Mikayla Si Gadis Ceroboh

Mikayla Si Gadis Ceroboh
31. Bab 31


__ADS_3

Seseorang masuk begitu saja ke dalam kelas Mika , karena ia tau para guru sedang tidak mengajar , mereka sedang menyambut pemilik sekolah , lebih tepatnya anak pemilik sekolah.


Tapi semua siswa di haruskan di dalam kelas , untuk belajar sendiri terlebih dulu , nanti setelah pertemuannya selesai baru guru akan mengajar lagi seperti biasa.


Tok..Tok...Tok....


" Permisi...Kak Mika , di suruh datang ke ruangan Kepala Sekolah !". ucap Radit , adik kelas Mika yang sekarang menjabat ketua Osis.


" Eh si ganteng....kapan Dit ?". jawab Mika sambil menggoda adik kelasnya yang memanglah tampan.


Radit salah tingkah , " Tahun depan Kak ".


" Oh ya udah ".


" Sekarang kak Mika !".


" Tadi bilangnya tahun depan , yah udah ayuk , kamu antar aku ya , takut nyasar soalnya ". ucap Mika lagi , Radit makin salah tingkah. sedang Arshaka mendengus tidak suka , istrinya menggoda pria lain meski ia tau, Mika hanya bercanda.


Huuuuuuuuuu....teriak teman sekelas Mika .


" Bisa ae lo Mik , godain bocah ". kata Nanda.


" Masih fress bro , emang situ....". Kia yang menjawab.


Arshaka memegang tangan istrinya " Ada apa ?". Mika hanya mengangkat kedua bahunya, tanda tidak tau.


" Aku temenin ya ". tawar Arshaka , ia tak mau istrinya berduaan dengan Radit.


" Gak usah ". tolak Mika.


" Guys...sory ya gue mau kencan dulu sama suami muda gue, jangan pada ngiri ya ". Mika pun berjalan mendekati Radit.


" Suami tua elo manyun tuh Mik...ha..ha..ha..". tawa Anto kencang.


" Kejar Ars , istri elo selingkuh tuh..". kompor Kia , mereka taunya Kia hanya bercanda , padahal memang kenyataannya Arshaka memang suami Mika.


Mika tak menghiraukan teriakan teman sekelasnya.


" Ayo Dit , malah bengong nih anak ". Siapa yang tak kenal Mika ,kakak kelasnya itu...yang terkenal karena kepintarannya juga kecantikannya , Radit tentu saja bangga bisa jalan berdua dengan Mika , gadis idola di sekolahnya.


" Kenapa Dit , malu ya jalan sama aku ?". tanya Mika , yang melihat Radit agak kikuk , padahal Radit sedang gugup.


" Engga Kak , justru aku beruntung bisa jalan sama primadona sekolah ".


" Bisa gombal juga kamu ".


" Hehehe lagi belajar Kak ".


" Kamu lucu kalo malu malu meong gitu , pingin gigit deh ".


" Eh Kak Mika pintar gombal juga , Kak Mika juga cantik banget kalo di lihat dari deket ".


" Biasa aja Dit ...udah sampai nih , terima kasih ya sudah menemani ku ".


" Sama - sama Kak ". Radit sepertinya tak rela meninggalkan Mika.

__ADS_1


" Kenapa ?". tanya Mika yang melihat Radit belum beranjak dari sana.


" Aku boleh engga minta nomor Kakak ". pinta Radit dengan ragu - ragu.


" Mau ngirimin aku pulsa ". canda Mika.


" Bisa , berapapun yang kakak pinta "


" Becanda Dit , hemm gimana ya.....ya udah deh, kalo buat sekedar bertanya tentang pelajaran bolehlah ".


Radit ingin melompat tinggi ketika Mika benar memberinya nomor telponnya.


" Ingat , engga boleh di sebar luaskan apalagi di perjual belikan , oke ".


" Siap Kak ". Entah mimpi apa Radit semalam , bisa mendapat nomor Mika dengan mudahnya.


Sebelum masuk Mika mengetuk pintu lebih dahulu.


Ceklek ...Mika melongokkan kepalanya saja.


" Pak ".


" Masuk Mika , duduklah !". perintah Pak Mario yang sekarang menjabat Kepala Sekolah menggantikan ayahnya Virda.


Tenyata di dalam sudah ada dua adik kelasnya. Rahman dari kelas 11 dan Vanella dari kelas 10.


Mika duduk di sebelah Vanella. Mata Mika membulat ketika melihat siapa yang ada di hadapannya.


Bukannya dia pria di taman itu ya...kok bisa...


Tapi ia hanya bisa menyimpan rasa keterkejutannya.


