
Bel istirahat berbunyi....Mika berdiri, dengan sigap Arsha menarik lengannya.Meski tak terlalu kuat tapi bisa membuat Mika tak bisa melepaskan diri.
Semakin Mika berontak maka Arsha baru akan mengencangkan cekalannya.
" Lepas Sak ...mau kemana sih ?". akhirnya Mika menurut, ia mengikuti kemana langkah pemuda ini.
" Gue orang baru di sini , mkanya antar gue ke kantin , belum sarapan gue ".
" Bodo amat , engga nanya gue ".
Arshaka terkekeh " Bukannya tadi nanya ya ".
" Auh ah ". Mika memalingkan mukanya.
Rayyan yang akan mengunjungi Mika seketika langkahnya berhenti.
" Whats wrong bro ?". tanya Alaska sok inggris.
" Gak tau artinya juga lo , sok sok an...". balas Dimas.
" Bukannya itu Mika ya ?".
" Wah , elo kalah cepat bro , tapi sama siapa tuh ?". Alaska dan Dimas ikut memandang ke arah yang di tunjuk Rayyan.
Tapi Ray lebih memilih ke kelas Mika dulu.
" Kia mana Mel ?".
" Tadi udah keluar Kak ".
" Gue tau, tapi sama siapa tadi ?".
" Sama Arsha Kak , murid pindahan ".
" Makasih ". Setelah mendapat informasi dari Melani , barulah Ray dan dua temannya itu ke kantin untuk menyusul Mika .
" Duduk Mika !".
" Cih, katanya anak baru , minta di antar buktinya tanpa gue kasih tau , elo nyampe ke kantin ".
" Karena elo tadi diam aja , berarti arah yang gue ambil benar ....insting gue bagus kan ".
" Terserah , gue lapar mau makan ".
" Pesenin gue sekalian....sama in aja sama punya elo !".
" Gue bukan pelayan elo , menyebalkan..". tapi Mika tetap saja memesankan buat Arsha.
__ADS_1
" Nih pesenan elo ".
" Makasih cantik ". Mika malah bergidik ngeri , ia lebih memilih makan untuk mengisi perut nya.
" Gue udah kenyang, elo yang bayar....makasih ya..". Mika berlari kecil meninggalkan Arsha.
" Ray , kenapa engga elo samper aja kesana ?".
" Biarkan dulu, gue mau lihat apa maunya anak baru itu ". Ray , Alaska dan Dimas memilih duduk di pojok , jauh dari meja Mika.
" Kayaknya elo ada nambah saingan baru bro ". kompor Dimas.
" Kak Ray ". Virda tiba - tiba mendekat.
" Ck...mau apa lagi Vir , jangan ganggu gue apa !". sungguh malas rasanya menghadapi gadis yang sepertinya tak punya malu di depannya ini.
" Gue cuma mau ngasih ini kak , datang ya ke ulang tahun gue , kak Dimas dan Kak Alaska juga ". Virda menyerahkan tiga lembar undangan ultahnya.
" Sudah kan...minggir sana !". Ray terkesiap , Mika sudah tidak ada di meja nya.
" Sit ". Ray mengumpat pelan , ia langsung meninggalkan mejanya diikuti Alaska dan Dimas...Virda hanya mengelus dadanya , lagi - lagi di cueki oleh pangeran pujaan hatinya.
Kali ini ia tak akan berteriak ataupun marah - marah , ia akan mengubah strategi untuk mendekati Ray dan juga menjauhkan Mika dengan cara yang lembut.
Virda tersenyum miring, di otaknya sudah tercetak rencana - rencana busuk.
Tanpa ia sadari , ia merencanakan hal bodoh yang akan merugikan dirinya sendiri.
" Calm down bro....samper aja ke rumah nya gitu aja kok pusing ". ucapan Alaska memang benar , kenapa gak kepikiran sampai ke situ.
" Mules gue, kalo elo ngomong sok inggris mulu Al..". keluh Dimas.
" Mules... because you gak tau artinya , iya kan ?".
" Tuh tau ".
" Biar terbiasa Dim , gue kan mau kuliah di luar negeri ". ucap Alaska.
" Luar negeri manaaaa?". ledek Dimas.
" Malaysia mungkin ".
Buaahhaahaha......Dimas sampai memegang perutnya, sedang Ray tak perduli, pikirannya berkelana sedang tak di tempatnya.
" Elo gak tau apa Las , Malaysia kan sama bahasanya sama kita dodol ".
" Ck , jangan ikut - ikutan si Mika , manggil gue Alas....Alas...". gerutu Alaska.
__ADS_1
" Iya deh sory bro...".
" Eh iya ya , Malaysia bahasanya melayu ya ,,berarti ke Singapura aja deh , biar bahasa inggris gue kepake ".
" Elo mau kuliah apa mau jadi TKI sih....gampang banget pindah haluan , bahasa inggris elo sama adek gue yang masih SD aja kalah Al ".
" Ck..elo matahin semangat gue Dim...".
" Kalian berdua berhenti deh.. ".
" Dih yang lagi galau...mukanya kusut Al ".
" Bener Dim , saingannya sekelas lagi sama doi , tau engga , tadi kata Melan anak baru itu duduk sebangku dengan Mika ". Mendengar ucapan Alaska , makin panaslah hatinya.
" Elo jangan bohong Al ".
" Seriusan...nih chat gue sama Melan ". Ray merebut HP Alaska.
" Ah Elah , santai apa Ray , awas jagan di lempar, HP gue tuh ".
Bagaimana Mika bisa duduk dengan anak baru itu...Kia kemana , bermacam- macam pertanyaan muncul di kepala Ray.
Benar saja....siangnya Ray sudah menunggu di depan kelas Mika, ia tadi memastikan apa ucapan Alaska benar, dan ternyata memang Mika duduk sama anak baru itu.
Guru keluar, Ray langsung menerjang masuk ke dalam. " Mika ".
" Eh kak Ray , belum pulang?".
" Nunggu elo kan , yuk ...ada yang mau gue omongin , kebetulan gue bawa motor ".
" Maaf Kak , gue mau jalan saja ". penolakan Mika membuat Arsha menahan tawanya.
" Oke, kita jalan saja ". Ray bermaksud memegang lengan Mika .
" Gak usah di gandeng Kak , gue udah besar bukan anak TK lagi..".
Arsha berlalu dari sana tanpa sepatah kata sedikitpun, ia tak mau mendengar drama seorang pria yang sedang merajuk pada kekasihnya.
Ya , menurut pandangan Arsha , Ray adalah kekasih Mikayla....padahal bukan.
" Sory Mik , gue gak ikut ke rumah elo ya , Mama sudah telpon suruh cepat- cepat pulang katanya ".
" Ya udah gak apa - apa , pulang gih...hati - hati di jalan Mel ".
" Kenapa tadi tak mau gue pegang , bukankah pemuda di sebelah kamu tadi juga memegang lengan kamu ". protes Ray karena kejadian penolakan Kayla.
" Dia tadi tarik paksa gue , sampai gue gak bisa lepas ". Ray kembali ingin marah untung ia cepat- cepat sadar .
__ADS_1
" Sory, gue cemburu Mika ". alis Mika terangkat .
Aduuuuuh.. ..ucap Mika dalam hati...