tau ah...".
" Lagian kak Ray kenapa gak ngabarin dulu ke tuh cewek, kalo mau datang ?".
" Kan mau bikin kejutan , eh ..aku yang terkejut , sampai di sana zonk ternyata ".
" Gak biasanya sampai galau gini , istimewa banget ya cewek yang kakak taksir?"
" Bukan istimewa lagi tapi langka ".
" Dilindungi negara dong kalo langka ". canda Erina.
" Punya fotonya engga , coba sini aku lihat...jadi penasaran ".
Rayyan membuka galeri HP nya , di sana banyak sekali foto Mika dari berbagai arah....tentunya itu tanpa sepengetahuan Mikayla.
Erina memandang lekat salah satu foto yang terlihat begitu jelas wajah Mika.
" Tunggu tunggu , sepertinya engga asing nih , pernah lihat di mana ya.....". Erina mengetukkan jarinya di bibir , sambil terus meningat siapa gadis dalam foto itu.
__ADS_1
" Aha.....". teriak Erina tiba - tiba
Pluk...Rayyan melempar bantal ke muka Erina.
" Kaget dodol....biasa aja napa sih , pake teriak segala ".
" Hehehe santai kak ".
" Kalo gak salah , ini mirip sama Kak Mikayla ". ucap Erina masih memandang foto itu.
" Kamu beneran kenal sama Mika , Er ?".
" Jadi bener ini kak Mika ?".
" Iya itu foto Mika , kamu kenal di mana ?". Rayyan kini semangat, ia ingin menggali lebih dalam tentang Mika .
" Di rumahnya Iyan , aku bertemu dengan kak Mika ketika kami kerja kelompok di rumah dia , jadi kak Mika itu kakanya Iyan ".
" Pantesan Kak Ray keliyengan gitu....orang cantik banget kak Mikanya, aku yang sama - sama cewek aja demen lihat dia , cuma satu kekurangannya ...Kak Mika itu ceroboh banget Kak , itu kata Iyan ".
" Adek , Mika punya adek ?".
" Punya Kak , ada 3 malahan ....Zayyan ,biasa dipanggil Iyan , Zafran dan si kecil Zafina ....Bunda nya juga baik loh kak , dan masih muda , cantik sekali...pantes anak - anak nya juga cantik - cantik dan tampan, secara bibit mereka unggul ".
" Bunda nya Mika , kamu juga kenal mereka semua ?".
" Dasar...kayak engga di kasih makan sama Mama aja , tapi waktu aku ke rumah Mika sepi, cuma ada satu ibu - ibu paruh baya di sana , gak serame yang kamu bilang ". Rayyan tau adek nya itu memang doyan sekali kulineran, tapi yang mengherankan tubuh gadis itu tetaplah langsing.
" Masak sih ".
" Iya , dan rumahnya juga sederhana , kemaren itu aku jalan kaki waktu mengantar Mika pulang , karena rumahnya cukup dekat dengan sekolahan kakak ".
" Bagaimana bisa dekat dengan sekolahan kak Ray, orang rumahnya di komplek perumahan elit kok..di jalan XX ".
" Hah ". Rayyan makin spekcles mendengar penuturan adiknya tentang Mika, ada apa ini , apa Mika sengaja menyembunyikan identitasnya yang asli...entahlah, Rayyan harus memastikan itu.
" Ikut aku sekarang !". Rayyan menarik tangan Erina agar mengikutinya .
" Kemana kak , aku lagi makan nih ".
" Nanti aku belikan lagi yang lebih dari ini , sekarang ikut kakak tunjukan rumah teman kamu si Iyan itu "
Demi makanan enak yang sudah terbayang di otaknya, Erina menuruti kakanya.
" Kalian mau kemana ?" tanya Mama Indah.
__ADS_1
" Mau keluar sebentar saja Ma , gak lama kok ".
" Mission impossible Ma ". tambah Erina.
" Jangan macam - macam Ray !".
" Engga macam - macam Ma , kan aku ajak Erin , Mama nanti bisa interogasi si Erin , boleh ya Ma !".
" Baik , hati - hati ...jangan terlalu malam Ray !".
" Siap Mama sayang ". Rayyan buru - buru menarik tangan adiknya , agar sang Mama tidak bertanya - tanya lagi ".
Erina jadi petunjuk arah , bersyukur mereka boleh masuk komplek , karena salah satu satpam di sana ada yang mengenali Erina yang beberapa kali menyambangi rumah Zayyan.
Satpam di rumah Abizar pun langsung membukakan gerbang karena tau yang datang teman majikannya.
" Kak Ray bikin repot deh , kenapa engga cuma tau aja rumahnya gak usah pake masuk gini , kan aku bingung alesan apa coba main ke rumah Iyan malam - malam gini , gak mungkin kan aku bilang .....Yan aku mau ngapelin kamu , gak lucu ".
" Kan udah nyampe di sini , masak mau balik , dah yang penting masuk dulu , bilang mau pinjem buku kek apa kek..".
" Haisss nyuruh mah gampang....ingat ini engga gratis loh kak , sini aku mau bayar di muka dulu ". Erina menengadahkan tangannya minta cuan.
" Punya adek satu tukang makan , mata duitan lagi , nih ". Rayyan pun mengeluarkan dua lembar uang berwarna merah.
" Ini aku anggap DP nya , sisanya kalo misi berhasil...deal ". Erina mengulurkan tangannya, Rayyan menyambut tangan adiknya sambil geleng- geleng kepala, adiknya ini memang unik luar biasa.
" Deal ".setelah mereka berdua berjabat tangan...baru keluar dari mobil mereka.
Pintu terbuka .....
" Eh Erin , nyari kak Iyan ya ?". ternyata Zafran yang membukakan pintu.
" Iya Zaf, eh bukan aku mau ketemu kak Mika, ada engga ?".
" Tumben....masuk dulu deh , aku panggilin kak Mika , kalian duduk dulu !".
Rayyan memandangi foto keluarga yang terpampang di sana.....Mika , gumamnya sambil tersenyum manis.
" Kak Mika ada yang nyari tuh ".
" Siapa Zaf ?".
" Lihat aja sendiri !".
Mika begitu terkejut ketika matanya bertemu dengan mata Rayyan.
__ADS_1
" Kak Rayyy ".
Bersambung..