Ketiganya mengangguk memberi hormat. Levin ikut mengangguk , saat matanya bertemu dengan mata Mika , ia sedikit mengedipkan matanya...membuat Mika hampir saja mengumpat.


Dalam hati Levin tertawa bisa menggoda gadis di depannya itu.


See .mudah bukan bagi ku buat menemukanmu....dan sebentar lagi kamu akan jadi milik aku ...Mikayla.


* Flasback on *


Levin memutar otaknya , bagaimana caranya agar ia bisa menemui Mika dengan mudah.


" Kenapa Bos gak samper aja ke sekolahannya Bos ". saran sang asisten.


" Bagaimana caranya aku bisa kesana ? "


" Bos lupa , Bos kan pemilik sekolah itu , bilang aja kalo Bos ingin meninjau sekolah itu ".


" Otak mu pintar juga , kenapa aku gak kepikiran kesana ya ".


" Namanya juga orang lagi kasmaran Bos , jadi yang di pikir cuma wajah si cewek itu mulu ".


" Betul kata kamu , bulan ini kamu akan saya kasih bonus ".


" Makasih Bos ". ucap Jery.

__ADS_1


Sampai di sekolah Levin bingung lagi , untung sang asisten otaknya lagi cemerlang jadi Levin seperti dapat pencerahan.


" Bos , menurut informasi , cewek itu termasuk anak terpintar Bos , bagaimana kalo Bos pura - pura mau ngasih hadiah pada siswa terpandai di sekolah ini, Bos panggil aja perwakilan dari kelas 10 sampai jelas 12 , biar gak terlalu kentara Bos ".


Levin menyetujui saran sang asisten, beruntung dalam daftar itu ada nama Mika di sana.


Jery makin senang ..sarannya di pakai oleh Bos nya , bonus nya pasti akan bertambah bulan ini...


* Flasback of *


" Kalian bertiga di panggil karena kalian adalah siswa terpintar dari angkatan kalian masing - masing ".


" Jadi , Pak Levin ini ingin memberikan hadiah langsung pada kalian ...silahkan Pak Levin ".


" Jer ". Jery maju dengan membawa paper bag , Levin membagi hadiah itu untuk ketiganya.


" Terima kasih Pak ". ucap ketiganya .Levin hanya mengangguk , ia memang tak banyak bicara , entah kenapa , jantungnya berdebar kencang ketika menatap Mika.


" Kalian bisa kembali ke kelas ". ucap Pak Mario.


" Tunggu, bisakah salah satu dari kalian mengantarku berkeliling, sebentar saja, maukah kamu mengantar saya , saya rasa kamu yang lebih paham mengingat kamu sudah hampir tiga tahun sekolah di sini ".


Tadinya Vanella akan maju ke depan , tapi tidak jadi ketika Levin malah menunjuk Mika , ia sadar ia termasuk murid baru di sini...jadi memang masuk akal jika yang di ajak adalah kakak kelasnya itu.


" Tapi Pak ...". Mika ingin menolak.


" Apakah kamu keberatan, ya sudah kalo tidak mau , saya akan keliling sendiri saja , kalo saya tersesat kamu yang akan di salahkan ".


Sih...dia ngancem kayak bocah aja...gerutu Mika.


" Apa mua sama guru saja Pak Levin ". saran Pak Mario.


" Maaf Pak , tapi saya maunya sama dia biar gak boring , kalo sama guru kan saya jadi canggung ".


" Baiklah ". Mika langsung lemas dengkulnya.


Dengan berat hati , Mika berjalan bersama dengan Levin.


Levin mengkode asistennya untuk segera pergi dari sana .


" Maaf Pak , saya mau mengambil berkas dulu yang ketinggalan di mobil ".


" Pergilah !". usir Levin.


" Anda sengaja ya , niat banget sampai datang ke sekolahan ku ". ucap Mika , setelah Jery menjauh.


" Ralat Mika , ini sekolahan milik aku , bukan milik kamu , bisa jadi milik kamu kalo kamu mau jadi Nonya Levin , bagaimana ...apa berminat ".


" Maaf , kayaknya engga berminat tuh ". Mika dan Levin berjalan sambil berbincang , sekilas seperti Mika sedang memperkenalkan tempat- tempat yang ada di sekolahnya .


Padahal mereka sedang membicarakan hal tak penting, bahkan Mika pun tak berbicara formal pada Levin , dan Levin tak mempermasalahkannya.


Tapi jika ada guru yang melintas mereka akan berbicara formal.


Levin terkekeh, ia makin menyukai pribadi Mikayla.

__ADS_1


Manis....ucap Levin ketika melihat Mika ikut tertawa.


Bersambung. ...


__ADS_2